Pertumbuhan Bisnis Tunas Ridean Stagnan di Semester II - Dampak Aturan Uang Muka

NERACA

Jakarta – Emiten pembiayaan kendaraan PT Tunas Ridean Tbk (TURI) memperkirakan pertumbuhan di semester kedua 2012 bakal melambat sebagai imbas dari persyaratan kenaikan uang muka untuk pinjaman otomotif serta melemahnya harga komoditas di pasar global.

Direktur Utama Tunas Ridean, Rico Setiawan mengatakan, pertumbuhan bisnis di paruh kedua tahun ini akan konservatif seiring efek pemberlakukan kebijakan uang muka (down payment) yang mulai dirasakan, “Ada kemungkinan pertumbuhan di semester kedua diperkirakan melambat sebagai imbas dari persyaratan kenaikan uang muka,”katanya dalam siaran persnya kepada Neraca di Jakarta, Rabu (15/6).

Namun demikian, dirinya tetap menyakini mampu mencatatkan pertumbuhan hingga akhir tahun karena perseroan memiliki postur unit bisnis yang kuat. "Grup memiliki kinerja yang membaik di seluruh unit bisnis. Pandangan hingga akhir tahun tetap positif tetapi persyaratan kredit kendaraan semakin ketat dan lemahnya harga komoditas dapat memperlambat pertumbuhan,"ungkapnya.

Asal tahu saja, bukan hanya Tunas Ridean yang terpukul soal aturan DP. Hal yang sama juga dialami PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mengalami stagnasi penjualan dalam kurun waktu dua bulan terakhir pada bulan Juni – Juli 2012. Bahkan nilai penjualannya menurun dari penjualan bulan Mei 2012. Terutama pada penjualan sepeda motor.

Deputy Direktur Adira Finance Cornel Hugroseno pernah bilang, dari bulan lalu penjualan perseroan flat dan tidak naik. “Penjualan bulan Juni sampai Juli kemarin adalah Rp 2,6 triliun. Sedangkan di bulan Mei kita jual Rp 3,3 triliun. Turunnya lumayan kan. Ini penjualannya lebih di motor,”paparnya.

Bahkan menjelang Hari Raya Idul Fitri sekarang ini, penjualan Adira Finance juga cenderung biasa-biasa saja, tidak seperti tahun lalu. Di mana tahun lalu banyak orang yang kredit sepeda motor hanya untuk mudik, karena waktu itu down payment (DP)-nya masih murah.

Laba Tumbuh 36%

Selain itu, PT Tunas Ridean Tbk juga mengungkapkan kinerja pada semester pertama 2012 berhasil membukukan pendapatan bersih tumbuh 28% menjadi Rp 5,2 trilyun. Laba bersih untuk perode yang sama juga tumbuh sebesar 36% menjadi Rp220 milyar, yang berdampak pada kenaikan laba bersih per saham di level yang sama, yakni naik 36% menjadi Rp.39,.

Kata Rico Setiawan, laba bersih semester pertama tahun ini lebih tinggi 36% dibanding periode yang sama tahun lalu didukung oleh perbaikan kinerja dari seluruh unit bisnis, “Laba bersih grup dari bisnis otomotif naik 23% menjadi Rp 172,1 milyar, karena permintaan pasar yang kuat serta tersedianya pembiayaan dengan suku bunga yang menarik," ujarnya.

Dia mengungkapkan, pasar mobil tumbuh 28% menjadi 535.263 unit. Namun berbeda dengan pasar motor nasional yang mengalami penurunan sebesar 8% ke 3,7 juta unit. Dimana penjualan mobil grup naik sebesar 33% menjadi 24.939 unit, sementara penjualan motor menurun 2% menjadi 91.353 unit.

Sementaa dari lini bisnis Tunas Rental, lanjut Rico juga menyumbang pertumbuhan positif. Pasalnya, laba bersih Tunas Rental sepanjang semester pertama tahun ini sebesar Rp23,6 milyar, terutama disebabkan oleh penjualan kendaraan sewa.

Dia menambahkan, portofolio Tunas Rental juga tumbuh 17% lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 4.438 unit. Sebagai informasi, grup mengakuisisi 100% saham PT Rahardja Ekalancar, agen resmi penjual merk dagang Isuzu sebagai bagian dari strategi Grup untuk memperluas portofolio merk yang dimiliki oleh Grup. (bani)

BERITA TERKAIT

BI Pertahankan Bunga Acuan 4,25% - DAMPAK KENAIKAN SUKU BUNGA THE FED

Jakarta-Meski Bank Sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya 0,25%, Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuan "7-Day Reverse…

Bank Dunia Proyeksikan Pertumbuhan 5,3% di 2018

    NERACA   Jakarta - Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 sebesar 5,3 persen, lebih tinggi dari…

Kemenperin Dorong PGN Amankan Kebutuhan Energi - Topang Pertumbuhan Industri 2018

Kemenperin Dorong PGN Amankan Kebutuhan Energi Topang Pertumbuhan Industri 2018 NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong badan usaha di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…