Kecelakaan Arus Mudik Masih Tinggi

NERACA

Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri melaporkan lebih dari 600 korban jiwa tewas dalam kecelakaan selama arus mudik tahun 2012. Ada banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan. Faktor terbesar dari kecelakaan tersebut adalah kesalahan manusia.

Menurut Ketua Harian Shift II, Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu, Kementerian Perhubungan, Adolf R. Tambunan tercatat ada 638 korban meninggal dunia dalam 3.600 kecelakaan.

Selain lebih dari 600 korban jiwa, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyatakan ada 994 korban luka berat serta 3.444 korban luka ringan. Hingga H+1 Lebaran pada 21 Agustus 2012, kerugian materi dari kecelakaan-kecelakaan tersebut mencapai Rp 7,45 miliar. Kementerian Perhubungan menyatakan ada 3.452 kecelakaan sejak H-8 sampai H2 Lebaran.

Jumlah kecelakaan terbanyak dilaporkan terjadi pada H-3 Lebaran, yaitu pada 16 Agustus 2012. Akibat kecelakaan di hari itu, 54 orang meninggal dunia.

Sedangkan 90 korban mengalami luka berat dan 329 orang mengalami luka ringan. Jumlah korban meninggal paling banyak kala kecelakaan mudik pada H-4 Lebaran, yaitu sebanyak 66 korban jiwa.

Pada H1 Lebaran, ada 303 kecelakaan yang menewaskan 52 orang. Dilaporkan ada 123 korban luka berat dan 325 korban luka ringan akibat kecelakaan lalu lintas pada hari tersebut. Kepolisian melakukan Operasi Ketupat di wilayah-wilayah Prioritas I serta Prioritas II. Yang termasuk dalam Prioritas I Operasi Ketupat adalah wilayah Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Polda Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, serta Sulawesi Selatan.

Dari data Korlantas pada H8 Operasi Ketupat yang dilaksanakan Sabtu, 18 Agustus 2012, jumlah kecelakaan tertinggi ada di Jawa Tengah. Korlantas melaporkan ada 114 kecelakaan yang menewaskan 13 orang di Jawa Tengah. Jumlah kecelakaan lalu lintas pada hari tersebut mencapai 285 kejadian. Lebih dari 200 kecelakaan itu telah mengakibatkan 40 korban jiwa, 76 korban luka berat, serta 336 korban luka ringan.

Untuk wilayah-wilayah Prioritas II, kecelakaan paling banyak terjadi di Sumatera Utara. Pada 18 Agustus 2012, tercatat ada 26 kecelakaan yang menewaskan tujuh orang. Pada hari tersebut, ada 88 kecelakaan lalu lintas di 21 wilayah Prioritas II. Kecelakaan-kecelakaan tersebut merenggut 22 nyawa dan mengakibatkan 36 korban luka berat serta 52 korban luka ringan.

Penyebab Kecelakaan

Polri mencatat angka kecelakaan lalu lintas pada arus mudik lebaran 2011 masih tinggi. Bahkan meningkat hingga 36,21% dibandingkan tahun lalu. Kepala biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal I Ketut Untung Yoga Ana menjelaskan, penyebab utama kecelakaan adalah kesalahan manusia.

"Kesalahan manusia itu terjadi karena kualitas sumber daya manusianya yang buruk. Pengguna jalan yang tertib dan sikap berlalu lintas yang baik, serta kemampuan pengguna jalan dalam memaknai rambu lalu lintas yang ada, itu akan sangat membantu menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas," ujar Yoga.

Menurutnya, keselamatan di jalan raya tergantung pada lima faktor. "Lima faktornya yaitu manajemen kesalamatan, infrastruktur yang berkesalamatan, moda transportasi yang layak, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengguna jalan yang tertib dan baik, serta tindakan pasca kecelakaan."

Selain kesalahan manusia, ada penyebab kecelakaan lainnya. Antara lain, sarana infrastruktur dan kondisi transportasi yang tidak layak. Namun, hal itu akan bergantung pada faktor manusia yang melaju di jalanan. "Memaksakan tetap berkendara saat kondisi fisik sudah tidak sehat atau mengantuk juga sering mengakibatkan kecelakaan lalu lintas," kata Yoga.

Meski angka kecelakaan dan korban jiwa para pemudik bermobil tidak setinggi pengguna kendaraan roda dua, tapi tentu Anda tidak lupa betapa banyaknya kendaraan yang berbagi ruas jalan yang dilewati. Itu pun belum termasuk populasi masyarakat di sekitar wilayah yang Anda lewati yang biasanya relatif lebih ramai jelang perayaan Lebaran.

Menurut Mukiat Sutikno, Vice President Director PT Hyundai Mobil Indonesia menjelaskan, umumnya petaka menimpa pemudik bermobil adalah ketika mereka tidak menghiraukan kondisi ban. Banyak yang masih menganggap, ban hanya sebagai partitur pelengkap kendaraan (mobil). Padahal, ban dengan kualitas buruk membahayakan pengemudi dan penumpang, apalagi dalam kondisi peningkatan volume kendaraan saat perjalanan mudik.

