Lapangan Banyu Urip Ditargetkan Produksi 165 Ribu BPH

NERACA

Jakarta - Lapangan Banyu Urip, blok Cepu merupakan proyek minyak yang diharapkan bisa meningkatkan produksi minyak nasional. Dengan cadangan sekitar 450 juta barel minyak, Banyu Urip menjadi lapangan dengan cadangan minyak terbesar yang masih belum tereksploitasi. Saat ini, produksi minyak Banyu Urip berada di kisaran 20.000 barel per hari. Angka ini diharapkan akan mencapai 165.000 barel per hari saat fasilitas pengembangan penuh selesai dibangun.

Pembangunan fasilitas produksi penuh Lapangan Banyu Urip merupakan pekerjaan besar dengan kompleksitas yang tinggi. Fasilitas tersebut mencakup 49 sumur yang terhubung pada tiga anjungan; sebuah fasilitas pusat pengolahan; pipa sepanjang 95 kilometer untuk mengalirkan minyak ke fasilitas penyimpanan dan alir-muat terapung (Floating Storage and Offloading/FSO) bermuatan minimal 1,7 juta barel, dan kapal tanker yang akan mengangkut minyak dari FSO tersebut.

“Pekerjaan ini dibagi kedalam lima kontrak EPC dengan total nilai kontrak sekitar US$1,3 miliar,” Kepala Dinas Hubungan Kemasyarakatan dan Kelembagaan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) A. Rinto Pudyantoro di Jakarta, Rabu (15/8).

Kelima kontrak tersebut adalah kontrak fasilitas proses produksi (EPC1), kontrak jalur pipa darat berdiameter 20 inci sepanjang 72 kilometer (EPC2), kontrak jalur pipa laut dan menara tambat (EPC3), kontrak fasilitas penyimpanan dan alirmuat terapung (EPC4), dan kontrak fasilitas infrastruktur dan waduk penampung air injeksi (EPC5). Semua kontrak sudah ditandatangani.

“Dalam rangka mendukung pemberdayaan masyarakat di sekitar daerah operasi tersebut akan dibuatkan sarana penunjang operasi di luar namun berdekatan dengan daerah operasi berupa fasilitas penunjang, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti klinik, fasilitas olahraga dan fasilitas lain yang akan dibahas lebih lanjut secara lebih tehnis. Ini merupakan salah satu bentuk manfaat kehadiran proyek cepu bagi masyarakat sekitar,” ujar Rinto.

Izin Prinsip

Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro akan segera mengeluarkan ijin prinsip untuk pembangunan 7 fasilitas operasi produksi dalam proyek engineering, procurement and construction kelima (EPC-5) dari proyek pengembangan penuh Lapangan Banyu Urip.

Kepastian tersebut diperoleh setelah melalui pembahasan antara Bupati Bojonegoro, Komisi-A DPRD Bojonegoro dengan Wakil Kepala BP Migas J. Widjonarko. Dengan adanya kepastian akan diterbitkannya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tersebut maka seluruh izin yang diperlukan untuk proyek pengembangan penuh lapangan Banyu Urip telah terpenuhi semua.

Pemerintah Daerah Bojonegoro menyampaikan bahwa hal utama yang mereka inginkan adalah kehadiran proyek tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Bodjonegoro. Sementara, Widjonarko menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas operasi produksi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari operasi Mobil Cepu Ltd selaku operator Lapangan Banyu Urip.

BERITA TERKAIT

Kemenpar ditargetkan Datangkan 15 Juta Wisatawan Mancanegara

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana mengatakan sampai Agustus 2017, Kementerian Pariwisata menyebutkan capaian jumlah…

Puluhan Ribu Usaha Mikro Naik Kelas

Puluhan Ribu Usaha Mikro Naik Kelas NERACA Jakarta - Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementrian Koperasi dan UKM Prakoso BS mengungkapkan,…

Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai - Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Pembentukan Holding BUMN Sektoral Bisa Picu Masalah Baru

NERACA Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah menetapkan setidaknya enam induk usaha (holding) BUMN akan…

Kerjasama Industri - ASEAN Mengharmonisasi Standar Produk Otomotif

NERACA Jakarta – Sebagai salah satu produsen otomotif terbesar di kawasan Asia Tenggara, Indonesia berupaya untuk meningkatkan kerja sama dengan…

Terkait Kunjungan Kerja ke Tiongkok - Pemerintah Fokus Mengembangkan Industri Hijau

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus untuk mengembangkan program industri hijau, di mana setiap sektor manufaktur nasional perlu menerapkan prinsip…