Persaingan Bisnis Pelumas Dijalan Licin - Evalube VS Fastron :

Persaingan dipasar oli terus meningkat. Evalube pelumas produksi PT Wiraswasta Gemilang Indonesia (WGI) dan Pelumas Fastron Techno memiliki spesifikasi API SN besutan PT Pertamina (Persero), bagi mobil generasi terbaru. Licinnya persaingan dijalan berliku.

NERACA

Tingginya penjualan otomotif, baik motor maupun mobil, mendorong persaingan produk pendukung lainnya. Tengok saja persaingan bisnis pelumas (oli), Fastron dan Evalube yang kian meningkat dengan varian dan keunggulan masing-masing.

Menurut Supriyanto DH, Vice President Pertamina Lubricants, teknologi aditif Nano Guard ukuran jauh lebih kecil dari molekul sehingga menembus celah sempit pada mesin. “Karena masuk ke ribuan celah gesekan sempit, ini bisa mengurangi keausan akibat gesekan,” tandas Supriyanto, berpromosi.

“Kualitas oli kami memang sudah melewati beberapa uji coba dan dalam uji coba tersebut kami yakin bisa bersaing dengan produsen oli dari manapun. Baik lokal ataupun dari luar negeri. Terbukti kami sudah dikenal dengan ikut menyesponsori pembalap Indonesia Rifat Sungkar belomba di ajang Rally dunia,” tegas Supri panggilan akrabnya.

Sebenarnya persaingan kedua oli ini dikarenakan memang kedua produk tersebut lebih menyasar ke pasar mobil menengah yang memang lebih banyak digunakan oleh konsumen di Indonesia. “Kami memang saat ini lebih mengejar pasar mobil menengah. Karena memang mobil menengah tersebut jauh lebih besar pasarnya. Dan kami masih mungkin untuk membuktikan kepada konsumen bahwa produk kami bagus,” paparnya.

Selain Fastron Techno SAE 10W-40 API SN, Pertamina memiliki varian dengan viskositas lebih encer seperti Fastron Gold SAE 5W30 API SN. Sedangkan pelumas dengan viskositas lebih kental dapat ditemukan di Fastron Techno SAE 15W-50 API SL dan Fastron Diesel 15W-40 API CI-4.

Tidak hanya untuk pasar lokal, Pertamina juga melakukan ekspor produk pelumasnya di pasar luar negeri. “Fastron kami ekspor ke-21 negara. Pasar terbesar ada di Singapura, Australia, China dan Jepang,” imbuh Syafanir Sayuti. Lebih lanjut Sayuti menambahkan bahwa produk yang baru saja diluncurkan ini belum akan diekspor. “Produknya baru siap dipasaran lokal dua bulan lagi, mungkin ekspor juga siap diwaktu yang bersamaan,” tutupnya.

Lain pula dengan Evalube, Krisnati Desiana, General Manager Marketing & PR Division-WGI Evalube Helios Super SAE 10W-40, API SM/ILSAC GF-4 adalah minyak pelumas yang dibuat dengan teknologi veltec digunakan untuk kendaraan bermesin bensin yang terbuat dari campuran base oil synthetic dan mineral yang ditambahkan dengan aditif pilihan yang berkualitas tinggi. Pelumas ini merupakan pelumas semi syntetic dan mempunyai tingkat kekentalan ganda yang menjadikan temperature kerja mesin lebih stabil dan memperkecil timbulnya sludge sehingga menjadikan umur pelumas lebih panjang.

“Evalube sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan konsumen motor, diawal terbentuknya komunitas GilaMotor hingga saat ini telah mencapai 231.350 anggota dan 5331 follower terus mendukung kegiatannya baik itu online maupun offline yang bermanfaat untuk menambah wawasan pengetahuan bikers seputar dunia otomotif,” papar Krisnati.

Evalube Helios Ultra SAE 5W30, API SN/ILSAC GF-5 adalah minyak pelumas full synthetic yang diformulasikan khusus untuk mesin teknologi terkini seperti DOHC, VVTi, VVTi-dual dan Turbocharge. Pelumas ini juga meningkatkan tingkat percepatan mesin, tingkat penguapan dan oksidasi yang minimal serta ramah lingkungan karena menghasilkan emisi gas buang yang rendah.

Sedangkan Evalube Helios Super Sae 10w-40, Api Sm/Ilsac Gf-4 Adalah minyak pelumas yang dibuat dengan teknologi veltec digunakan untuk kendaraan bermesin bensin yang terbuat dari campuran base oil synthetic dan mineral yang ditambahkan dengan aditif pilihan yang berkualitas tinggi. Nah semua pilihan ada pada Anda.

BERITA TERKAIT

PTPP Optimis Capai Arus Kas Operasi Positif - Persaingan Industri Konstruksi Sengit

NERACA Jakarta – PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia memperkirakan arus kas operasi positif…

Peluang Bisnis Ritel Syariah

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Bisnis ritel di Indonesia—dalam beberapa tahun  akhir  ini mengalami kelesuan yang luar  biasa,…

Dyandra Targetkan Laba Rp 43 Miliar di 2018 - Masih Mengandalkan Bisnis Organizer

NERACA Jakarta – Selalu mematok pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi dari tahun ke tahun, terus konsisten dilakukan PT Dyandra Media…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

New Honda Vario eSP Dapat Sentuhan Tampilan Baru

PT Astra Honda Motor (AHM) merilis tampilan anyar untuk skutik andalan mereka, New Honda Vario eSP, yang disemati pembaruan pada…

Produk Otomotif China Tambah Pilihan Bagi Konsumen

Dua industri otomotif asal Tiongkok yakni PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) dan PT Sokonindo Automobile tahun ini resmi memasuki…

Infiniti Perkenalkan All New QX50 Dengan Mesin Baru

Infiniti memperkenalkan medium sport utility vehicle (SUV) kelas premium, All New QX50, yang menggunakan mesin bensin terbaru VC Turbo dengan…