Mudik Bareng untuk Kurangi Kecelakaan Lalu Lintas - Musibah di Jalan Masih Tinggi

Mungkin anda masih ingat kejadian ritual mudik tiga tahun lalu. Ketika itu pemudik dari Jakarta terjebak dalam kemacetan di daerah Cirebon sekitar 36 jam. Saat itu, terjadi banyak kecelakaan lalu lintas. Meskipun pada tahun ini kemacetan tidak separah pada tiga tahun lalu, namun tetap saja terjadi angka kecelakaan yang cukup tinggi. Untuk mengatasi itu, berbagai perusahaan mengadakan program mudik bareng.

NERACA

Sungguh tidak nyaman mudik dalam kondisi macet seperti itu. Dalam keadaan demikian pihak kepolisian mengalihkan arus lalu lintas ke jalur alternatif.

Namun karena jalur alternatif itu jalannya tidak semulus jalan utama, maka sangat wajarlah jika kemudian terjadi banyak kecelakaan. Hal itu karena jalan alternatif itu tidak diaspal mulus, banyak berlubang-lubang dan tidak ada penerangan jalan.

Justru kondisi jalan alternatif yang dalam kondisi rusak itu, tidak ada penerangan jalan, ditambah faktor kelelahan para pemudik membuat mereka tidak bisa lepas dari kejadian kecelakaan.

Nah, untuk mencegah terjadinya berbagai kecelakaan lalu lintas yang demikian banyak seperti itu, maka berbagai perusahaan mengadakan mudik bareng dengan para pelanggannya.

Yang memelopori acara mudik bareng itu antara lain Honda, Yamaha, Indofood, dan berbagai produk konsumer lainnya.

PT Astra Honda Motor (AHM), misalnya, akan mengangkut 1.200 sepeda motor dalam program mudik dan balik bareng Honda dari Jakarta-Semarang dan Jakarta-Yogyakarta.

"Kami menyiapkan 24 truk pengangkut sepeda motor pemudik dan 58 bus penumpang," kata GM Divisi Honda Customer Care Centre AHM, Istiyani Susriyati,di Jakarta, Rabu (25/7/2012).

Angka kecelakaan lalu lintas itu masih tetap tinggi, meskipun Kementerian Pekerjaan Umum mengatakan persiapan infrastruktur untuk jalur mudik Lebaran 2012 lebih baik daripada tahun lalu.

“Kondisi jalan untuk arus mudik Lebaran 2012 jauh lebih siap daripada kondisi jalan pada tahun lalu,” kata pejabat Kementerian PU.

Dalam menghadapi Lebaran 2012, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perhubungan dan Kepolisian RI melakukan koordinasi terkait dengan infrastruktur jalan, perhubungan serta pengaturan lalu lintas.

Hal itu dikatakan Dirjen Bina Marga Joko Murjanto di Kementerian PU, (18/7). Dia berbicara didampingi oleh Direktur Keselamatan Transportasi Darat Hotma Simanjuntak dan Kepala Korps Lantas Polri Irjen Pol Pudji Hartanto.

Menurut Joko, pada musim Lebaran tahun ini kondisi jalan tidak ada yang mengkhawatirkan, dan perbaikan jalan sudah hampir semuanya selesai.

”Kebetulan arus mudik tahun ini jatuh pada musim kemarau, sehingga tidak ada jalan terancam longsor seperti ketika musim mudik Lebaran jatuh pada musim penghujan,” katanya.

Menurut dia, titik-titik lalu lintas yang kini sedang dalam perbaikan adalah di Jembatan Kabuyutan dan Ciregol yang diharapkan sudah selesai perbaikannya pada 5 Agustus, atau dua pekan sebelum Hari Lebaran.

Menurut Simanjuntak, pada tahun ini diperkirakan pengguna jalan yang akan mudik berjumlah sedikitnya 5,6 juta orang atau meningkat 1,3% dibandingkan pada tahun lalu.

Sedangkan pengguna moda transportasi sungai, danau, dan penyeberangan meningkat 4,2%, pengguna kereta api meningkat 16,32% dibandingkan tahun lalu dari 1,9 juta penumpang menjadi 2,2 juta penumpang. Sedangkan pengguna sepeda motor naik 6,16% dan mobil pribadi naik 5,6%. Kecuali untuk moda kereta api, untuk moda yang lain dia tidak mempunyai data yang akurat.

Pudji Hartanto mengatakan angka kecelakaan di seluruh Indonesia yang terjadi pada tahun lalu sekitar 1,6 juta kejadian atau meningkat 30% dibandingkan dengan kejadian kecelakaan pada 2010.

Menurut dia, kecelakaan itu lebih banyak terjadi di jalur pengalihan lalu lintas yang kondisi jalannya tidak begitu baik, tidak ada lampu penerangan jalan atau karena kondisi pemudik yang kelelahan di jalan.

