BRI Belum Serius Beli Mutiara

NERACA

Jakarta—Bank BUMN ternyata belum terlalu serius merespon himbaun Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terkait penawaran Bank Mutiara. Alasanya harga eks Bank Century tersebut dinilai masih terlalu mahal. "Kalau murah harganya dan memang menarik ya kami punya minat untuk beli," kata Direktur Utama Bank BRI Sofyan Basyir di Jakarta.

Lebih lanjut Sofyan menambahkan harga yang ditawarkan Rp6,7 triliun. Karena itu minat BRI untuk membeli jadi perlu kajian lebih matang. Masalahnya harga wajarnya hanya sekitar 1,5 kali lipat dari haga buku. "Kalau harganya 1,2 hingga 1,5 kali lipat dari harga buku, kita minat untuk beli karena pasarannya memang segitu," tambahnya

Berdasarkan catatan hingga kini 99% saham Bank Mutiara dimiliki LPS setelah manajemen eks Bank Century tersebut bermasalah dan mengharuskan LPS mem-bailout sebesar Rp6,7 triliun.

Sebelumnya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menegaskan ada tiga investor yang berminat untuk membeli PT Bank Mutiara Tbk (BCIC). Namun sayangnya hingga saat ini investor tersebut masih sebatas menyatakan ketertarikan saja. "Ada tiga investor yang berminat, dua asing dan satu lokal. Saat ini dua investor sudah verifikasi, tapi yang satu belum," kata Direktur Keuangan LPS Mirza Mochtar saat itu.

Lebih jauh Mirza menjelaskan, dua investor tersebut merupakan perusahaan private equity. Namun Mirza enggan menjelaskan asal satu investor sisanya. Sebenarnya, jumlah investor yang berminat membeli Bank Mutiara ini setiap tahun terus menurun. Bermula dari sembilan investor dan kemudian tujuh investor. Namun semua investor tersebut menyatakan mundur. "Minggu depan satu investor lagi akan melalui tahap verifikasi. Bila semua OK, baru mereka harus melakukan penawaran awal, due diligence dan penawaran akhir," jelasnya.

Kepala Eksekutif LPS Mirza Adityaswara menjelaskan, penjualan Bank Mutiara selama ini terhambat oleh nilai buku (price to book value/PBV). "Saat ini harga nilai buku bank paling tinggi (BCA) hanya 4 kali, tapi nilai buku Bank Mutiara justru 6,5 kali," jelas Mirza.

Jika dibandingkan, nilai buku Bank Mandiri saja hanya 3 kali, Bank BRI hanya 2 kali dan bank-bank di Eropa hanya satu kali, dan rata-rata bank di Asia hanya satu hingga satu setengah kali. "Jadi orang akan membandingkan nilai bukunya," ucapnya

Sesuai Undang-undang LPS, penjualan Bank Mutiara akan diberi waktu hingga 6 tahun sejak penyertaan modal sementara (PMS) pada 2008 lalu. Hingga tahun kelima (2013), harga penjualan Bank Mutiara harus sesuai PMS yaitu Rp 6,7 triliun. "Jika masuk tahun keenam (2014), maka harga bank akan ditentukan yang terbaik," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Dianggap Rugikan Pihak Ketiga yang Bukan Debitur dalam Eksekusi - Dirut BRI dan Kurator Dipolisikan

Dianggap Rugikan Pihak Ketiga yang Bukan Debitur dalam Eksekusi Dirut BRI dan Kurator Dipolisikan NERACA Jakarta - Direktur Utama Bank…

NH Korindo Rekomendasi Beli Saham PPRO - Harga Wajar Rp 260 Persaham

NERACA Jakarta - Nilai wajar harga saham PT PP Properti Tbk (PPRO) mencapai Rp260 per unit, lebih tinggi sekitar 32%…

Ini yang Perlu Anda tahu Sebelum Beli Tiket Murah

Berburu tiket murah sebelum bepergian memang menarik demi menghemat biaya perjalanan, tapi bagaimana agar semua bejalan lancar dan menyenangkan. Perusahaan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps

      NERACA   Washington - Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya…

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp200 miliar

      NERACA   Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pembiayaan dengan model financial technology (fintech)…

Mahasiswa GenBI Diharapkan jadi Garda Terdepan

      NERACA   Bogor - Bank Indonesia (BI) meminta kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa BI dapat mendedikasikan ilmu…