Waduk Jatigede Terikat Pinjaman China - Harus Selesai 2013

NERACA

Jakarta – Pemerintah menargetkan pembangunan Waduk Jatigede akan selesai pada akhir 2013. Pasalnya waduk yang dinilai terbesar kedua di Indonesia ini sudah dirancang dari 1963. “Percepatan penyelesaian pembangunan Waduk Jatigede di Sumedang, kita jadwalkan akan selesai pada akhir 2013,” kata Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Selasa (14/8).

Lebih jauh Hatta menjelaskan Waduk Jatigede ini adalah waduk terbesar kedua setelah Waduk Jatiluhur. Bahkan kata Hatta, perencanaan untuk menggagas waduk Jatigede sudah dirancang pada 1963 dan di desain pada 1980. “Saat ini, kondisinya masih sedang dalam tahap pembangunan. Keputusan rapat menyatakan Waduk ini harus selesai sesuai dengan jadwal yaitu pada akhir 2013,” tambahnya.

Pasalnya, menurut Hatta, Indonesia telah terikat dengan China sebagai kreditur pembangunan waduk Jatigede. “Kita terikat atas pembangunan waduk ini dengan dibiayai oleh China. Sebagian lagi menggunakan dana kita sendiri,” tambahnya.

Hatta pun menyadari pembebasan lahan untuk pembangunan waduk Jatigede sudah dilakukan pada 1980, namun karena lamanya lahan tersebut tak digunakan maka timbul masalah-masalah sosial. “Saat ini banyak saudara-saudara kita yang menempati lahan tersebut. Itu terjadi karena lambatnya kita untuk mengembangkan lahan tersebut,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut Hatta, diperlukan verifikasi ulang untuk mendata ulang mengingat pada zaman dahulu sudah dilakukan pembebasan lahan namun ada beberapa yang masih belum pindah. Maka pemerintah akan membentuk tim verifikasi yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat. “Untuk verifikasi, akan dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” tukasnya.

Diakui Hatta, proyek pembangunan Waduk Jatigede menelan biaya sebesar US$ 400 juta atau senilai Rp4 triliun. “Jika proyek terealisasi maka bisa mengairi sekitar 90 ribu hektar sawah, bisa menghasilkan listrik sebesar 110 megawatt dan dapat menahan banjir yang selama ini melanda daerah Jawa Barat dan sekitar serta bisa menjadi objek pariwisata,” imbuhnya.

Sekedar informasi, pembangunan Waduk Jatigede merupakan prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2012, dan juga terkait erat dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), yang akan memberikan manfaat untuk irigasi, air baku, dan pembangkit tenaga listrik. Rencananya Waduk Jatigede akan dimanfaatkan untuk mengairi irigasi 90.000 ha, PLTA 10 MW, air baku 3,5 m3/det, serta pengendalian banjir 14.000 ha.

Waduk Jatigede perlu segera dibangun guna mengatasi krisis air baik untuk menjamin ketersediaan air irigasi Rentang maupun air baku untuk wilayah Pantura Ciayu. Pembangunan Waduk Jatigede merupakan Prioritas dalam RPJMN 2010-2014 dengan pembiayaan 90% menggunakan Loan Bank Exim China. **bari

BERITA TERKAIT

Garuda Cari Pinjaman Sebesar US$ 200 Juta - Danai Perawatan Pesawat

NERACA Tangerang - Danai penambahan belanja modal di 2018, PT Garuda Indonesia (Perseroa) Tbk (GIAA) berencana mencari pinjaman sebesar US$…

Garuda Cari Pinjaman US$ 200 Juta - Danai Ekspansi Bisnis 2018

NERACA Tangerang - Danai penambahan belanja modal di 2018, PT Garuda Indonesia (Perseroa) Tbk (GIAA) berencana mencari pinjaman sebesar US$…

Produk Otomotif China Tambah Pilihan Bagi Konsumen

Dua industri otomotif asal Tiongkok yakni PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) dan PT Sokonindo Automobile tahun ini resmi memasuki…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Kadin Dukung Pemindahan Ibu Kota

      NERACA   Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) siap mendukung rencana pemindahan ibu kota RI…

40% Jembatan Dalam Kondisi Tak Baik

  NERACA   Semarang - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebutkan sekitar 40 persen jembatan di…

BI Dorong Jakarta Tingkatkan Anggaran Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Anggaran pemerintah DKI Jakarta untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dinilai perlu ditingkatkan karena…