Pedagang Uang Kuasai Jasa Penukaran

NERACA

Jakarta—Layanan penukaran uang receh yang dibukan Bank Indonesia di Lapangan Parkir IRTI, Monas lebih banyak dikuasai para pedagang uang ketimbang masyarakat kecil. Bahkan hingga menjelang penutupan layanan 16 Agustus 2012 pukul 13.00, masih banyak pedagang uang yang memaksa untuk memborong.

Pedagang uang yang mampu meraup penukaran itu bervariasi, mulai dari Rp 16 juta hingga Rp22 juta. Para pedagang ini membawa pecahan uang Rp1000-an dan Rp2000-an hingga bertas-tas. Sebagian ada yang untuk dagang. Namun sebagian pedagang lagi untuk dibawa pulang kampung. Dari pantauan NERACA di lapangan IRTI, beberapa bank yang mulai menutup layanan itu, BTN, BRI, BNI, BNI plus, CIMB Niaga dan Bank DKI.

Akibat dominasi pedagang uang inilah membuat masyarakat kecil yang ingin menukarkan uangnya menjadi tersisihkan. Masyarakat kecil ini paling banter menukarkan uangnya dibawah satu juta rupiah. Mereka ini hanya bisa berdiam saja, saja loket penukaran ditutup. Bahkan mengaku kesal.

Sementara itu, Direktur Departemen Pengedaran Uang Bank Indonesia Adnan Juanda meminta masyarakat untuk melakukan penukaran uang pada tempat tempat resmi. Karena tempat yang tak resmi berpotensi merugikan masyarakat."Risiko yang terjadi kalau menukar uang di pinggir jalan itu kan jumlahnya dan keasliannya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jadi lebih baik datang ke tempat yang resmi," ujarnya

Sementara Deputi Direktur Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan Grup Kebijakan Pengedaran Uang, Ery Setiawan menambahkan selain berpotensi merugikan masyarakat, tindakan tersebut juga sangat mengganggu pengguna lalu lintas lainnya. "Siapa yang menjamin kalau ada selisih kurang, lebih, lalu asli, palsunya," tandas Ery.

Jadi, lanjut Ery lagi, akan lebih aman dan terjamin jika masyarakat menukar uang di outlet resmi. Apalagi penukaran ditempat resmi "Pasti asli, mestinya lebih benar. Lebih amanlah dan tidak dipungut biaya," tukasnya.

Menurut Ery, BI telah menyiapkan dana tunai khusus untuk penukaran uang sebesar Rp2 triliun. "Kita kan ada pembayaran bank, ada penukaran. Penukaran kita itu untuk BI sih sekitar Rp2 triliun secara nasional yang lewat counter penukaran. Itu termasuk yang Rp81 triliun outflow. Jadi bayaran ke bank itu sekitar Rp79 triliun, di mana yang Rp2 triliun sekian itu untuk penukaran," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Produk Citicon Kuasai Pasar Bata Ringan

      NERACA   Jakarta - Pertumbuhan infrastruktur dan properti sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia, menyusul…

Tren Peredaran Uang Palsu Menurun

  NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Suhaedi mengatakan bahwa tren jumlah uang palsu dan…

Masyarakat Diminta Tak Berspekulasi Mata Uang Digital

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengharapkan masyarakat tidak berspekulasi untuk berinvestasi di mata…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Sepakati Kerangka LCS dengan Malaysia dan Thailand

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyepakati kerangka "Local Currency Settlement" (LCS) secara bilateral dengan Bank Negara…

Dirut BTN Tegaskan IKA Undip Siap Dukung Program Pemerintah - Terpilih Ketua IKA UNDIP

  NERACA Semarang - Ikatan Alumni Keluarga Universitas Diponegoro (IKA Undip) siap mendukung pemerintah dalam menyukseskan program pembangunannya seperti infrastruktur…

Pemberdayaan Ekonomi, Bank Muamalat Gandeng Baznas

      NERACA Langkat - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meresmikan…