Ketersediaan BBM Terus “Dimonitor” - Antisipasi Lebaran

NERACA

Cikampek - Pemerintah terus mengontrol ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi guna menjaga kelancaran arus mudik lebaran. "BBM di Cikampek, premium sekarang ready 28.700 kiloliter (KL), setiap hari konsumsi rata-rata 2.800 KL. Jika H-3 kemungkinan naik konsumsi naik 83%," kata Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik di Cikampek, Selasa (14/08)

Lebih lanjut Jero mengaku hingga saat ini pasokan BBM dari Balongan tidak ada masalah. Artinya pasokan BBM untuk kegiatan mudik di jalur Pantura aman. Bahkan konsumsi BBM solar stoknya tersedia 16.900 KL. Setiap hari, konsumsi rata-rata solar hanya 1.800 KL. Sementara stok pertamax tersedia 2.041 KL, penggunaan pertamax biasanya hanya 116 KL/hari.

Selain itu untuk mendukung arus mudik, Jero juga mempersiapkan kantung-kantung BBM. "Kami mempersiapkan kantung BBM yaitu truk tangki siaga di SPBU tertentu, kami siapkan 14 kantong BBM di Jabodetabek," tegasnya

Diakui Jero, pipa penyalur dari Balongan menuju Cikampek dalam kondisi lancar. Demikian pula, pipa Cikampek ke Plumpang Tanjung Priok juga lancar. "Ada persediaan di Balongan yaitu 50.000 KL dan ada 2 pipa yang menuju Terminal BBM Cikampek, pipa lama dan pipa baru. Pipa baru kapasitas tarikan sedotannya adalah 500-600 KL/jam sedangkan pipa lama yang 480 KL/jam juga lancar," imbuhnya

Ditempat terpisah, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengharapkan kebijakan penghematan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dapat berlaku secara efektif di lingkungan Kementerian Lembaga agar tidak terlalu meleset dari kuota 40 juta kiloliter pada akhir tahun. "Upaya penghematan pengendalian BBM ini salah satu program yang bisa diprioritaskan untuk sektor energi," ujarnya.

Menkeu mengatakan, upaya untuk mengendalikan kuota harus dilakukan karena hingga Juni 2012 penggunaan BBM bersubsidi telah mencapai 21 juta kiloliter. "Dibantu dengan hari-hari mudik, itu bisa terjadi pembengkakan. Jadi yang kita harapkan adalah pengendalian khususnya yang di perkebunan, pertambangan ataupun adanya perembesan," jelasnya

Dengan situasi tersebut, Agus memastikan ada beban fiskal yang akan ditanggung pemerintah apabila penggunaan BBM bersubsidi meleset terlalu jauh dari kuota yang telah ditetapkan.

Namun, Menkeu belum mau mengungkapkan berapa besar beban fiskal yang akan ditanggung pemerintah karena masih menunggu pembicaraan serta diskusi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). “Dari plafon yang ada, sudah akan terlewati. Namun saya akan merespon setelah bertemu dengan menteri ESDM," ucapnya

Sebelumnya dalam paparan realisasi asumsi dasar ekonomi makro semester I dan proyeksi semester II, Kementerian Keuangan memperkirakan realisasi subsidi bahan bakar minyak pada akhir tahun akan mencapai Rp216,8 triliun atau 157,8 persen, melebihi target dalam APBN-Perubahan 2012 sebesar Rp137,5 triliun. **bari/cahyo

BERITA TERKAIT

Penerapan BBM Satu Harga Tinggal 14 Titik

      NERACA   Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat Program BBM Satu…

KOTA SUKABUMI - Pembuatan E-Katalog Barjas Terus Berjalan

KOTA SUKABUMI Pembuatan E-Katalog Barjas Terus Berjalan  NERACA Sukabumi - Proses pembuatan e-katalog yang dilakukan oleh Bagian Barang dan jasa…

KOTA SUKABUMI - Pembuatan E-Katalog Barjas Terus Berjalan

KOTA SUKABUMI Pembuatan E-Katalog Barjas Terus Berjalan  NERACA Sukabumi - Proses pembuatan e-katalog yang dilakukan oleh Bagian Barang dan jasa…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tujuh Pembangkit Diresmikan - Tingkatkan Rasio Elektrifikasi Di NTB dan NTT

NERACA Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan tujuh proyek pembangkit di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Nusa…

Luhut Sebut Ada Kesempatan Tingkatkan Peringkat Investasi

  NERACA Jakarta -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan menyatakan adanya peluang peningkatan peringkat layak investasi (investment grade)…

Mesin Taiwan Mampu Hemat 30%

  NERACA Cikarang - Taiwan mulai fokus untuk memproduksi mesin mesin dengan teknologi tinggi namun dengan harga yang cukup rendah,…