Dana Bergulir Diharapkan Capai Rp4 Triliun

NERACA

Jakarta--Dana bergulir untuk pelaku koperasi dan UMKM yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB)-KUMKM pada 2013 diharapkan bisa mencapai Rp4 triliun. "Untuk tahun depan kami telah mengajukan tambahan modal sebesar Rp4 triliun untuk menunjang operasional yang semakin luas," kata Direktur Utama LPDB-KUMKM, Kemas Danial, di Jakarta, Kamis.

Pengajuan itu, menurut Kemas, telah mendapatkan sinyal yang positif baik dari Kementerian Keuangan maupun DPR meskipun sampai saat ini mereka masih terus melakukan verifikasi dan pengecekan terhadap penyaluran dana bergulir di seluruh Indonesia.

Kemas mengatakan, dana sebesar itu rencananya akan dimanfaatkan untuk membiayai usaha sektor riil yang dikelola KUMKM. "Usaha sektor riil terbukti paling potensial dalam menyerap angkatan kerja dan dapat menekan angka kemiskinan," tambahnya.

Lebih jauh Kemas menambahkan, peningkatan dana operasional (dana bergulir) dalam jumlah yang signifikan itu telah mendapatkan respon positif dari berbagai kalangan. "Anggota legislatif bahkan sudah tak ragu lagi untuk menyetujui penambahan dana yang cukup besar ini karena menurut mereka LPDB-KUMKM sebagai lembaga profesional mampu berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi," katanya.

Sampai 15 Agustus 2012 jumlah dana bergulir yang dipinjamkan mencapai Rp2.043.746.770.271 dengan jumlah mitra mencapai 1.219 yang terdiri atas koperasi sekunder, koperasi primer, perusahaan modal ventura, bank, dan UKM strategis.

Kemas berharap, jika dana bergulir untuk KUMKM ditingkatkan menjadi Rp4 triliun maka akan lebih banyak mitra yang dapat memanfaatkan dana tersebut atau mencapai lebih dari 2.600 mitra di seluruh Indonesia. Tingkat suku bunga dana bergulir sampai saat ini masih ditetapkan sebesar SBI plus 3 untuk retail dan SBI minus tiga untuk sektor riil.

Sebelumnya, Kemas menekankan total target dana serapan LPDB-KUMKM sebesar Rp1,3 triliun ini. Dengan rincian Rp500 miliar akan didapat dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) LPDB-KUMKM tahun 2012. Sedangkan dana sekitar Rp800 miliar adalah dana yang diperoleh dari dana sisa dan pengembalian dana bergulir di tahun 2011.

Lebih jauh Kemas menambahkan 2012 ini dari hasil kerjasama dengan pihak perbankan diharapkan bisa terserap dana sebesar Rp1,7 triliun lagi sehingga target LPDB-KUMKM di tahun 2012 ini, di luar dana serapan yang berasal dari APBN, ada dana sebesar Rp1,7 triliun yang diperoleh LPDB-KUMKM dari perbankan. "Saat ini sedang dalam proses negosiasi besar bunganya," tuturnya.

Nanti bagi koperasi-koperasi yang belum bankable (belum sesuai dengan permintaan kriteria perbankan), tentunya kami arahkan agar mengakses dana bergulir yang jumlahnya Rp1,3 triliun tersebut, sedangkan yang sudah bankable (sesuai dengan kriteria perbankan), kami arahkan kepada dana Rp1,7 triliun. Jadi totalnya kami targetkan kurang lebih Rp3 triliun. Total Rp1,3 triliun dana yang berasal dari APBN dan sisa serta pengembalian dana bergulir tahun lalu dan Rp1,7 triliun adalah dana dari perbankan,”paparnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Total Emisi Obligasi Capai Rp 2,47 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah membukukan total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 1 emisi dari 1 emiten senilai…

Kepercayaan Investor Bawa IHSG Capai Rekor Baru

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan…

Kocek Milik Waskita Beton Makin Tebal - Raih Pembayaran Rp 2,37 Triliun

NERACA Jakarta – Pundi keuangan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) makin tebal setelah anak usaha dari PT Waskita Karya…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Jika UU Akses Informasi Dibatalkan, Negara Merugi

  NERACA   Jakarta - Mantan Menteri Keuangan RI Muhammad Chatib Basri menyatakan bahwa negara akan mengalami kerugian bila Undang-Undang…

BRI Syariah Kucurkan KPR Sejahtera Rp1,5 triliun

      NERACA   Jakarta - BRISyariah memberikan kemudahan kepada kaum milenial untuk segera memiliki huniah perdananya. Komitmen ini…

Penyaluran Kredit BCA Tumbuh Hingga 12,3%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menumbuhkan penyaluran kredit sebesar 12,3 persen (tahun ke…