Jabar Siapkan Dana Untuk Bandara Kertajati - Sekitar Rp250 Miliar

NERACA

Jakarta--Pemerintah Provinsi Jawa Barat menganggarkan dana sebesar Rp250 miliar guna pembebasan lahan seluas 700 hektar untuk proyek Bandara Internasional Kertajati. "Kami membebaskan lahan seluas 700 hektar dan mungkin akan sampai sekitar 1.800 hektar," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut Ahmad menambahkan tujuan pembangunan megaproyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) tersebut untuk mempermudah akses masyarakat Jawa Barat dalam melakukan perjalanan udara.

Bahkan Ahmad menegaskan bandara tersebut akan melayani dua per tiga masyarakat Jawa Barat, terutama di daerah barat, seperti Purwakarta dan Sumedang serta daerah selatan, seperti Pangandaran dan Tasikmalaya. "Bayangkan jika seseorang lanjut usia akan menjalankan ibadah haji, dia sudah merasa lelah terlebih dahulu karena perjalanan dari Pangandaran ke Cengkareng memakan waktu hingga delapan jam," ucapnya

Selain untuk kemudahan masyarakat Jawa Barat, Ahmad juga mengatakan bandara tersebut bisa menampung sebagian masyarakat Jawa Tengah bagian barat yang terlalu jauh jika harus ke Semarang. "Bisa kita lihat bahwa proyek ini akan menguntungkan," tuturnya

Ahmad juga menyebutkan dana sebesar Rp10 miliar telah disiapkan pemerintah pusat dalam proyek pembangunan bandara tersebut. "Anggaran tersebut masih bersifat inisiasi bahwa pemerintah pusat akan mendukung dan menyiapkan cadangan dana senilai Rp10 miliar," tegasnya

Diakui Ahmad, tidak ada hambatan yang berarti dalam rencana pembangunan proyek tersebut. "Kami yakin dana pemerintah akan segera turun, dana Rp250 miliar saja bisa, dana Rp10 miliar juga harus bisa 'turun' tahun ini," tandasnya

Dia mengatakan belum menargetkan kapan akan memulai dan penyelesaian proyek bandara tersebut. "Kami butuh investor, tender, dan lainnnya. Kalau sudah ada pemenang tendernya, target bisa ditentukan," paparnya

Dikatakan Ahmad, hingga saat ini, pihaknya baru melakukan "market sounding" dan penawaran-penawaran kepada investor. Saat ini sudah mulai ada investor yang datang seperti dari China, Jepang dan Korea.

Sebelumnya, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan, proyek pembangunan bandara Kertajati, di Majalengka, Jawa Barat, akan menelan anggaran senilai US$ 130 juta atau sekitar Rp 12,2 triliun. "Ini hasil studi terbaru untuk bandara yang akan menerapkan konsep airport city," kata Bastary Pandji Indra, Direktur Pengembangan Kerja Sama Pemerintah dan Swasta (KPS) Bappenas, di Jakarta, Senin (9/7).

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengajukan nilai proyek bandara itu senilai Rp 8,29 triliun dengan luas lokasi bandara 3.600 hektare (ha). Sebagai langkah awal, pemerintah berencana mengalokasikan dana Rp 100 miliar untuk tahun anggaran 2013. Anggaran itu menjadi tahap awal untuk proyek Bandara yang dimasukkan ke dalam Rancangan Kerja Anggaran Pemerintah di 2013. "Itu belum tentu disahkan," imbuhnya.**bari/cahyo

BERITA TERKAIT

Pemprov Jabar Tak Bekukan Transportasi Online

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat menegaskan pihaknya tidak pernah membekukan operasional angkutan transportasi dalam jaringan atau daring/online di wilayah itu…

2018, LPDB Siapkan Rp100 M Untuk Bisnis Start Up

2018, LPDB Siapkan Rp100 M Untuk Bisnis Start Up NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengungkapkan…

Perbendaharaan Jabar Berikan Penghargaan Kepada 25 Pemda

Perbendaharaan Jabar Berikan Penghargaan Kepada 25 Pemda NERACA Bandung - Direktorat Jenderal Perbendaharaan Jawa Barat (Jabar) memberikan penghargaan kepada 25…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tujuh Pembangkit Diresmikan - Tingkatkan Rasio Elektrifikasi Di NTB dan NTT

NERACA Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan tujuh proyek pembangkit di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Nusa…

Luhut Sebut Ada Kesempatan Tingkatkan Peringkat Investasi

  NERACA Jakarta -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan menyatakan adanya peluang peningkatan peringkat layak investasi (investment grade)…

Mesin Taiwan Mampu Hemat 30%

  NERACA Cikarang - Taiwan mulai fokus untuk memproduksi mesin mesin dengan teknologi tinggi namun dengan harga yang cukup rendah,…