Pasca Libur Lebaran, IHSG Berpeluang Menguat

NERACA

Jakarta - Pasca libur panjang Lebaran, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis berpotensi dibuka menguat setelah sebelumnya jelang libur Lebaran ditutup menguat. Indeks masih akan bergerak di level 4.144-4.150. Kendatipun demikian, indeks berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah lantaran investor belum terlalu banyak melakukan transaksi karena masih suasana libur lebaran.

Sebelumnya, direktur penilaian PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Hoesen pernah bilang, dirinya optimis IHSG akan membaik selepas libur panjang Lebaran kali ini. Dimana IHSG sesuai target diangka 4.500 diharapkan dapat dikejar pada sisa tahun ini,”Mudah-mudahan bisa tercapai, kami yakin karena banyak analis yang mengatakan bursa global punya peluang membaik hingga akhir tahun,"ungkapnya.

Dia juga mengatakan minat perusahaan untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada semester II lebih baik dibandingkan dengan paruh pertama tahun ini. Hingga kini, tercatat 13 emiten baru sudah tercatat di bursa, tujuh diantaranya listing pada Juli lalu.

Pada sisa tahun ini, tercatat ada lima perusahaan berencana untuk melakukan IPO. Diantaranya adalah perusahaan perkebunan PT Provident Agro dan PT Citra Borneo Indah, perusahaan taksi PT Express Transindo Utama dan PT Adi Sarana Armada, serta perusahaan perkapalan PT Pelayaran Nelly Dwi Putri.

Asal tahu saja, pada perdagangan Kamis akhir pekan sebelumnya (16/8), IHSG ditutup naik 18,522 poin (0,45%) ke level 4.160,508. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,149 poin (0,44%) ke level 718,569. Aksi beli selektif investor jelang hari kemerdekaan dan lebaran mampu menyelamatkan indeks dari zona merah.

Aksi beli terjadi di saham-saham lapis dua berbasis infrastruktur dan industri dasar. Penguatan ini dibuntuti oleh lima sektor lainnya. Aksi ambil untung kebanyakan dilakukan investor lokal. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 91.127 kali pada volume 3,524 miliar lembar saham senilai Rp 3,779 triliun. Sebanyak 113 saham naik, sisanya 111 saham turun, dan 101 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Telkom (TLKM) naik Rp 550 ke Rp 9.800, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 52.000, Bayan (BYAN) naik Rp 500 ke Rp 12.000, dan Indosat (ISAT) naik Rp 375 ke Rp 5.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indomobil (IMAS) turun Rp 250 ke Rp 5.500, Mitra Adi (MAPI) turun Rp 150 ke Rp 7.050, London Sumatera (LSIP) turun Rp 125 ke Rp 2.575, dan Surya Citra (SCMA) turun Rp 100 ke Rp 10.250.

Pada perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik tipis 3,835 poin (0,09%) ke level 4.145,821. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,547 poin (0,22%) ke level 716,967. Aksi ambil untung banyak terjadi di saham-saham unggulan berbasis agrikultur dan konstruksi. Dua sektor tersebut masing-masing melemah lebih dari satu persen.

Sementara aksi beli terjadi di saham-saham lapis dua berbasis infrastruktur dan industri dasar. Penguatan dibuntuti oleh lima sektor lainnya. Aksi ambil untung kebanyakan dilakukan investor lokal.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 46.466 kali pada volume 1,666 miliar lembar saham senilai Rp 1,647 triliun. Sebanyak 77 saham naik, sisanya 104 saham turun, dan 106 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 20.950, Telkom (TLKM) naik Rp 400 ke Rp 9.650, Golden Energy (GEMS) naik Rp 250 ke Rp 2.850, dan Unilever (UNVR) naik Rp 200 ke Rp 25.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indomobil (IMAS) turun Rp 250 ke Rp 5.500, London Sumatera (LSIP) turun Rp 150 ke Rp 2.550, Astra Agro (AALI) turun Rp 150 ke Rp 21.850, dan Supreme Cable (SCCO) turun Rp 100 ke Rp 4.900.

Kemudian pada awal perdagangan, indeks BEI di buka naik tipis 1,52 poin atau 0,04% ke posisi 4.143,50. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,38 poin (0,05%) ke level 715,81, “IHSG bergerak 'sideways' dengan menguat didorong dari bursa kawasan regional," kata Kepala Riset Samuel Sekuritas, Christine Salim.

Sementara analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menambahkan, IHSG menguat masih dipicu sentimen dari regional, data produk domestik bruto (PDB) Jerman dan Perancis lebih baik dari konsensus menjadi salah satu pendorong indeks menguat.

Tercatat bursa regional Kamis akhir pekan lalu, diantaranya indeks Hang Seng menguat 46,81 poin (0,23%) ke level 20.099,10, indeks Nikkei-225 naik 112,90 poin (1,26%) ke level 9.037,52 dan Straits Times menguat 9,73 poin (0,32%) ke level 3.071,24. (bani)

BERITA TERKAIT

Aksi Beli Investor Bawa IHSG Menguat - Sentimen Perang Dagang Mereda

NERACA Jakarta  - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (20/9) ditutup menguat sebesar 57,66 poin…

IHSG KEMBALI MENGUAT

Pekerja mengepel lantai di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (19/9).…

Tren IHSG Masih Berada di Zona Merah - Sentimen Negatif Perang Dagang

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (18/9) ditutup melemah 12,46 poin masih…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…