Prudential Raup Premi Sekitar Rp9 Triliun

NERACA

Jakarta—PT.Prudential Indonesia mengungkapkan meraup pendapatan premi sekitar Rp9 triliun atau meningkat 41,5 % dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp6,3 triliun. "Kesuksesan ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan premi bisnis baru sebesar Rp4,9 triliun atau tumbuh 43,7 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp3,4 triliun,” kata Presiden Direktur Prudential Indonesia, William Kuan di Jakarta, Rabu (15/8).

Diakui William, melonjaknya pendapatan premi ini juga karena ada pasokan dari unit syariah. “Perolehan ini ditopang oleh kontribusi bisnis baru syariah yang tumbuh 25,7 % dengan total premi Rp496 miliar," ujarnya

Kontribusi pendapatan premi lewat saluran partnership juga meningkat sampai 140,9 % dangan saluran distribusi keagenan masih menyumbang porsi terbesar bagi perusahaan. "Di paruh pertama tahun ini, Prudential Indonesia telah membayarkan klaim dan manfaat sebanyak Rp2,8 triliun atau naik 49,7 % dari Rp1,9 triliun pada periode sebelumnya," ucapnya

Sebelumnya, Direktur Keuangan Prudential Indonesia Ahmir un Deen mengakui perseroan berhasil membukukan total dana kelolaan di 2011 sebesar Rp27,5 triliun atau tumbuh 23% dari tahun sebelumnya. Dari total produk investasi, produk unit link tercatat tumbuh 48,5 % atau menjadi Rp14,5 triliun. Menurut dia, hampir semua produk unitlink Prudential (Prulink) sepanjang 2011 memperlihatkan kinerja positif.

Prulink Rupiah Equity Fund, misalnya, sejak 2008-2011 imbal hasilnya mencapai 42,94 %. Meskipun sepanjang 2011 imbal hasil produk ini hanya 1,14 %. Sementara, sejak diluncurkan pada 2000 rata-rata hasil investasinya sebesar 23,27 %. "Semua Prulink Fund ada di top 3 dari segi aset. Baik produk konvensional maupun syariah," ungkapnya

Menurut Ahmiir, Prulink syariah equity fund per Desember mencapai Rp1,4 triliun atau naik 29 % dibandingkan 2010. Imbal hasilnya tahun lalu mencapai 2,66 %, imbal hasil tiga tahun sebesar 34,32 %, sementara sejak diluncurkan 11,89 %. **ria

BERITA TERKAIT

Total Emisi Obligasi Capai Rp 2,47 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah membukukan total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 1 emisi dari 1 emiten senilai…

Kocek Milik Waskita Beton Makin Tebal - Raih Pembayaran Rp 2,37 Triliun

NERACA Jakarta – Pundi keuangan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) makin tebal setelah anak usaha dari PT Waskita Karya…

PBB-P2 dan BPHTB Kota Sukabumi Over Target - Sekitar 53 persen Kontribusi ke PAD

PBB-P2 dan BPHTB Kota Sukabumi Over Target Sekitar 53 persen Kontribusi ke PAD NERACA Sukabumi - Realisasi Pajak Bumi dan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Jika UU Akses Informasi Dibatalkan, Negara Merugi

  NERACA   Jakarta - Mantan Menteri Keuangan RI Muhammad Chatib Basri menyatakan bahwa negara akan mengalami kerugian bila Undang-Undang…

BRI Syariah Kucurkan KPR Sejahtera Rp1,5 triliun

      NERACA   Jakarta - BRISyariah memberikan kemudahan kepada kaum milenial untuk segera memiliki huniah perdananya. Komitmen ini…

Penyaluran Kredit BCA Tumbuh Hingga 12,3%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menumbuhkan penyaluran kredit sebesar 12,3 persen (tahun ke…