Kucuran Kredit BSS Capai Rp 811,8 Miliar

NERACA

Jakarta – PT Bank Sahabat Sampoerna (BSS) menegaskan penyaluran kredit sebesar Rp 811,8 miliar pada semester pertama 2012. Ini naik 26,2% dari periode pada 2011 yang hanya sebesar Rp 643,4 miliar. Dari total portofolio pinjaman, 84,9% merupakan kontribusi dari sektor UMKM. ”Kami konsentrasi pada sektor usaha mikro dan menengah. Jadi tidak ada bisnis besar yang kami layani,” kata Direktur Utama PT Bank Sahabat Sampoerna, Indra W. Supriadi, di Jakarta

Untuk bisa meng-cover lebih banyak lagi pengusaha kecil dan menengah, kata Indra, bank ini melakukan channeling dengan koperasi dan BPR yang tersebar di seluruh pulau Jawa. ”Ke depannya juga akan ada joint financing dengan koperasi. Jadi untuk total exposure channeling kita adalah Rp 400 miliar, yang sudah disimpan di bank sebesar Rp 200 miliar, dan masih ada sisa setengahnya (yang belum tersimpan),” tambahnya

Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat naik 26,6% dibandingkan periode sama tahun lalu, yaitu dari Rp 811,3 miliar menjadi Rp 1026,7 miliar di tahun ini. Komposisi DPK ini terdiri atas giro yang sebesar Rp 171,3 miliar, naik 4,7% dari periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 163,5 miliar; tabungan sebesar Rp 22,7 miliar, naik 57,1%, dari Rp 35,9 miliar di periode sama tahun lalu; serta deposito naik 31,2% dari Rp 259 miliar di tahun lalu menjadi Rp 819,8 miliar di tahun ini. ”Untuk DPK memang masih didominasi oleh deposito, tapi ke depannya kita harapkan tabungan juga akan meningkat. Dengan begitu kita bisa menekan cost of fund yang masih tinggi pada saat ini,” jelas Indra.

Sehingga Loan to Deposit Ratio (LDR) perseroan ini menjadi 77,6% pada semester pertama tahun ini. Sedangkan rasio NPL net membaik menjadi 2,4% pada semester pertama tahun ini dibandingkan pada periode sama tahun lalu yang sebesar 4,7%. ”Pertumbuhan NPL sebenarnya masih tinggi, karena rasio kecukupan modal (CAR) kita masih kecil; jadi kalau ada nasabah yang telat bayar akan sangat berpengaruh terhadap NPL,” tutur Indra. **ria

BERITA TERKAIT

Jaksa Agung Pantau Penyidikan Kredit Fiktif BRI

Jaksa Agung Pantau Penyidikan Kredit Fiktif BRI NERACA Jakarta - Jaksa Agung HM Prasetyo memantau penyidikan kasus kredit korupsi fiktif…

Bank Diminta Turunkan Biaya Operasional - RASIO KREDIT BERMASALAH TINGGI

Jakarta-Bank Indonesia mendesak perbankan untuk segera menurunkan beban biaya operasional agar suku bunga kredit juga bisa menurun seiring dengan penurunan…

KICI Bukukan Penjualan Rp 87,9 Miliar

NERACA Jakarta - PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) berhasil mencatat kenaikan penjualan hingga 20,56% di kuartal III-2017. Hal ini…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Didesak Optimalkan Komite Nasional Keuangan Syariah - Genjot Keuangan Syariah

  NERACA   Jakarta - Pemerintah perlu lebih mengoptimalkan Komite Nasional Keuangan Syariah yang dibentuk Presiden Joko Widodo, karena Indonesia…

BI Buka Transaksi Lindung Nilai Mata Uang Euro

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) membuka Transaksi "Swap" Lindung Nilai dalam mata uang non-dolar AS untuk…

Naik 24%, BTN Raih Laba Rp2 triliun

  NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. optimistis mampu mencapai target perseroan pada akhir tahun ini. Optimisme…