Anggaran Daerah Tertinggal Perlu Dinaikkan

NERACA

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan anggaran belanja untuk daerah tertinggal perlu ditingkatkan. Hal ini serupa dengan yang diharapkan oleh Presiden yang mengatakan perlu ada penambahan terutama didearah-dearah perbatasan. “Intinya presiden menginginkan (anggaran) ditambahkan terutama bagi bdaerah perbatasan supaya tidak ada gap disana, dan mengenai berapa alokasinya itu urusan menteri keuangan,” ungkapnya.

Hatta yang ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (15/8), menjelaskan bahwa penambahan anggaran untuk daerah tertinggal untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur. “Kalau investasi meningkat tetapi infrastruktur tidak diperbaiki maka nantinya akan berbahaya,” ujarnya. Pasalnya dengan tidak dibarengi antara investasi dan infrastruktur maka nantinya investasi akan terhenti. Jadinya menurut dia, antara infrastruktur dan investasi harus diberjalan beriringan.

Sebelumnya Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faisal Zaini mengatakan pada 2013 pihaknya akan melakukan beberapa terobosan-terobosan yang bersifat afirmatif untuk daerah tertinggal di Indonesia. Menurut dia, kebijakan tersebut akan diterjemahkan dalam bentuk dana perimbangan pusat ke daerah seperti Dana Alokasi Khusus (DAK). “Intinya daerah tertinggal akan lebih banayak mendapat porsi afirmatif dari pemerintah pusat. Di 2013 dari dana Rp10 triliun ini kami targetkan ada penambahan Rp8,3 triliun,” ujarnya.

Helmy menjelaskan affirmative action (tindakan afirmatif) adalah kebijakan yang diambil untuk tujuan agar kelompok atau golongan tertentu dalam hal ini daerah tertinggal memperoleh peluang yang setara dengan kelompok atau golongan lain dalam bidang yang sama. Bisa juga diartikan sebagai kebijakan yang memberi keistimewaan pada kelompok tertentu.

Lebih lanjut Hermy menambahkan terkait dengan jumlah dana tambahan ditiap daerah besarannya tergantung dari besaran pendapat asli daerah (PAD) dan kondisi daerah masing-masing. “Kalau rata-rata saya usulkan tiap daerah tertinggal dapat Rp100 miliar. Ada 183 kabupaten yang masuk daerah tertinggal, 70% berada di kawasan timur Indonesia. Jadi kira-kira butuh Rp18,3 triliun setiap tahunnya,” paparnya.

Diakui Helmy, penambahan anggaran tersebut akan masuk dalam anggaran di Kementerian Keuangan untuk seterusnya dialokasikan langsung ke daerah yang dimulai pada APBN 2013.

Menurutnya, kementrian PDT mengkategorikan daerah tertinggal menjadi tiga kategori yakni daerah agak tertinggal, tertinggal dan sangat tertinggal. “Untuk daerah yang agak tertinggal dalam 5-10 tahun akan kami entaskan. Jadi pada 2014 akan ada 50 kabupaten yang dientaskan. Sedangkan kategori daerah tertinggal pengentasannya antara 10 sampai 15 tahun. Kemudian yang sangat tertinggal antara 15 sampai 25 tahun,” ujarnya. **bari

BERITA TERKAIT

Skema KPBU Perlu Dukungan Kepala Daerah

      NERACA   Lampung - Pemerintah tengah fokus dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Namun yang jadi…

Pembangunan GOR Kota Sukabumi Butuh Suntikan Anggaran Rp5 Miliar Lagi

Pembangunan GOR Kota Sukabumi Butuh Suntikan Anggaran Rp5 Miliar Lagi NERACA Sukabumi - Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Kota Sukabumi ternyata…

Konstruksi Infrastruktur Nasional Perlu Tegaskan Komitmen K3

Oleh: Muhammad Razi Rahman Awan hitam sedang menaungi berbagai proyek pembangunan infrastruktur di sejumlah lokasi di Tanah Air, karena adanya…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Proyek Kereta Cepat Diperkirakan Rampung 2020

      NERACA   Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung membutuhkan waktu pengerjaan…

Indonesia Belum Miliki Cadangan BBM Nasional

      NERACA   Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengusulkan harus adanya pengadaan…

CEPA Jangan Batasi Kebijakan Pemerintah Kelola Ekonomi

    NERACA   Jakarta - Perjanjian Kemitraan Komprehensif yang sedang dibahas antara Republik Indonesia dan Uni Eropa, yang kerap…