Semua Calon Investor Bank Mutiara Gugur

NERACA

Jakarta--Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan tidak ada calon investor PT Bank Mutiara yang memenuhi ketentuan administratif untuk melakukan pembelian seluruh saham eks Bank Century tersebut. "Proses penentuan calon yang lolos untuk tahap berikutnya terhadap tiga calon investor dihentikan, karena tiga calon tersebut tidak memenuhi syarat administratif," kata Sekretaris LPS, Samsu Adi Nugroho di Jakarta

Sebelumnya, LPS dibantu PT Danareksa Sekuritas sebagai penasihat keuangan penjualan dan konsultan hukum Assegaf Hamzah & Partner sebagai penasihat hukum transaksi mengumumkan penjualan Bank Mutiara pada 1 Februari 2012. Proses penjualan saham senilai Rp6,7 triliun tersebut dilakukan sesuai dengan amanat UU nomor 24 tahun 2004 tentang LPS.

Melalui pengumuman media massa, calon investor yang berminat untuk mendaftarkan diri diberikan kesempatan untuk melengkapi beberapa persyaratan dokumentasi kepada PT Danareksa Sekuritas paling lambat tanggal 1 Juni 2012.

Kemudian, terdapat tujuh calon investor yang menyatakan minat berpartisipasi dalam proses pembelian Bank Mutiara tersebut dan LPS telah menyampaikan Invitation Letter kepada calon peminat itu. Dari tujuh calon investor tersebut, ternyata hanya tiga calon investor yang menyampaikan dokumen registrasi.

Selanjutnya, LPS telah melakukan proses prakualifikasi terhadap ketiga calon investor tersebut berdasarkan dokumen yang disampaikan. "Calon investor yang dapat lolos adalah mereka yang dapat memenuhi kriteria yang ditetapkan dan persyaratan lain sesuai ketentuan Bank Indonesia," ujar Samsu.

Namun, dari tiga calon investor tersebut tidak ada yang memenuhi syarat dukungan kemampuan keuangan untuk melakukan pembelian seluruh saham Bank Mutiara.

Dengan demikian, menurut Samsu, maka sesuai amanat pasal 42 UU LPS, maka LPS akan membuka kembali proses penjualan saham Bank Mutiara pada waktu yang akan ditentukan kemudian.

Sebelumnya, Bank BUMN-pun ternyata belum terlalu serius merespon himbaun Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terkait penawaran Bank Mutiara. Alasanya harga eks Bank Century tersebut dinilai masih terlalu mahal. "Kalau murah harganya dan memang menarik ya kami punya minat untuk beli," kata Direktur Utama Bank BRI Sofyan Basyir di Jakarta.

Lebih lanjut Sofyan menambahkan harga yang ditawarkan Rp6,7 triliun. Karena itu minat BRI untuk membeli jadi perlu kajian lebih matang. Masalahnya harga wajarnya hanya sekitar 1,5 kali lipat dari haga buku. "Kalau harganya 1,2 hingga 1,5 kali lipat dari harga buku, kita minat untuk beli karena pasarannya memang segitu," tambahnya

Berdasarkan catatan hingga kini 99% saham Bank Mutiara dimiliki LPS setelah manajemen eks Bank Century tersebut bermasalah dan mengharuskan LPS mem-bailout sebesar Rp6,7 triliun. **cahyo/ria

BERITA TERKAIT

Aturan Saham IPO Dongkrak Investor Baru

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio menilai bahwa kajian mengenai aturan untuk meningkatkan alokasi saham bagi investor…

Komitmen Mansek Ciptakan Investor Berkualitas - Lewat Trading Challenge

NERACA Jakarta – Pentingnya peranan investor lokal dalam menjaga pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan juga kapitalisasi di pasar…

Dilema Bank Lokal

Tantangan perbankan sebagai motor pembangunan melalui penyaluran kredit saat ini semakin kompleks. Hingga Oktober 2017, kredit perbankan nasional hanya tumbuh…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Kedepankan Kepentingan Nasional - Penerapan Basel III

      NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan kerangka Basel III akan diterapkan dengan…

BI Paparkan 4 Tantangan Generasi Muda - Gelar GenBI Leadership Camp 2017

      NERACA   Bogor – Bank Indonesia (BI) mencatat ada empat tantangan utama yang harus disikapi oleh generasi…

Sequis Mencatat Kinerja Keuangan Positif di Kuartal III/2017

  NERACA   Jakarta - Director & Chief Agency Officer PT Asuransi Jiwa Sequis Life Edisjah menjelaskan, Sequis Life kembali…