Kadin Ingatkan Faktor Pelemahan Nilai Ekspor

NERACA

Jakarta - Nilai tukar rupiah diperkirakan sulit turun dari Rp9.450, bahkan ada kecenderungan akan naik ke Rp10.000. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai hal tersebut dapat berpengaruh kepada nilai ekspor Indonesia ke depan.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur mengatakan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi seperti krisis eropa yang berkepanjangan, melambatnya ekspor Indonesia, ekspor produk manufaktur China tertahan, sehingga produk manufaktur China itu menyerang ke ASEAN khususnya Indonesia sebagai negara dengan pasar manufaktur China terbesar.

“Kami harapkan pemerintah jangan lengah dalam hal ini baik pada pengaruh eksternal maupun internal dalam negara Indonesia demi menjaga pasar domestik,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Rabu (15/8).

Menurut Natsir, Kementerian Perdagangan telah all out menjaga pasar domestik dan Kadin selaku pelaksana dunia usaha nasional juga memberikan kontribusi dalam menjaga pasar domestik, sehingga sinergi perlu ditingkatkan lagi ke depan.

Sementara itu, Natsir juga mengingatkan terkait dampak pembayaran leasing pesawat terbang yang dibayar dengan menggunakan dollar Amerika. “Ada faktor lain yang perlu kita perhatikan pula bersama terkait pembayaran leasing pesawat terbang kita yang sudah mulai berjalan, yang diperkirakan ada 200 unit pesawat baru yang dileasing oleh perusahaan BUMN dan swasta yang saat ini sudah mulai berjalan, bayar leasingnya pakai dollar tapi penumpang dalam negeri yang mengunakan pesawat baru kan bayar pakai rupiah, sehingga perusahaan penerbangan dalam negeri utang dollar, tapi pendapatan rupiah,” paparnya.

Pihaknya mengkhawatirkan, setiap bulannya perusahaan penerbangan secara besar-besaran melakukan penukaran rupiah ke dollar Amerika untuk membayar leasing pesawat, dan masalah tersebut sangat mempengaruhi transaksi ekspor impor Indonesia, sehingga akhirnya yang terjadi adalah perusahaan ekspor impor kewalahan melakukan penukaran dan mendapatkan dollar Amerika untuk membiayai transaksinya, karena perusahaan penerbangan dalam negeri pun sangat gencar juga membiayai leasingnya dengan dollar Amerika. "Jangan sampai eksportir importir bersama perusahaan penerbangan dalam negeri bergelut berburu dollar," ujarnya.

BERITA TERKAIT

BEI Ingatkan BSWD Wajib Beli Saham Publik - Proses Sebelum Delisting

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa manajemen PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) memiliki kewajiban…

BI Nilai Pelonggaran Bunga Masih Bisa Berlanjut

  NERACA Jakarta - Bank Indonesia mengklaim pelonggaran suku bunga kredit perbankan masih dapat berlanjut di 2018, meskipun penurunan suku…

Luhut: Dubes Harus Mampu Berikir “Out of The Box” - EKSPOR MOBIL RI KE VIETNAM MULAI TERANCAM

Jakarta-Menko bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan menilai, Indonesia harus menjalankan politik luar negeri yang lebih ofensif, dengan tetap mengedepankan kepentingan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Sepanjang Januari 2018 - Panen Belum Merata, Harga Gabah Kering dan Beras Tercatat Naik

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan harga gabah kering panen dan gabah kering giling selama Januari…

KLHK Optimistis Ekspor Produk Kayu 2018 Meningkat

NERACA Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan optimistis ekspor produk kayu nasional pada 2018 akan meningkat dibandingkan…

Niaga Bilateral - Pakistan-Indonesia Realisasikan Kerjasama Impor Jeruk

NERACA Jakarta – Pakistan dan Indonesia merealisasikan kerja sama impor jeruk jenis kino sebanyak 1.500 kontainer atau 30.000 ton pada…