Bisnis Remitansi BNI Naik 40%

NERACA

Jakarta-- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengklaim bisnis remitansi, alias pengiriman uang dari luar negeri mencapai US$43 miliar pada semester I/2012. Bahkan remitansi ini mengalami kenaikan 10%. “Angka tersebut naik 10 % dibandingkan pencapaian tahun lalu," kata Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo saat pelepasan "Rejeki Mudik BNI 2012" di Lapangan Timur Senayan, Jakarta, Rabu (15/8)

Lebih jauh Gatot menambahkan sepanjang bulan puasa ini, pengiriman uang ke Indonesia bisa naik sekitar 30%-40% dari bulan-bulan sebelumnya. "Kami harapkan dalam dua bulan ini bisa naik 30% dibanding bulan sebelumnya. Kan banyak orang yang kirim uang pulang soalnya," tambahnya

Dikatakan Gatot, dari total remittence selama enam bulan pertama tersebut sekitar 15% nya disumbang tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Pengiriman terbanyak remittence perseroan berasal dari Malaysia, Singapura, Hongkong, Tokyo, Timur Tengah dan ada juga yang berasal dari Amerika Serikat. Di sisi lain untuk menyambut Lebaran tahun ini, BNI menyediakan uang tunai mencapaiRp 25 triliun.

Terkait mudik untuk TKI, kata Gatot lagi, perseroan telah menyiapkan dana sekira Rp4,6 miliar untuk menyelenggarakan program mudik bersama bagi para nasabah yang bertajuk "Rejeki Mudik BNI 2012". Selain memberangkatkan pemudik dari Jakarta, perseroan juga mengadakan program mudik gratis bagi TKI yang berada di Hong Kong dan nasabah BNI di Singapura.

BNI Hong Kong menyediakan 46 voucher yang dapat ditukarkan dengan tiket penerbangan dengan rute Hong Kong-Jakarta PP (return ticket), sehingga total voucher yang disediakan berjumlah 92.

Sementara itu, untuk program mudik gratis di Singapura, setiap nasabah yang datang bertransaksi di BNI Singapura periode Maret-Juni 2012, akan mendapatkan kupon undian yang nantinya akan dimasukkan ke dalam boks undian. Program mudik gratis BNI Singapura telah berlangsung sejak 2009. "Tahun ini BNI menyediakan 46 tiket pesawat Singapura-Jakarta PP untuk para nasabah setia di Singapura," jelasnya.**ria

BERITA TERKAIT

SiLPA Mencapai Rp600 Miliar Lebih - Piutang Tagihan PAD Depok Naik Rp442,9 M

SiLPA Mencapai Rp600 Miliar Lebih Piutang Tagihan PAD Depok Naik Rp442,9 M NERACA Depok - ‎Kondisi format APBD Kota Depok…

Utang Luar Negeri Naik 4,7%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) naik 4,7 persen (year on year)…

HITS Rampungkan Pembelian Kapal Tanker - Dukung Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - Cucu usaha PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) yakni PT Hutama Trans Kencana (HTK2) secara resmi telah…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah usai melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Oktober 2017.…

Sinarmas MSIG Life Luncurkan 4 Produk Bancassurance - Gandeng Bank BJB

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) dan Bank BJB, berkolaborasi meluncurkan…

BTN Masuk Jajaran Perusahaan Terbaik Indonesia

      NERACA   Jakarta - Setelah berhasil meraih beragam penghargaan atas kinerjanya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.…