Semester I, Penjualan Salim Ivomas Tumbuh 14%

NERACA

Jakarta – PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) pada semester I-2012 membukukan penjualan bersih senilai Rp 6,98 triliun. Angka tersebut naik 14% dibandingkan periode yang sama tahun 2011 senilai Rp 6,14 triliun.

Presiden Direktur SIMP, Mark Wakeford mengatakan, peningkatan penjualan ini terutama didorong naiknya volume penjualan minyak sawit mentah (CPO), produk minyak dan lemak nabati. "Kami cukup positif dalam hal produk, di mana produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti dan CPO masing-masing meningkat 5 persen menjadi 1,33 juta ton dan 400 ribu ton,”katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/8).

Sementara itu, perusahaan dalam bisnis minyak dan lemak nabati juga mengalami kenaikan volume penjualan sebesar 11% yang ditopang oleh peningkatan kapasitas penyulingan. Namun, untuk laba kotor hingga enam bulan pertama 2012 mengalami penurunan 10%.

Menurutnya, hal ini terutama disebabkan penurunan harga jual rata-rata produk kelapa sawit dan karet serta peningkatan biaya produksi berkaitan dengan inflasi dan biaya pemupukan. Seiring hal itu, laba usaha perusahaan milik grup Indofood ini juga turun 16% menjadi Rp 1,38 triliun yang disebabkan penurunan laba kotor dan peningkatan beban operasi, dengan margin laba usaha turun menjadi 20% dibanding periode yang sama 2011 sebesar 27%."Untuk laba yang diatribusikan kepada pemilik induk juga turun 2% menjadi Rp 686 miliar dari Rp 885 miliar pada periode yang sama tahun lalu," jelasnya.

Sebagai perbandingan, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) meraih penjualan bersih Rp 3,1 triliun pada kuartal pertama 2012 dari Rp 2,9 triliun di periode yang sama 2011. Meski penjualan naik tetapi laba bersih hanya mencapai Rp 508,8 miliar dari Rp 689,03 miliar di periode yang sama 2011. Sebab dengan beban pokok penjualan mencapai Rp 2,1 triliun maka laba bruto menjadi Rp 1,02 triliun dari Rp 1,2 triliun di 2011.

Penurunan juga terjadi pada laba usaha perseroan menjadi Rp 740,7 miliar dari Rp 945,4 miliar. Untuk laba sebelum pajak sebesar Rp 652,2 miliar dengan biaya keuangan Rp 147,9 juta. Laba ini juga menurun dari Rp 924,8 miliar di kuartal pertama tahun lalu.

Sekedar informasi, tahun 2011 lalu SIMP membukukan pertumbuhan penjualan sekitar 33% menjadi Rp 12,6 triliun dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 9,48 triliun. Mark pernah bilang pencapaian ini didukung oleh kenaikan penjualan produk perkebunan dan produk minyak dan lemak nabati.

Dalam hal produksi, tandan buah segar (TBS) Inti dan crude palm oil (CPO) masing-masing produksinya meningkat sebesar 9% dan 13% menjadi 2,797 juta ton dan 838.000 ton. Pada periode itu, perseroan mengantongi sertifikat roundtable on sustainable palm oil (RSPO) yang pertama untuk perkebunan di Sumatera Selatan dengan menambahkan 25.000 ton minyak sawit mentah yang berkelanjutan. “Dengan ini, grup SIMP sudah memproduksi sekitar 195.000 ton CPO yang bersertifikasi per tahun atau setara dengan 23% dari produksi tahun 2011,” ungkapnya.

Selain itu, bisnis minyak nabati juga mengalami pertumbuhan volume sebesar 13%, karena peningkatan permintaan yang menunjukkan kekuatan dari merek-merek perusahaan dan didukung oleh peningkatan kapasitas produksi dari pabrik penyulingan yang baru di Jakarta. “Sesudah pencatatan saham SIMP di lantai Bursa Efek Indonesia pada Juni 2011 lalu, net gearing ratio membaik 0,65 kali dari tahun lalu sebesar 0,15 kali di akhir tahun 2011,” tutur Mark.

Dengan pencapaian ini, laba usaha meningkat 40% menjadi Rp 3,13 triliun dengan marjin laba usaha 25%. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 72% menjadi Rp 1,67 triliun. (didi)

BERITA TERKAIT

DMAS Targetkan Penjualan Rp 1,25 Triliun

Emiten pengembang kawasan industri, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mematok target marketing sales tahun ini sebesar Rp 1,25 triliun. Direktur…

LABA BERSIH BANK BJB TUMBUH

Komisaris Utama Bank BJB Klemi Subiyantoro (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur Utama Ahmad Irfan (kedua kiri), Direktur Komersial merangkap Direktur…

Hartadinata Targetkan Penjualan Tumbuh 20% - Optimis Bisnis Emas Bersinar

NERACA Jakarta – Masih tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas, mendorong PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) untuk memasang target pertumbuhan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laju IHSG Sepekan Kemarin Menguat 1,32%

NERACA Jakarta – Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin mengalami kenaikan 1,32% ke posisi 6.591,58 poin dari 6.505,52…

Literasi Investasi Mahasiswa Harus Ditingkatkan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kantor perwakilan Surakarta menyatakan, literasi keuangan dan investasi di kalangan mahasiswa harus ditingkatkan karena sektor…

IHSG Konsolidasi Menunggu Laporan Keuangan

Analis pasar modal menilai bahwa pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) cenderung bergerak konsolidasi mengantisipasi…