Tidak Nyaman, Komisaris Megapolitan Mundur

Lantaran diduga karena ketidak nyamanan dengan kondisi perusahaan yang masih tertutup, komisaris independen PT Megapolitan Development Tbk (EMDE) Wahjudi Prakarsa mengundurkan diri efektif per 9 Agustus 2012.

Kata Wahjudi, pengunduran dirinya dari perusahaan properti tersebut karena keputusan pribadi. Hal ini disebabkan, dirinya merasa tidak nyaman bekerja di perusahaan tersebut, “Benar saya telah mengundurkan diri dari Megapolitan Developments sejak awal bulan, efektifnya 9 Agustus 2012. Suratnya sudah saya sampaikan ke Bapepam-LK dan BEI,"katanya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, Megapolitan Developmen dinilainya tidak sepenuhnya transparan dalam pengelolaan keuangannya. "Saya nggak kerasan saja. Manajemen maupun sistem dalam perusahaannya tidak transparan. Makanya saya tidak bisa sepenuh hati bekerja di sana. Sebagai perusahaan keluarga yang baru saja menjadi perusahaan publik, mereka masih belum transparan, masih meraba-raba," ungkapnya.

Bahkan, Wahjudi mengaku baru mendengar adanya gugatan dari mantan komisaris independen EMDE pada masa jabatan sebelumnya, Charles Dulles Marpaung. "Selama saya menjabat komisaris independen, saya nggak pernah diberi laporan adanya gugatan itu. Saya baru tahu setelah muncul di media,"ujarnya.

Maka dengan pengunduran diri Wahjudi Prakarsa sebagai komisaris independent, saat ini komisaris perseroan hanya terdiri dari Sudjono Barak Rimba sebagai komisaris utama dan Jennifer Barak Rimba selaku komisaris. (bani)

BERITA TERKAIT

Kuasa Hukum: KLHK Tidak Paham UU Administrasi Negara

Kuasa Hukum: KLHK Tidak Paham UU Administrasi Negara NERACA Jakarta - Banyak lembaga negara yang belum paham atas konsekuensi ketika…

Presiden Tidak Pernah Intervensi Data BPS

  NERACA Jakarta-Pejabat BPS mengungkapkan, Presiden Jokowi tidak pernah mengintervensi data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik. Pasalnya, kualitas data pertumbuhan…

Pelayanan Publik Dinilai Masih Buruk - YLKI NILAI KENAIKAN TARIF TOL TIDAK ADIL

Jakarta- Hasil survei dan observasi Ombudsman RI mengungkapkan, pelayanan publik di kementerian/lembaga dan pemerintah daerah secara keseluruhan masih buruk. Sementara…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…