Wujudkan Swasembada Sapi, RNI Gandeng Berdikari

NERACA

Jakarta - PT Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI) dan PT Berdikari malakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MOU) peternakan sapi untuk mewujudkan swasembada ternak sapi potong pada tahun 2014. “Sapi merupakan bisnis yang menjanjikan, satu hingga tiga tahun ke depan, dan kami akan melakukan pembibitan yang akan mengembangkan 100 ribu ekor per tahun,” kata Direktur Utama P T RNI, Ismed Hasan Putro, Selasa ( 14/8).

Ismed mengatakan bahwa untuk sekarang ini, sinergi yang dilakukan dengan PT Berdikari diperuntukkan untuk ternak sapi potong supaya bisa mewujudkan swasembada dan melakukan percepatan ekonomi. Dia juga mengakui bahwa bisnis sapi potong merupakan hal yang abru bagi PT RNI sehingga PT RNI akan belajar dengan PT Berdikari dalam menjual daging sapi. “ PT Berdikari memberikan bekal ilmu kepada kami untuk menjual daging sapi,” ujarnya.

Ismed juga meminta PT Berdikari supaya mengizinkan mengenai kulit sapi yang akan nantinya akan dipergunakan untuk anak perusahaan PT RNI. “Agar Berdikari mengijinkan, anak perusahaan kami akan untuk mengambil kulit sapinya,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan bahwa diperkirakan keuntungan dari menernak sapi di perkebunan bisa mencapai sebesar Rp 170 miliar. Dirinya juga menjelaskan bahwa PT RNI pada semester pertama di tahun 2012 mendapatkan laba sebesar Rp 36 miliar. “Keuntungan yang di raih PT RNI pada semseter pertama 2012, diraihnya dari bidang perkebunan sawit dan farmasi,” ujarnya.

Menurut Ismed, setelah adanya MOU ini diharapkan 50% pemasukan berasal dari ternak sapi yang nantinya akan mensejahterakan rakyat dan PT RNI. “Untuk tahun ini, PT RNI akan menembus terget kinerjanya,” tambahnya.

Ismed menambahkan bahwa selain ternak sapi, PT RNI beserta anak perusahaannya juga sedang giat pengembangan lahan di Sumatera Selatan yang seluas 27.400 hektare. “Kami akan produksi sawit yang melimpah dari perkebunan ini,” ungkapnya.

Ismed juga menuturkan bahwa untuk membuat terobosan dengan memadukan bisnis peternakan sapi dengan bisnis perkebunan tebu. “Penyatuan bisnis peternakan dengan perkebunan tebu itu di luar anjuran Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” katanya.

Seperti diketahui, Kementerian BUMN sebelumnya menganjurkan RNI mengembangkan peternakan sapi di perkebunan kelapa sawit. "Tetapi kami tidak mau hanya satu di perkebunan kelapa sawit saja, kami ingin kelola sapi untuk perkebunan lain,” kata Ismed.

Dia menambahkan, peternakan di perkebunan tebu dimulai dengan menyebarkan 100.000 ekor sapi di seluruh perkebunan tebu milik RNI. Contoh, di perkebunan tebu di Subang akan ada 40.000 ekor sapi. Setelah itu, masing-masing 5.000 ekor sapi di perkebunan tebu Jatitujuh dan perkebunan tebu Krebet.

Menurut Ismed, setelah sapi-sapi tersebut sudah besar, RNI nanti bekerja sama dengan perusahaan lain untuk program penggemukan. Untuk program ini, RNI telah bekerja sama dengan PT Mitra organ dan PT Mitra Kerinci. "PT Mitra Organ kami minta menggemukkan 5.000 ekor sapi, sementara PT Mitra Kerinci kami minta menggemukan 15.000 ekor sapi," jelasnya.

Ismed pun menambahkan bahwa selain peternakan, PT RNI juga mengembangkan energi biogas yang diperoleh dari sisa kotoran sapi serta air kencing (urine) sapi. Ampas dari sisa kotoran sapi yang menjadi biogas tersebut kemudian dikelola menjadi pupuk organik cair. "Apa yang dikeluarkan sapi masih bisa kami olah lagi,” tambahnya.

BERITA TERKAIT

RNI Raih Award Predikat Sangat Bagus

PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) berhasil meraih “Infobank Award” untuk kategori BUMN sektor perkebunan atas kinerja keuangan terbaik tahun…

LPSK Gandeng Lemsaneg Perkuat Teknologi Informasi

LPSK Gandeng Lemsaneg Perkuat Teknologi Informasi NERACA Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menjalin kerja sama dengan Lembaga…

Pemkot Tangerang Gandeng BPPT Selesaikan Masalah Kota

Pemkot Tangerang Gandeng BPPT Selesaikan Masalah Kota NERACA Tangerang - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Penanaman Modal di Sektor Riil - Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

Mencari Alternatif Langkah Penyelamatan Perusahaan Negara

NERACA Jakarta - Rencana pemerintah membentuk induk perusahaan (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendapat kritik dari sejumlah akademisi…

Industri Kecil dan Menengah - Pemerintah Gencarkan Implementasi Program e-Smart IKM

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali menggelar Workshop e-Smart IKM…