Menekan Biaya Pengobatan Diabetes - Dengan Kontrol Gula Darah

Pemeriksaan gula darah secara mandiri (PGDM) hendaknya dapat dilakukan secara mandiri setiap saat oleh penderita diabetes, tanpa harus ke laboratorium. Pemeriksaan secara mandiri lebih praktis dan murah dibandingkan dengan pemeriksaan di laboratorium.

NERACA

Diabetes merupakan penyakit seumur hidup. Biaya perawatan yang menyertai pun cukup besar. Dengan pengendalian yang baik, beban biaya dapat dikurangi,bahkan dihindari. Pemantauan gula darah yang rutin menjadi kuncinya.

Prof. Dr. dr. Sri Hartini KS Kariadi di Jakarta, mengatakan, "Pemantauan gula darah mandiri (PGDM) dapat menekan biaya dan mencegah risiko munculnya komplikasi pada penderita diabetes tipe 2 mencapai 32% dan menurunkan kematian lebih rendah 52%," tuturnya.

Diabetes dapat dikelola dengan perawatan yang teratur namun biaya perawatan penyakit ini cukup rumit dan mahal. Salah satu metode yang dapat menekan biaya pengeluaran adalah dengan menggunakan alat tes gula darah mandiri, atau lebih dikenal dengan glukosa meter.

"Dengan melakukan cek gula darah yang rutin, pasien dapat lebih mengerti mengenai kondisi tubuhnya dan dokter yang memantau dapat memberikan perawatan yang lebih efektif dan efisien", ujar Prof. Sri.

Pemeriksaan gula darah secara mandiri hendaknya dapat dilakukan secara mandiri setiap saat oleh diabetesi, tanpa harus ke laboratorium. ”Biasanya pemeriksaan dilakukan sebelum makan atau 2 jam sesudah makan,” tuturnya.

Sri menyeruhkan, agar para diabetesi memiliki sendiri alat tes gula darah. Metode ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan pemeriksaan laboratorium, hanya membutuhkan waktu 5 detik untuk mendapat pembacaan gula darah.

Pemantauan gula darah secara rutin dapat mencegah diabetesi terhindar dari risiko komplikasi yang bisa muncul. Seperti serangan jantung, stroke, amputasi, kebutaan, dan cuci darah akibat gagal ginjal, tuturnya.

Pemantauan secara rutin bagi penderita diabetes dapat membantu pasien merasa lebih baik dan tetap sehat.“Menjaga kadar gula darah mendekati normal dapat mengurangi risiko masalah pada jantung,mata, ginjal,dan saraf. Itu komplikasi yang sering terjadi pada diabetesi,” ungkapnya.

Dalam praktik perawatan diabetes,ada dua jenis tes yang digunakan untuk mengetahui kondisi metabolisme gula darah pasien, yaitu pengukuran A1C dan pengukuran kadar gula darah itu sendiri.

Tes A1C merupakan tes laboratorium yang sering dilakukan untuk mengukur kondisi metabolisme gula darah secara umum dalam dua hingga tiga bulan terakhir. “Pemeriksaan A1C merupakan cara yang digunakan untuk menilai efek perubahan terapi 8–12 minggu sebelumnya.

Business Head dari Unit Bisnis Diabetes Care PT. Roche Indonesia, Magdalena Vandry mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki oleh Unit Bisnis Diabetes Care PT Roche Indonesia, pasien diabetes yang melakukan pemantauan gula darah mandiri secara rutin dengan Accu-Chek hanya mengeluarkan biaya kurang lebih Rp 700.000 per bulan dengan melakukan tes 8 kali selama satu bulan.

Frekuensi tes tersebut yang umum dilakukan pasien diabetes tipe 2 yang mendapat pengobatan tablet oral penurun gula darah, tutur Magdalena.

Dia mengatakan, dibandingkan dengan biaya hemodialysis (cuci darah) di Indonesia yang mencapai lebih dari Rp 115 juta per tahun, jika dilakukan 3 kali seminggu. Hal tersebut berarti persentase biaya pemantauan gula darah selama satu tahun, hanya sekitar 1% dibandingkan dengan biaya cuci darah dalam setahun yang lebih tinggi.

Namun harus diingat oleh pasien bahwa ketika memilih alat glukosa meter, selain mutu alat, juga harus diperhatikan layanan purna jual. Bagi Accu-Chek, hubungan antara kami sebagai produsen dan konsumen adalah ikatan seumur hidup, dengan ditandai garansi alat yang diberikan adalah seumur hidup.

"Karena itu layanan yang kami berikan kepada pelanggan, jaringan distribusi strip tes habis pakai, penanganan perawatan alat, dan kecepatan penggantiaan produk rusak, merupakan prioritas utama kami dalam membangun bisnis ini, jelas Magdalena.

Roche Diabetes Care adalah pionir dalam pengembangan sistem monitor gula darah dan penyediaan perawatan diabetes terdepan. Roche menyediakan produk dan layanan inovatif berupa alat monitor gula darah, pengelolaan data sampai pemakaian insulin.

Selama lebih dari 30 tahun, melalui Accu-Chek, Roche menunjukkan komitmen untuk mempermudah hidup pasien diabetes sehingga bisa hidup senormal mungkin serta membantu profesional medis mengelola kondisi pasien secara lebih optimal. Rangkaian produk Accu-Chek menyediakan solusi lengkap untuk penatalaksanaan diabetes yang lebih nyaman, efektif, dan efisien, ungkap Magdalena.

BERITA TERKAIT

RAKER BANGGAR DENGAN MENTERI KEUANGAN

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen, Senayan,…

Said Abdullah: Currency War Menekan Mata Uang Rupiah

Said Abdullah: Currency War Menekan Mata Uang Rupiah   NERACA Jakarta - Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah memperkirakan…

Tiga Bank Lokal Minta Izin Kerjasama dengan WeChat dan Alipay

  NERACA Jakarta -  Bank Indonesia (BI) menyebutkan setidaknya ada tiga bank domestik yang sudah mengajukan izin kerja sama dengan…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Mengurai Fakta di Balik Sit Up Bisa Kecilkan Perut Buncit

Tak ada orang yang ingin punya perut buncit. Pasalnya perut buncit dianggap akan mengurangi penampilan seseorang. Hanya saja sayangnya, mengecilkan…

'Menyelamatkan' Stok ASI di Kulkas Ketika Listrik Padam

Ketika listrik padam, ibu menyusui langsung merasa panik. Apalagi mereka yang punya banyak stok ASI perah dalam lemari es. Bagi…

Berbagai Manfaat Telur Rebus untuk Kesehatan

Ada banyak cara untuk mengolah telur. Setiap cara pengolahan telur menawarkan manfaat kesehatan yang berbeda untuk tubuh. Merebus telur adalah…