Realistis Target Pertumbuhan Ekonomi 7%

NERACA

Jakarta--Rencana pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 7% realistis apabila pemerintah mengerjakan "pekerjaan rumahnya" dengan baik. "Menurut saya realistis kalau 'pekerjaan rumah' pemerintah seperti mengurangi beban subsidi, membuat subsidi tepat sasaran dan mengatasi harga minyak yang masih rentan itu bisa diatasi dengan baik," kata Pengamat Ekonomi EC-Think Telisa Aulia Falianty di Jakarta

Optimisme pemerintah juga didukung oleh komponen investasi dalam Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, baik dari penanaman modal asing maupun investasi dalam negeri.

Selain itu, revisi Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa mampu memperbaiki penyerapan belanja pemerintah pada 2013 mendatang. "Kalau dari konsumsi masih stabil, ekspor juga diperkirakan membaik, karena Badan Usaha Milik Negara dan Daerah (BUMN/BUMD) diharuskan menggunakan bahan baku lokal. Kalau asumsinya jalan semua saya rasa pertumbuhan 7 % bisa dicapai," tambahnya

Menurut Telisa, target pertumbuhan yang direncanakan lebih tinggi dari APBN Perubahan 2012 tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global yang kian membaik. "Kemungkinan mencapai 7% itu bisa terjadi karena banyak lembaga internasional yang memprediksi perekonomian dunia akan 'rebound' (meningkat kembali) pada 2013," tambahnya

Telisa berharap agar dengan kondisi demikian, pemerintah konsisten menjalankan perencaan yang sudah disusun, sehingga tujuan APBN 2013 untuk menyejahterakan rakyat dapat tercapai dengan maksimal.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida S Alisjahbana menyatakan pemerintah terus mendorong investasi sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi yang dalam RAPBN 2013 ditargetkan mencapai 6,8%- 7,2%. "Perbaikan iklim investasi menjadi prioritas nasional ke tujuh dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2013," ujarnya

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terus bekerjasama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia.

Menurut Armida, kerjasama Bappenas dan BKPM bertujuan untuk menjaga momentum investasi saat ini yang mengalami pertumbuhan 12,3 persen dalam Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)/investasi. "Kemarin kan PMTB kita 12 persen, bagaimana kita menjaga momentum itu," ucapnya

BKPM berfungsi sebagai badan pelaksana, sementara Bappenas berfungsi untuk mengawal kebijakan dan target-target yang ditentukan. "Bappenas yang mengawal kebijakan, BKPM 'frontline' nya," tegasnya

Menurut Guru Besar FE Unpad ini, industri manufaktur dan industri pengolahan menjadi target investasi di Indonesia. Dia menargetkan industri-industri pengolahan agar banyak didirikan di luar Pulau Jawa. "Industri pengolahan itu supaya ada di luar Jawa," katanya.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan pemerintah akan menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2013 dalam kisaran 6,8%-7,2%. "Kita harus mencari dan menetapkan di tingkat pertumbuhan ekonomi berapa Indonesia yang akan capai di 2013," kata Agus.

Menkeu mengatakan pemerintah akan fokus mencapai angka pertumbuhan tersebut di tengah kondisi perekonomian global yang masih diliputi ketidakpastian.

Menurut dia, pemerintah menetapkan pertumbuhan pada kisaran 6,8%-7,2% setelah melakukan pembahasan dengan DPR dengan memperhatikan kondisi perekonomian dunia yang waktu itu menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan. **bari/cahyo

BERITA TERKAIT

Mitra Sociopreneurs Muda DBS Berbagi Kiat Sukses - Dukung Pertumbuhan Wirausaha Sosial

Membangun kemandirian ekonomi kaum wanita saat ini bukan lagi menjadi pilihan tetapi juga kebutuhan. Oleh karena itu, dalam rangka memberdayakan…

Proses Politik, Ekonomi dan Sosial Budaya Harus Selaras

Fauzi Aziz, Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri Transformasi Indonesia memang tidak bisa lepas dari proses politik, proses ekonomi dan proses…

Commonwealth Siapkan Akses Permodalan Praktis - Berdayakan Ekonomi Perempuan

Masih dalam rangka meningkatkan literasi serta memberikan kemudahan akses jasa keuangan kepada 40 ribu perempuan pengusaha Indonesia, PT Bank Commonwealth…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Infrastruktur jadi Senjata Pemerintah Atasi Middle Income Trap

      NERACA   Jakarta – Indonesia digadang-gadang akan keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah atau middle income trap.…

Pariwisata Digadang-gadang Bakal jadi Penyumbang Terbesar Devisa

    NERACA   Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada…

LTC Glodok Sediakan Layanan SIM dan STNK Keliling

  NERACA   Jakarta – Pusat perbelanjaan Lindeteves Trade Center Glodok (LTC Glodok) bekerjasama dengan Polda Metro Jaya mengadakan pelayanan…