Danone Aqua - Gunakan Mesin RVM untuk Edukasi Masyarakat

NERACA Gaya hidup sehat harus bermula pada diri sendiri. Namun hidup sehat harus didukung oleh lingkungan yang sehat pula. Untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat, Danone Aqua, penyedia air minum dalam kemasan di Indonesia menjalankan program Aqua Lestari dengan program Pengembangan Daur Ulang Limbah (Peduli). Pimpinan Danone Aqua, Parmaningsih Hadinegoro mengatakan bahwa komitmen untuk mencapai Indonesia yang lebih sehat tersebut diwujudkan dalam berbagai inisiatif Aqua lestari. Aqua Lestari adalah payung program CSR yang dikembangkan Aqua Group sejak tahun 2006 sebagai perwujudan visi dan komitmennya dalam mengelola operasional secara bertanggung jawab demi keberlanjutan bisnis dan lingkungan serta kesejahteraan para pemangku kepentingannya. Terdapat 4 pilar dalam Aqua Lestari, yaitu pelestarian air dan lingkungan, praktik perusahaan ramah lingkungan, pengelolaan distribusi produk, serta pelibatan dan pemberdayaan masyarakat. Empat pilar tersebut diwujudkan dengan melaksanakan berbagai program sosial dan lingkungan di hulu dimana sumber air Aqua berada hingga wolayah hilir. “Komitmen tersebut kami implementsikan dengan pengelolaan sumber daya air dari hulu sampai ke hilir yang terintegrasi untuk memberikan kesehatan bagi masyarakat dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dari sisi hulu, kami melakukan pengelolaan sumber daya air dan dari sisi hilir adalah pengelolaan sampah plastik yang terintegrasi,” tuturnya. Dalam pengelolaan sampah plastik, lanjut Permaningsih, dimulai dengan program Peduli yang dilakukan sejak tahun 1993, dengan mengubah sampah plastik menjadi nilai ekonomis. Pada 2011, Aqua melanjutkan program tersebut dengan kampanye “Mulai Hidup Sehat dari Sekarang” dan dilanjutkan dengan kampanye “Semua Berawal dari Kita” pada tahun ini dengan mengajak setiap orang untuk membantu mengurangi volume sampah dengan menghancurkannya terlebih dahulu dan membuang sampah pada tempatnya. Direktur Eksekutif Indonesia Business Links (IBL), Yanti Triwadianti mengatakan, Aqua merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang menempatkan Reverse Vending Machine (RVM). Yanti menjelaskan, RVM adalah mesin yang mampu mencacah sampah botol plastik dan kaleng menjadi kepingan-kepingan kecil yang dibuat untuk mengedukasi masyarakat mengenai cara membuang sampah plastik yang benar. “Konsep edukasi dibuat menyenangkan untuk masyarakat, dimana jika masyarakat membuang sampah di mesin tersebut, maka RVM akan mengeluarkan voucher yang bisa ditukar dengan tiket masuk ke puncak Monas. Sejauh ini, melalui program GEMAS di Monas tersebut diperkirakan masyarakat telah membuang 9.000 sampah botol plastik dengan benar,” papar dia. Kampanye Semua Berawal Dari Kita tersebut mendapat dukungan dari beberapa figur publik yang memiliki kepedulian yang besar terhadap kesehatan, di antaranya Artika Sari Devi. Dia yang sudah terbiasa menjaga kelestarian lingkungan sejak kecil ini mengatakan bahwa dirinya sejak dulu selalu diajarkan untuk menjaga lingkungan dengan cara yang mudah yaitu dengan memilah sampah organik-anorganik, meremukkan botol plastik kosong dan membuang pada tempatnya. “Cara ini saya teruskan lagi ke keluarga kecil saya untuk selalu membuang sampah yang benar,” ungkap Artika Sari Devi dalam acara bincang santai di Pisa Cafe Mahakam.

BERITA TERKAIT

Tantangan Bekerja untuk Keadilan

Oleh: M. Sunyoto Setiap pemimpin politik punya visi tentang keadilan, setidaknya dia paham secara teoritis apa yang disebut dengan tindakan…

2018, LPDB Siapkan Rp100 M Untuk Bisnis Start Up

2018, LPDB Siapkan Rp100 M Untuk Bisnis Start Up NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengungkapkan…

Menko Polhukam - Usulan Pembentukan Densus Tipikor Untuk Kebaikan

Wiranto  Menko Polhukam Usulan Pembentukan Densus Tipikor Untuk Kebaikan Jakarta - Menko Polhukam Wiranto menyatakan usulan pembentukan Detasemen Khusus Tindak…

BERITA LAINNYA DI CSR

Jangkau Luas Rumah Layak Huni - Lagi, Yayasan Intiland Gandeng Habitat

Melanjutkan kesuksesan dalam menyediakan rumah layak huni kepada masyarakat yang tidak mampu, perusahaan properti PT Intiland Development Tbk, melalui Yayasan…

Ringkan Beban Disabilitas Tuna Rungu - Mensos Serahkan 424 Alat Bantu Dengar di Sulsel

Dalam rangka memudahkan komunikasi bagi penyadang disabilitas yang kurang mampu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 425 alat bantu dengar…

Menaklukan Soal Matematika - Siswa di Daerah Pun Kini Lebih Percaya Diri

Percaya atau tidak, terkadang sumpah serapah ada kalanya bisa menjadi kenyataan. Hal inilah yang menggambarkan pengalaman Adit, guru privat di…