”Bayangkan saja, pemudik yang biasanya hanya naik motor dari rumah ke kantor dan sebaliknya, harus menempuh perjalanan panjang dari Jakarta ke Semarang yang jaraknya ratusan kilometer. Tentu saja akan kelelahan,” katanya.

Untuk mengatasi hal itu, katanya, pihaknya menyarankan pemudik untuk menggunakan 300 bus mudik yang disediakan oleh Asuransi Jasa Raharja, mudik bareng gratis yang disediakan oleh perusahaan-perusahaan.

Dia menyarankan juga agar pemudik yang hendak menggunakan sepeda motornya di daerah asalnya, mengirim sepeda motor itu menggunakan kapal TNI-AL atau truk yang disediakan pemerintah.

”Hal ini akan bisa mengurangi angka kecelakaan,” katanya.

Menurut Pudji, meskipun kejadian kecelakaan pada tahun lalu naik, namun secara kuantitas jumlah yang meninggal menurun dengan 9%.

”Tahun ini kami harapkan, jumlah kecelakaan menurun dan jumlah yang meninggal pun menurun,” katanya.

Sebelumnya Menteri PU Joko Kirmanto meminta agar pekerjaan jalan di sejumlah jalan nasional sudah berhenti pada H-10 menjelang Hari Raya Idul Fitri. Joko mengatakan itu seusai rapat koordinasi persiapan menyambut bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Joko menginstruksikan kepada Ditjen Bina Marga untuk menghentikan seluruh kegiatan perbaikan pada H-7 atau H-5, sehingga tidak mengganggu jalur mudik Lebaran.

Namun betapa pun infrastruktur jalan telah dipersiapkan secara lebih matang daripada persiapan tahun lalu, namun faktor manusia tetap menjadi faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan.

Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri melaporkan lebih dari 600 korban jiwa tewas dalam kecelakaan selama arus mudik tahun 2012. Ada banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan. Faktor terbesar dari kecelakaan tersebut adalah kesalahan manusia.

Menurut Ketua Harian Shift II, Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu, Kementerian Perhubungan, Adolf R. Tambunan tercatat ada 638 korban meninggal dunia dalam 3.600 kecelakaan.

Selain lebih dari 600 korban jiwa, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyatakan ada 994 korban luka berat serta 3.444 korban luka ringan.

Hingga H+1 Lebaran pada 21 Agustus 2012, kerugian materi dari kecelakaan-kecelakaan tersebut mencapai Rp 7,45 miliar. Kementerian Perhubungan menyatakan ada 3.452 kecelakaan sejak H-8 sampai H2 Lebaran. Jumlah kecelakaan terbanyak dilaporkan terjadi pada H-3 Lebaran, yaitu pada 16 Agustus 2012. Akibat kecelakaan di hari itu, 54 orang meninggal dunia.

Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas tahun lalu terdapat 2.535 kecelakaan dengan rincian 400 meninggal dunia, 655 luka berat, dan 1.634 luka ringan.

"Dibandingkan dengan hari yang sama dengan tahun lalu jumlah kecelakaan menurun 8,9 persen dan jumlah korban meninggal dunia juga menurun 0,5 persen," jelasnya.

(agus/dbs)

BERITA TERKAIT

BPS: NPI Masih Defisit di Agustus 2018 - MESKI EKSPOR TUMBUH, LAJU IMPOR LEBIH DERAS

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data neraca perdagangan Indonesia (NPI) sepanjang Agustus 2018 mengalami defisit sebesar US$1,02 miliar, menurun sedikit…

Ombudsman Masih Temukan Indikasi Maladministrasi di Sukamiskin

Ombudsman Masih Temukan Indikasi Maladministrasi di Sukamiskin NERACA Bandung - Ombudsman Republik Indonesia masih menemukan adanya indikasi maladministrasi di Lembaga…

BI Bantah Pembatasan Valas untuk Atur Devisa

    NERACA   Padang - Bank Indonesia (BI) menyampaikan aturan tentang membawa valas atau uang asing ke dalam dan…

BERITA LAINNYA DI

Pemerintah Terus Berupaya Perluas Pasar Ekspor Otomotif

Pemerintah tengah berupaya menggenjot nilai ekspor produk manufaktur dalam upaya memperbaiki perekonomian nasional. Hal ini seiring implementasi peta jalan Making…

New Honda HR-V Terjual 3.445 Unit Agustus 2018

New Honda HR-V terjual sebanyak 3.445 unit pada Agustus 2018 dengan rincian sebanyak 2.925 unit berasal dari New Honda HR-V…

Empat Warna Baru Dihadirkan untuk All New Satria F150

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memberikan penyegaran kepada motor All New Satria F150, dengan menghadirkan empat pilihan warna baru, yaitu…