Realisasi Investasi Acuhkan Krisis Global

NERACA

Jakarta - Indonesia untuk sementara terbukti mampu mendongkrak investasi di tengah krisis global yang tak kunjung sembuh. Ketika dunia terengah-engah menahan badai krisis, pertumbuhan ekonomi Indonesia justru masih mengkilap di atas 6% dengan ditopang oleh banjirnya investasi di negeri ini. Realisasi semester I-2012 dipercaya menjadi antitesis karena mengacuhkan krisis global.

Dari catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total investasi selama semester I 2012 (Januari-Juni) telah mencapai Rp148,1 triliun, yang terdiri atas realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp40,5 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp107,6 triliun. Pencapaian tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 28,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp115,6 triliun.

Pada 2014, kebutuhan investasi Indonesia mencapai lebih dari Rp12.000 triliun. Sedangkan kontribusi pemerintah hanya sekitar 15%. Sisanya sebesar 85% atau sekitar lebih dari Rp10.000 triliun diperlukan investasi swasta, baik itu swasta lokal maupun luar negeri. Untuk itu, SBY menugaskan Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, serta Kepala BKPM untuk aktif mencari investor dalam dan luar negeri yang investasinya menciptakan lapangan pekerjaan.

Kepala BKPM Chatib Basri mengaku optimistis realisasi investasi bisa menopang laju pertumbuhan ekonomi tahun ini di saat kinerja ekspor melemah akibat krisis perekonomian global. Menurut dia, saat ini peran pertumbuhan penanaman modal di Indonesia telah mengimbangi peran ekspor sebagai sumber utama pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). “Mungkin tidak sampai menggantikan peran ekspor, tapi investasi akan membantu menopang pertumbuhan ekonomi, bisa jadi penyeimbang,” ujar Chatib di Jakarta.

Dia pun yakin investasi masih akan tumbuh kuat sampai kuartal III/2012 dan sampai akhir tahun bisa melebihi target BKPM sebesar Rp283,5 triliun. Pasalnya, krisis di zona eropa, menurut dia, baru berpotensi menekan realisasi penanaman modal pada kuartal IV/2012 atau awal tahun depan. “Kalau dilihat semester I-2012 sudah lebih dari setengah target, saya ‘khawatir’ bisa tercapai lebih,” jelasnya seraya bercanda.

Investasi Asing

Chatib juga optimis Indonesia bisa lepas dari pengaruh itu karena kecenderungan investasi global memang tengah mengarah ke kawasan Asia. Dalam hal ini, lanjutnya, Indonesia adalah salah satu dari tiga raksasa Asia yang menjadi perhatian bagi investasi asing. "Kalau kita bicara mengenai Asia, sebetulnya tiga negara besar, yakni China di Asia Timur, India di Asia Selatan, dan Indonesia di Asean. Indonesia itu ekonominya 48% dari Asean dan populasi Asean itu di Indonesia," jelasnya.

Apalagi, sambungnya, pasar Indonesia masih sangat menarik bagi investasi global karena memiliki kekuatan untuk tumbuh lebih tinggi. Dia membandingkan pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesai yang bisa tumbuh melebih India yang berkisar 5%, sedangkan Indonesia mencapai 6,3%. Untuk memperkuat masuk investasi domestik dan luar negeri, ungkapnya, BKPM akan meningkatkan koordinasi dengan kementerian lain.

Di pihak lain, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengatakan realisasi investasi pada kuartal III biasanya adalah yang paling tinggi dibandingkan kuartal lain. Dia memperkirakan realisasi investasi pada kuartal III/2012 tumbuh 20—25% dibandingkan kuartal III/2011 yang sebesar Rp65,4 triliun. Azhar optimistis realisasi investasi sampai kuartal III/2012 bisa melebihi 75% dari target realisasi investasi BKPM untuk tahun ini.

Data BKPM menyebutkan, selama kuartal II 2012, sektor usaha lima besar investasi PMDN, pertama ditempati oleh sektor industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik sebesar Rp3,8 triliun, kemudian industri kertas, barang dari kertas dan percetakan sebesar Rp2,4 triliun, tanaman pangan dan perkebunan sebesar Rp2 triliun, industri mineral dan nonlogam sebesar Rp1,9 triliun, dan industri makanan, Rp1,8 triliun.

Untuk PMA lima investasi terbesar, yaitu sektor usaha pertambangan (US$ 1 miliar), industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi (US$ 1 miliar), listrik, gas dan air (US$ 0,6 miliar), industri makanan (US$ 0,5 miliar), dan industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik (US$ 0,5 miliar).

Berdasarkan lokasi proyek, realisasi investasi PMDN terbesar yaitu Provinsi Banten (Rp3,6 triliun), Riau (Rp3,5 triliun), Jawa Timur (Rp3 triliun), DKI Jakarta (Rp2,6 triliun), dan Kalimantan Timur (Rp0,9 triliun). Pada PMA, realisasi investasi terbesar terjadi di Jawa Timur (US$ 0,9 miliar), disusul Jawa Barat (US$ 0,9 miliar), Banten (US$ 0,8 miliar), Papua (US$ 0,7 miliar), dan Kalimantan Timur (US$ 0,6 miliar).

Adapun berdasarkan asal negara, Singapura menduduki peringkat pertama, yaitu sebesar US$ 0,8 miliar, disusul Amerika Serikat, sebesar US$ 0,7 miliar, Australia US$ 0,6 miliar, Jepang US$ 0,5 miliar, dan Korea Selatan sebesar US$ 0,5 miliar. Selain itu, berdasarkan sebaran lokasi proyek pada triwulan kedua 2012, yaitu terbesar di Jawa yang mencapai Rp34,7 triliun atau 45,1% dari total realisasi investasi. Dari realisasi yang ada, penyerapan tenaga kerja meningkat 56% atau sebanyak 351.513 orang dari periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu sebanyak 225.804 orang.

BERITA TERKAIT

Hingga November 2017, Realisasi KUR 85,6%

  NERACA   Jakarta - Pemerintah mencatat realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga akhir November 2017 telah mencapai Rp91,3 triliun…

Kemenkeu Kejar Utang 22 Obligor BLBI - GLOBAL BOND JAGA ARUS KAS PEMERINTAH

Jakarta-Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu terus mengejar 22 obligor penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang hingga kini belum…

Investasi Tempat Persemaian Bagi Pertumbuhan Ekonomi

Pemerhati Ekonomi dan Industri, Fauzi Aziz   Ekonomi suatu bangsa akan tumbuh bilamana kegiatan investasinya juga tumbuh. Pembentukan investasi yang…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Indonesianisme Summit 2017 - Menjadikan Industri Nasional Pemenang di Negeri Sendiri

NERACA Jakarta - Ketua Umum pengurus pusat IA-ITB Ridwan Djamaluddin mengatakan lemahnya penguasaan teknologi, penguasaan merek dan penguasaan pasar menyebabkan…

e-Smart IKM Berikan Kemudahan Pengembangan Usaha

NERACA Jakarta - Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM), Gati Wibawaningsih mengungkapkan pihaknya terus mendorong peningkatan produktivitas dan daya…

Balitbangtan Kenalkan Tiga Inovasi Bioteknologi Unggulan

  NERACA Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian mengenalkan tiga teknologi inovasi bioteknologi unggulan yang siap…