Asyst Bidik Maskapai Lain di Luar Garuda - Berencana Go International

NERACA

Jakarta - PT Aero Systems Indonesia (Asyst), anak perusahaan PT Garuda Indonesia (Persero) di bidang informasi dan teknologi (IT), berniat go international di masa mendatang. Namun untuk mengepakkan sayap bisnisnya ke luar negeri, terlebih dulu Asyst ingin membidik pasar domestik yang punya potensi luar biasa. Lebih khusus lagi, Asyst berencana menggelar ekspansi ke maskapai lain, sehingga tak melulu bergantung pada induk usahanya.

Chief Technical Officer Asyst Ni Nyoman Trisnasari menjelaskan, ekspansi perseroan untuk segera memiliki klien di luar Garuda diharapkan bisa terealisasi pada tahun ini. Namun, Koming, sapaan akrab Trisnasari, mengaku bekerjasama dengan perusahaan lain seperti dengan IBM, raksasa IT asal Amerika Serikat, untuk menghadirkan layanan teknologi informasi yang prima.

“Kita membuat satu ekosistem, baik nasional maupun internasional. Saat ini kita sudah kerjasama dengan IBM, juga dengan HP. Beberapa yang lain,” ungkap Koming kepada wartawan pada acara buka puasa bersama di Jakarta, Senin malam (13/8).

Permintaan pasar produk Asyst, lanjutnya, memang belum digarap optimal. Apalagi, hingga saat ini, porsi pasar terbesar Asyst masih maskapai Garuda. Karena Asyst baru jadi Asyst Indonesia sejak 2009. “Maka, lebih mengambil-alih operasional Garuda. Jadi sementara ini kita mainnya masih di dalam. Harapannya kita bisa ekspansi di luar Garuda Grup,” tukasnya.

Dikatakan Koming, perseroan bakal konsentrasi menggarap pasar domestik. Setelah itu, baru melirik ke pasar regional. “Karena kalau kita ngomong teknologi informasi, pasar kita luas. Kalau pemain global memang banyak. Kalau di lokal tidak ada. Tapi mereka bisa masuk ke Indonesia. Bisa jual ke pasar Indonesia,” urainya.

Di tempat yang sama, Chief Financial Officer Asyst Firdaus Muchtar mengatakan, pihaknya akan melakukan ekspansi secara bertahap. Ekspansi ini digelar lantaran perusahaan tak ingin terpaku layani Garuda saja. Di samping itu, permintaan pasar juga sangat tinggi. Apalagi seiring dengan pertumbuhan ekonomi domestik dan regional yang sangt baik.

“Sebetulnya permintaan dengan perkembangan airlines-airlines baru yang signifikan. Permintaan pasar itu ada dan airlines berkembang. Sehingga airlines banyak yang muncul. Mereka butuh service kita. Mereka butuh sistem reservasi, bagaimana melakukan aktivitas untuk terkontrol. Market ada dimana-mana,” jelas Firdaus.

Menurut dia, permintaan layanan dan produk teknologi informasi tak hanya terpaku pada maskapai lokal di Indonesia. “Kita juga regional, pasarnya. Karena kalau kita di Eropa, lagi turun. Di Amerika hampir serupa. Tapi yang lagi berkembang, itu Asia Pasifik. Perusahaan airlines muncul, ekonomi meningkat. Dan mereka memakai jasa airlines. Di sinilah pasarnya,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

BNP Paribas Bidik Dana Kelola Rp 31 Triliun

Maraknya perusahaan manajer investasi mengeluarkan produk investasi dalam menghimpun dana masyarakat lebih besar lagi juga dilakukan BNP Paribas Investment Partners.…

Saham Malacca Trust Dalam Pengawasan - Bergerak Di luar Kewajaran

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pola transaksi saham PT Malacca Trust Wuwungan (MTWI) karena telah…

MNC Leasing Bidik Pasar Pembiayaan Alkes

NERACA Jakarta – Besarnya potensi pasar industri alat kesehatan (Alkes) di Indonesia, menjadi ceruk pasar yang cukup menjanjikan. Oleh karena…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Penanaman Modal di Sektor Riil - Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

Mencari Alternatif Langkah Penyelamatan Perusahaan Negara

NERACA Jakarta - Rencana pemerintah membentuk induk perusahaan (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendapat kritik dari sejumlah akademisi…

Industri Kecil dan Menengah - Pemerintah Gencarkan Implementasi Program e-Smart IKM

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali menggelar Workshop e-Smart IKM…