Hijau untuk Negeri

NERACA Dalam aktivitas keseharian perusahaan, Bakrie Telecom bekerja demi mencapai sasaran-sasaran yang pro-lingkungan dan sesuai dengan tekad "Hijau untuk negeri” Untuk memanfaatkan energi terbarukan dan sekaligus melakukan penghematan energi, BTel membangun dan menjalankan BTS (Base Tranceiver Station) yang menggunakan tenaga sinar matahari (solar) yang berlokasi di Sangata, Kalimantan Timur dan Cipakat, Tasikmalaya, dan terus mengembangkan solusi Green Power ke base lainnya. "Efisiensi adalah fokus dari kinerja Network Services Directorate kami, inovasi hemat energi mengurangi biaya-biaya operasi, sekaligus mengurangi gas rumah kaca yang berhubungan dengan operasi kami," kata GM Div. CME Engineering and Green Team Representative, Nanang Handoko. Untuk produk ramah lingkungan, Bakrie Telecom sedang mengambil langkah-langkah dalam menciptakan handset dan produk lain yang ramah lingkungan. Sebagai contoh, handset Esia kini dilengkapi pemberitahuan tentang pengisian baterai untuk mengingatkan pelanggan agar segera melepaskan charger ketika baterai telah penuh terisi. Fitur ini akan membantu mengurangi penggunaan listrik dan jejak karbon dari para pelanggan. Selain itu, Btel juga mengimplementasikan program-program untuk mengurangi penggunaan kertas dan plastik dalam starter pack dan talk-time voucher. Bakrie Telecom adalah operator telekomunikasi pertama di Indonesia yang berkomitmen untuk menjalankan tanggung jawab manajemen terhadap ponsel-ponsel tak terpakai, dimulai dengan mengumpulkan 50.000 ponsel bekas hingga tahun 2012. Dimulai pada triwulan ke-4 tahun 2010, Bakie Telecom menawarkan aplikasi Green VAS untuk membantu menyebarkan kepedulian lingkungan kepada masyarakat Indonesia dan mengajak para pelanggan untuk berkontribusi pada program Hijau Untuk Negeri. Efisiensi Energi Dalam Jaringan Jaringan yang BTel jalankan telah menghasilkan banyak inovasi untuk menciptakan kinerja yang ramah lingkungan dan mengurangi jejak gas rumah kaca. Sebagai contoh, lebih dari 2.000 base station selular Bakrie Telecom kini menggunakan teknologi free cooling, sebuah proses yang bergantung pada udara luar dalam menyejukkan peralatan berbeda dengan pendingin udara. Proses ini mengurangi konsumsi listrik hingga lebih dari 30% per tahun. Dalam area yang kurang bergantung pada daya listrik, BTel mengimplementasikan sebuah program efisiensi yang dikenal dengan nama "delayed generator start”. Dibandingkan dengan mesin generator Inisiatif ini memaksimalkan waktu selama keadaan tanpa adanya listrik dan ketika base station kekurangan tenaga baterai. Hasilnya, BTel menghemat rata-rata 40 liter bahan bakar solar per situs per penggunaan daya dan secara signifikan mengurangi biaya operasi dan pemeliharaan mesin generator.

BERITA TERKAIT

Tantangan Bekerja untuk Keadilan

Oleh: M. Sunyoto Setiap pemimpin politik punya visi tentang keadilan, setidaknya dia paham secara teoritis apa yang disebut dengan tindakan…

2018, LPDB Siapkan Rp100 M Untuk Bisnis Start Up

2018, LPDB Siapkan Rp100 M Untuk Bisnis Start Up NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengungkapkan…

Menko Polhukam - Usulan Pembentukan Densus Tipikor Untuk Kebaikan

Wiranto  Menko Polhukam Usulan Pembentukan Densus Tipikor Untuk Kebaikan Jakarta - Menko Polhukam Wiranto menyatakan usulan pembentukan Detasemen Khusus Tindak…

BERITA LAINNYA DI CSR

Jangkau Luas Rumah Layak Huni - Lagi, Yayasan Intiland Gandeng Habitat

Melanjutkan kesuksesan dalam menyediakan rumah layak huni kepada masyarakat yang tidak mampu, perusahaan properti PT Intiland Development Tbk, melalui Yayasan…

Ringkan Beban Disabilitas Tuna Rungu - Mensos Serahkan 424 Alat Bantu Dengar di Sulsel

Dalam rangka memudahkan komunikasi bagi penyadang disabilitas yang kurang mampu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 425 alat bantu dengar…

Menaklukan Soal Matematika - Siswa di Daerah Pun Kini Lebih Percaya Diri

Percaya atau tidak, terkadang sumpah serapah ada kalanya bisa menjadi kenyataan. Hal inilah yang menggambarkan pengalaman Adit, guru privat di…