Gelar Sir dan Produk Halal - Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah : Azyumardi Azra

NERACA

Bagi pria kelahiran Lubuk Alung, Sumatera Barat ini, kesederhanaan dan kerendahan hati menjadi ciri keperibadian dirinya. Dialah Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra, seorang Cendekiawan Muslim dengan segudang penghargaan skala nasional dan internasional.

Dedikasi dan konsistensi dirinya dibidang keilmuan dan keagamaan telah dibuktikan, dengan terpilihnya ia sebagai orang Indonesia yang mendapat penghargaan sebagai Commander of The Order of The British Empire (CBE) dari Ratu Inggris Elizabeth II. Si anak Lubuk Alung pun berhak menyandang gelar bergensi, Sir, sejak 28 September 2010.

Mantan Rektor pada Universitas Islam Nasional (UIN) Syarif Hidayatullah ini, dinilai telah memberi kontribusi besar dalam membangun hubungan yang harmonis antar umat beragama di dunia, khususnya antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Inggris.

Rekam jejak penilaian Kerajaan Inggris dimulai ketika dirinya menjadi Dewan Penasehat Islam (Islamic Advisory Council) antara Indonesia dan Inggris, yang dibentuk pada Maret 2006 silam.

Dibawah nahkodanya, ia aktif menggelar pelbagai kegiatan, baik di Inggris dan Indonesia dalam rangka memperkuat dan memberdayakan hubungan yang damai, antara masyarakat muslim maupun dengan agama lainnya.

Tradisi penghargaan yang dimulai sejak kepemimpinan George Frederick Ernest Albert (George V) tahun 1917. Ia membagi lima tingkatan penghargaan. Yaitu Knight Grand Cross of the Order of the British Empire (GBE), Knight Commander of the Order of the British Empire (KBE), Commander of the Order of the British Empire (CBE), Officer of the Order of the British Empire (OBE), dan Member of the Order of the British Empire (MBE).

Dan Azyu akrab ia disapa, menerima gelar kehormatan, Commander of the Order of The British Empire dari Ratu Inggris Elizabeth II yang membanggakan bangsa dan negara Indonesia.

Sosok ayah dengan empat orang putra, yaitu; Raushanfikri Usada, Firman El-Amny Azra, Muhammad Subhan Azra, dan Emily Sakinah Azra, buah pernikahannya dengan Ipah Farihah memang pantas menerimanya.

Sebagai pemikir Islam pembaharu, Azyu memiliki pandangan dalam pendekatannya mengenai keislaman. Ia menilai bila pendekatannya tidak berdasarkan fanatisme dalam bermazhab, dan memahami agama dalam persepsi pelbagai bidang, termasuk ekonomi.

Ia mencontohkan seputar sosialisasi produk halal yang dilakukan banyak negara. Untuk meningkatkan penetrasi pasar produk-produk halal Indonesia, jelas Azyu, pemerintah sudah semestinya memfasilitasi promosi produk tersebut, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, agar produk-produk asal Indonesia tidak kalah bersaing dengan negara-negara lain, seperti yang dilakukan Malaysia.

Negeri jiran itu menggelar pameran produk halal dengan mengusung, Malaysia Halal Food Festival, pada tanggal 11-20 Mei 2012 lalu di Kawasan Muslim Xi’an, China. Bersama belasan perusahaan asal Malaysia, produk sandang dan pangan dari hasil pertanian dan kelautan dari kalangan Industri Kecil Menengah (IKM) bernafaskan Islam mampu digenjot.

“Pemerintah dan MUI harus semakin meningkatkan sinergi dalam mengangani pangan halal ini,” ujarya, dan masing-masing pihak harus mengoptimalkan perannya. MUI sebagai lembaga pelaksana sertifikasi dan pemberi fatwa, “Sedangkan pemerintah dengan anggarannya harus lebih meningkatkan promosi produk halal agar produk nasional kita terutama dari kalangan industri kecil menengah (IKM) dapat meningkatkan daya saing,” tegasnya.

Menurut Azymardi Azra, langkah yang dilakukan pemerintah Malaysia, Singapura atau Thailand dengan mempromosikan produk halal, dan dipadu dengan promosi pariwisata, patut pula dilakukan pemerintah Indonesia. “Tanggung jawab promosi produk halal asal Indonesia tidak hanya menjadi beban MUI yang tidak memiliki anggaran. Pemerintah harus lebih proaktif,” ungkap Azyu berharap.

BERITA TERKAIT

Strategi Perkuat Basis Investor Milenial - Kemudahan dan Produk Terjangkau

NERACA Solo – Relaksasi dan kemudahan dalam membuka rekening efek, khususnya investasi reksadana di pasar modal membuahkan hasil pada pertumbuhan…

Kemenperin Rancang Insentif, Indeks dan Inovasi Industri 4.0

NERACA Jakarta – Pemerintah telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 untuk kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0. Peta jalan…

Permen KP 56/2016 Demi Lindungi Stok Kepiting dan Rajungan

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluruskan anggapan keliru terkait pemberlakuan Permen KP No. 56 tahun 2016. Direktur…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Selamatkan Masa Depan 250 Ribu Siswa Keluarga Ekonomi Lemah

KCD Wilayah III‎ Disdik Jawa Barat, H.Herry Pansila M.Sc    Saatnya Untuk selamatkan 250 Ribu Siswa dari Keluarga Ekonomi tidak…

Aktivis Masjid Yang Kini Menjabat Sebagai Menteri - Idrus Marham, Menteri Sosial Republik Indonesia

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dilantik sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Perjalanan karier Idrus sebagai…

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…