Saran Mukiat, untuk mengemudi selama lebaran, ada baiknya tekanan ban selalu diperiksa dan dijaga. "Kalau kondisi ban botak, lebih baik langsung diganti karena akan sangat berbahaya. Selain itu lebih baik mengecek terlebih dahulu detail kondisi mobil di bengkel terdekat, agar perjalanan menjadi lancar dan nyaman," ujar Mukiat.

Sedangkan menurut Jusri Pulubuhu, Technical Director Jakarta Defense Driving Clinic (JDDC) saat diwawancarai Harian Neraca mengatakan faktor terbesar yang memicu kecelakaan adalah Human Error. Ia mengatakan, 93% kesalahan manusia mendominasi sebab terjadinya kecelakaan, dan mayoritas sering terjadi di jalan tol atau jalanan yang dianggap bebas hambatan.

Pria yang mengaku pernah bergelut di dunia balap mobil ini mengatakan, jalan tol atau jalur alternatif sering disalah artikan sebagai jalur bebas rintangan atau kemacetan. "Justru kontur jalanan seperti ini banyak memakan korban," ujar Jusri.

Seharusnya, lanjut Jusri, banyak peringatan yang wajib diperhatikan oleh pengemudi. Mulai dari sudut kemiringan yang terkadang menurun tajam, bahkan banyaknya tikungan dan tanjakan dadakan harus menjadi peringatan pengendara. Ini disebut Momentum Inersia. "Momentum inersia ini membuat kendaraan yang kondisinya tanpa digas bisa menggelinding, apalagi mereka yang memacu kendaraanya dengan super cepat, pasti susah untuk mengendalikannya," jelasnya lagi.

Selain itu, walaupun fitur mobil sudah mewah dan canggih, serta kondisi cuaca alam yang mumpuni, namun belum bisa dikatakan aman dalam mengemudi. Pengguna jalan harus senantiasa memperhatikan kondisi fisik, pemahaman tentang aturan lalu lintas, pemahaman teknik mengoperasikan mobil.

Untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan di jalan, Jusri menyarankan kepada pengemudi sebaiknya sering mempelajari buku dari produsen mobil, mematuhi peraturan lalu lintas, dan tidak melaju dengan 'gaya gila' di jalanan, serta senantiasa memonitoring performa kendaraan Anda.

Sedangkan menurut Rifat Sungkar, Atlet Motor Sport Indonesia atau Pereli kelahiran 22 Oktober 1978 ini mengatakan, faktor utama pemicu selamat tidaknya saat mengemudikan mobil dengan perjalanan jauh adalah attitude. Berkendara mobil dengan gaya terlalu agresif bisa menjadi malapetaka bagi pengemudi, penumpang, bahkan pengendara mobil lain. "Mobil canggih dan baru belum tentu menentukan keselamatan berkendara loh!" celoteh Rifat Sungkar.

Duta Safety Driving Indonesia oleh FIA dan UNESCO ini menegaskan, pengemudi dituntut lebih menghargai pengguna jalan lain. Ruas jalan dan lalu lintas selalu memiliki fase dan ritme. Memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi maupun kecepatan kalem, bukan cara 'sehat' dalam berkendara. Keduanya bisa mengggangu ritme berkendara pengemudi lain.

BERITA TERKAIT

Sumbangan Devisa Pariwisata Masih Terbatas

      NERACA   Padang - Bank Indonesia (BI) menilai sumbangan sektor pariwisata terhadap cadangan devisa Indonesia, masih relatif…

Analis Bilang Koleksi Saham Sektor Konsumer - Daya Beli Masih Positif di Tahun Depan

NERACA Jakarta - Pelemahanan daya beli masyarakat hingga paruh pertama tahun ini yang di luar perkiraan banyak pihak, perlahan menunjukkan…

BI : Kredit Baru Masih Melambat

NERACA Jakarta - Bank Indonesia melalui survei perbankan melihat pertumbuhan kredit baru perbankan pada triwulan III 2017 masih melambat, terutama…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Brio Satya Jadi Model Terlaris Honda Pada September 2017

Honda mencatatkan angka penjualan kendaraan sebanyak 15.112 unit sepanjang bulan September 2017. Penjualan tersebut didukung beberapa model andalan, terutama Brio…

Diskon Besar

Federasi pembuat mobil Jerman memperkirakan adanya kenaikan penjualan mobil tahun 2017 menyusul langkah cepat konsumen untuk membeli mobil baru yang…

Crown Rancangan Ulang Dipamerkan di Tokyo Motor Show

Toyota Motor Corporation (TMC) dijadwalkan akan memamerkan Crown Concept, sedan mewah Toyota yang dirancang ulang dari nol, di Tokyo Motor…