Bangun Monorel Jakarta Butuh Rp 3,72 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Adhi Karya Tbk menegaskan pihaknya siap membangunan proyek monorel di Jakarta. Namun demikian proyek ini membutuhkan dana segar Rp 3,725 triliun. "Dana yang dibutuhkan Rp 3,725 triliun," kata Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Amrozi Hamidi di Jakarta,Selasa,14/8

Menurut Amrozi, pihak Adhi Karya akan menggandeng BUMN lain untuk melakukan sinergi pembangunan kembali proyek monorel yang selama ini terbengkalai. "Strategic partner sesuai arahan Menteri BUMN, sinergi dengan PT INKA untuk teknologi sarana, kemudian PT Len Industri untuk sistem kendali, serta KAI (Kereta Api Indonesia) mungkin nanti untuk operatornya. Namun saat ini baru Len dan INKA yang sudah kami ajak," terangnya

Lebih jauh kata Amrozi, hingga saat ini, telah terpasang tiang untuk pembangunan monorel yang dikerjakan oleh Adhi Karya dahulu. Amrozi mengaku, investasi Adhi karya pada tiang monorel yang sudah beberapa tahun terhenti mencapai Rp 130 miliar. "Kalau sudah terpasang Rp 130 miliar," imbuhnya

Yang jelas, kata Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan, PT Adhi Karya Tbk serius melanjutkan proyek monorel yang telah lama terbengkalai. "Kalau secara fisik, pengembangan monorel tidak terlalu aneh namun kita perlu tambahan investasi," katanya

Bahkan Kiswodarmawan mengaku ide awal melanjutkan proyek monorel sepanjang 13 km ini muncul pada saat forum pertemuan engineering BUMN yang digagas oleh Kementerian BUMN. "Kita kemarin masih mengusulkan dalam forum engineering BUMN di Pertamina. Kita belum tahap kesimpulan," paparnya

Terkait pembangunan monorel yang diperkirakan membutuhkan Rp 3,73 triliun, Kiswodarmawan mengaku pihaknya masih mengkaji investor yang akan digandeng untuk melanjutkan proyek transportasi massal tersebut. "Kalau investasi juga belum dibahas, masih dikaji," tuturnya

Pembangunan kembali monorel di Jakarta memperoleh respons positif. Beberapa waktu yang lalu Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengaku mendukung rencana pembangunan kembali monorel yang sempat berhenti tersebut. "Saya mendukung jika itu dilakukan, diteruskan jangan sampai mubazir hanya DKI pada waktu itu pikirannya bukan rel kereta atau monorel tetapi itu semacam elevated bus, silakan saja yang penting jangan mubazir," ujarnya

Malah Hatta menegaskan pemerintah menyiapkan dana untuk pembangunan infrastuktur dalam belanja modal RAPBN 2013 hingga lebih dari Rp200 triliun. "Sebagian besar belanja modal itu disalurkan untuk infrastruktur dan sudah mendekati Rp200 triliun, saya rasa akan lebih dari itu," tandasnya

Hatta memastikan angka tersebut lebih besar dari anggaran belanja modal dalam APBN-P 2012 yaitu sebesar Rp168,7 triliun. Peningkatan anggaran belanja modal tersebut dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, yang pada RAPBN 2013 ditargetkan pada kisaran 6,8%-7,2%. "Pertumbuhan ekonomi tersebut didorong adanya investasi, 'spending government', serta konsumsi masyarakat yang meningkat," tambahnya

Hatta mengatakan dalam RAPBN 2013, pemerintah juga merencanakan perekonomian yang ekspansif yang berfokus kepada pembangunan produktif. "Kita harus mengurangi belanja-belanja yang tidak produktif," tegasnya

Dengan demikian, sambung Hatta, adanya pembangunan produktif dan angka pertumbuhan yang terjaga maka diharapkan tingkat pengangguran dapat terus menurun dari 6,3% per Februari 2012. "Penurunan angka pengangguran tersebut karena sebagian besar dari mereka telah masuk ke dalam usaha-usaha, seperti usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)," ujarnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Dian Swastika Bangun PLTU di Kalteng - Tingkatkan Rasio Elektrifikasi

NERACA Gunung Mas, Kalteng - PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) di bawah naungan grup Sinarmas membangun pembangkit listrik tenaga…

Lagi, CIMB Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan melakukan penawaran obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp2…

FREN Rilis Obligasi WK III Rp 15 Triliun

PT Smartfren Tbk (FREN) akan melakukan penawaran terbatas obligasi wajib konversi III sebanyak-banyaknya Rp15 triliun melalui mekanisme penempatan terbatas secara…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pengaruh Pilkada 2018 ke Ekonomi

  NERACA   Jakarta - Lembaga riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyoroti pengaruh pemilu kepala daerah…

Negara Berkembang Paling Pesat Pertumbuhan Belanja Online

    NERACA   Jakarta - Survei terbaru Mastercard menyebutkan, pertumbuhan aktivitas belanja melalui gawai (smartphone) atau "mobile shopping" berkembang…

Blended Finance Dikaji untuk Biayai Infrastruktur

  NEACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah tengah mengkaji skema "blended finance" agar…