Alasan Usaha Menurun, Davomas Gagal Bayar Obligasi - Seret Likuiditas Keuangan

NERACA

Jakarta - PT Davomas Abadi Tbk mengungkapkan alasan mengenai kelalaian pembayaran kupon obligasi pada 7 Maret 2012. Faktornyanya karena kas keuangan perseroan yang minim. Dimana berdasarkan laporan keuangan auditan 31 Desember 2011 kondisi kas dan bank perseroan ternyata hanya sebesar Rp 79,35 miliar.

Direktur Utama Davomas Abadi Berliana Sukarmadijaja mengatakan, keterlambatan pembayaran obligasi karena kas perseroan sedang tipis. Maka dengan keadaan tersebut, perseroan tidak dapat melalukan pembayaran bunga obligasi pada Maret lalu,”Kami tidak dapat menyelesaikan pembayaran bunga obligasi, dikarenakan kegiatan usaha yang sedang menurun, sehingga pihak munajemen harus mengambil keputusan untuk tidak membayar dengan maksud untuk lebih mementingkan kondisi keuangan intern perusahaan, demi kelangsungan hidup perusahaan,”katanya dalam siaran persnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin.

Menurutnya, penyampaian alasan tersebut juga bagian penjelasan perseroan kepada BEI yang selama ini mempertanyakan kondisi kas dan bank yang tertera pada laporan keuangan auditan 31 Desember 2011 sebesar Rp 334,84 miliar, dimana BEI meminta penjelasan mengapa Perseroan tidak dapat melakukan penyelesaian bunga obligasi yang jatuh tempo pada Maret 2012.

Sebelumnya, emiten berkode saham DAVO sulit dimintai keterangan oleh BEI. Manajemen perseroan berkilah, penggunaan kas akan diprioritaskan untuk kepentingan internal perseroan yang kinerjanya memang sedang menurun.

Namun demikian, Davomas telah melakukan restrukturisasi utang untuk melakukan penyelesaian dalam pelunasan obligasi tersebut yang rampung pada Juni lalu. Akan tetapi, untuk detail dari aksi korporasi tersebut, masih dalam pembahasan oleh pihak perseroan.

Bantah Tidak Beroperasi

Terkait kabar bahwa perusahaan tengah berhenti beroperasi, Berliana membantah tersebut. Menurutnya, perusahaan masih beraktifitas kendati aktifitasnya kecil. “Perseroan tidak pernah berhenti beroperasi, namun aktifitas pabrik memang relatif kecil dengan kondisi utilitas di bawah 30% dari kapasitas produksi yang terpasang, dan konsidi kegiatan perseroan saat ini sudah mencapai di atas 30% dari kapasitas produksi yang terpasang,” ungkapnya.

Seperti diketahui, akhir-akhir ini sering diberitakan terkait gagal membayar kupon obligasi pada 7 Maret 2012 lalu. Obligasi yang tercatat di Bursa Efek Singapura ini jatuh tempo pada 2014 dengan nilai US$119 juta dengan kupon 11%. Akibatnya, perdagangan saham Davomas dihentikan (disuspensi) oleh BEI sejak 9 Maret 2012. Semenjak itu, BEI mengaku kesulitan meminta penjelasan dari pihak Davomas sendiri.

Direktur Penilaian BEI Hoesen pernah mengatakan, pihaknya akan melakukan force delisting kepada Davomas apabila masih belum menunjukkan itikad baik untuk memberikan penjelasan dan memperbaiki kinerjanya.

Sementara itu terkait piutang Rp 553,15 miliar kepada Wuxi Keai, pihak Davomas mengungkapkan Wuxi Keai Cocoa Global Trading Corp. adalah perusahaan trading komoditi dengan spesialisasi kakao trading yang didirikan di China.

Perseroan mengaku, karena penjualan ke Eropa dan Amerika tidak dapat dilakukan oleh karena krisis yang sedang melanda Eropa pada saat itu, maka Perseroa11 mencoba mencari pasar baru dan melihat adanya potensi di pasar Asia. Untuk itu Perseroan telah melakukan survey dan penelitian lebih dalam terhadap perusahaan bernama Wuxi Keai, dan dianggap telah memenuhi persyaratan sebagai pembeli yang cukup berpotensi.

Pada laporan keuangan triwulan I 2012, piutang usaha tersebut menjadi Rp 918,66 miliar. Terkait hal tersebut perseroan mengatakan karena masih ada pengiriman produk kakao di bulan Januari 2012 dari perseroaan kepada Wuxi Keai.

Meski demikian, status pembayaran piutang tersebut masih belum jelas. Pasalnya Wuxi Keai sedang dalam proses kepailitan. “Status pembayaran piutang usaha tersebut dari Wuxi Keai , perseroan sedang dalam proses hukum mengenai hal ini,” ujar Berliana. (didi)

BERITA TERKAIT

Tidak Ada Alasan untuk Tidak Lapor SPT Tahunan

Oleh: Devitasari Ratna Septi Aningtyas, Staf Direktorat Jenderal Pajak *) Memasuki minggu ketiga bulan Februari Tahun 2018. Masyarakat Indonesia yang…

Campina Bayar Utang Rp 269,63 Miliar - Pangkas Beban Utang

NERACA Jakarta – Guna memudahkan langkah ekspansi bisnisnya, PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) terus memangkas beban utang dengan…

Hexindo Bayar Royalti 2% Ke Hitachi - Perbarui Perjanjian

NERACA Jakarta - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) dan Hitachi Construction Machinery Co. Ltd (HCM) akan memperbarui perjanjian royalti untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Minat Asuransi Meningkat - Zurich Buka Agen di Yogyakarta dan Jateng

NERACA Yogyakarta -Perluas penetrasi pasar asuransi di dalam negeri, perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia Zurich membuka kantor keagenan keduanya…

Nusantara Infrastructure Bagikan Dividen

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan kinerja keuangan yang positif, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana untuk memberikan deviden kepada para…

Metrodata Tuntaskan Merger Anak Usaha

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) merampung merger dua entitas bisnis anak usahanya yakni PT Logicalis Metrodata Indonesia (LMI) dengan PT…