Kecewa Kartu Kredit Citibank

Saya adalah mantan pemegang kartu kedit Citibank No. 5401-8401-1326-**** sejak tahun 2004, tidak ada masalah berarti pada perjalanannya hingga saya memutuskan untuk menutup kartu kredit tersebut karena jarang digunakan.

Pada 7 Mei 2010, setelah melunasi semua kewajiban pembayaran saya menelpon Citiphone, diterima oleh dua officernya. Saya katakan ingin menutup kartu saya, dengan berbagai dalih dan alasan manis kedua orang tersebut berusaha menghalangi niat saya dan merayu agar saya tidak jadi menutup.

Saya nyatakan tetap ingin menutup, akhirnya officernya bersedia dan akan memproses permohonan saya disertai juga dengan janji akan mengirimkan point berupa voucher belanja ke alamat rumah. Saya berpikir kartu sudah ditutup dan kartu juga sudah digunting sesuai saran officer tersebut.

Namun dua bulan belakangan ini saya sering ditelpon petugas Citibank yang mengatakan bahwa masih ada tunggakan yang terdiri dari iuran tahunan 2011 dan denda keterlambatan serta bunga-bunganya sebesar Rp 532.336. Saya katakan bahwa saya sudah menutup kartu tersebut dari pertengahan tahun 2010 kenapa kartu terus diperpanjang dan dibebani biaya-biaya yang bukan menjadi kewajiban saya.

Dia katakan kartu belum ditutup dan saya disuruh menutup lagi lewat Citiphone, saya bertanya bagaimana saya mau menelpon? Syarat menelpon harus menyebut nomor kartu, padahal saya bukan lagi pemegang kartu Citibank, dengan menyebut kartu lama kan seolah-olah saya mengakui kembali bahwa saya masih menjadi pemegang kartu.

Dia tetap menegaskan bahwa saya masih menjadi pemegang kartu, beginikah cara Citibank mengumpulkan uangnya dan memaksa orang agar tetap berutang?

Slamet Riyadi, Jakarta

Email: riyadifh97@yahoo.com

BERITA TERKAIT

BUMN Pastikan Kredit Inalum Bukan Bank BUMN - Ambil Alih Freeport

    NERACA   Jakarta - Deputi Jasa Keuangan, Survei dan Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan tidak ada perbankan…

Pertumbuhan Kredit Juni Double Digit

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan penyaluran kredit perbankan pada Juni 2018 masih di…

Sjamsul Nursalim Menolak Disebut "Misrepresentasi" Kredit

Sjamsul Nursalim Menolak Disebut "Misrepresentasi" Kredit  NERACA Jakarta - Pemilik Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim menolak disebut melakukan…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Mengapa Penetapan Capres-Cawapres 2019 dari Kubu Oposisi Seret?

  Oleh: Muhammad AS Hikam, Pengamat Politik dan Dosen di President University                   Sampai tulisan ini diposting, parpol-parpol yang…

PPDB 2018 Kacau Akibat Kecanduan Tuntaskan Masalah via Adhoc

Oleh: Nanang Djamaludin, Direktur Eksekutif Jaringan Anak Nusantara (JARANAN) Kali ini Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP dan SMA/SMK…

Asian Games 2018 Tidak Ganggu Keuangan Negara

  Oleh : Ridwan Hilmi, Mahasiswa Universitas Widya Mataram Yogyakarta Asian Games menjadi pertandingan besar yang sebentar lagi akan diselenggarakan…