Soal SDM Kendala Klasik Bank Syariah

NERACA

Jakarta– Masih minimnya pertumbuhan industri perbankan syariah tidak bisa lepas dari rendahnya tingkat sumber daya manusia. Oleh karena itu, persoalan klasik SDM ini menjadi perhatian Bank Indonesia (BI). “Salah satu masalah SDM di perbankan syariah adalah belum terjalinya kerja sama antara akademisi dan praktisi dalam mencetak SDM,” kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Perbankan Syariah BI Eddy Setiadi, di Jakarta.

Menurut Eddy, permasalahan SDM di perbankan syariah merupakan masalah yang perlu penyelesaian secara bersama-sama dan salah satu kebijakan BI adalah mendukung sektor pendidikan. “Ini menjadi kendala yang sudah terlalu lama dan perlu segera dicarikan solusinya,” ungkapnya.

Menurut Eddy, hal ini terjadi karena belum ada koordinasi yang baik. Padahal, dengan itu bisa mencetak SDM yang berkualitas untuk kebutuhan industri perbankan syariah di Indonesia . Lebih lanjut, dia juga menyebut masalah lain dari sisi pendidikan adalah masih minimnya ketersediaan literatur, dosen, dan peneliti terkait ekonomi syariah di Indonesia .

Hal ini yang menyebabkan penciptaan SDM yang baik masih tersendat-sendat. Selain itu masalah kurikulum pendidikan perlu dibahas secara bersama-sama agar mendapatkan SDM berkualitas. “Kita perlu melihat juga dari sisi pendidikan. Apakah memang sudah ada tempat untuk menciptakan SDM syariah yang berkualitas,”ungkapnya.

Lanjut Edy, BI memiliki sejumlah solusi alternatif. Hal ini langkah nyata BI dalam menyediakan SDM perbankan syariah yang sekarang ini semakin dibutuhkan. Pertama, menaikan anggaran untuk pendidikan dan pelatihan dalam mencetak SDM yang berkualitas.

Kedua, menekan biaya rekruitmen dan pelatihan melalui sistem yang terintegrasi, baik dari regulator (BI), pemerintah maupun industri. Ketiga, penyiapan kuantitas dan kualitas kompetensi pengajar melalui training of trainer kecukupan modul yang ter-update secara berkala.

Selain kebijakan tersebut, Edy menambahkan, BI tengah menyusun strategi pengembangan SDM perbankan syariah sebagai acuan dalam pelaksanaan pengembangan SDM perbankan syariah. Selain itu, tengah melakukan kerja sama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan dalam bidang peneliri maupun pendidikan dan pelatihan. “Langkah-langkah ini tentu yang dilakukan BI dalam upaya menyediakan kebutuhan akan SDM yang hingga sekarang masih dibutuhkan oleh industri perbankan syariah,”tandasnya. **bani

BERITA TERKAIT

Peluang Bisnis Ritel Syariah

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Bisnis ritel di Indonesia—dalam beberapa tahun  akhir  ini mengalami kelesuan yang luar  biasa,…

Pemberdayaan Ekonomi, Bank Muamalat Gandeng Baznas

      NERACA Langkat - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meresmikan…

Aset Bank Umum Di Jambi Tumbuh 4,75%

  NERACA   Jambi - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi menyebutkan, aset perbankan umum yang beroperasi di provinsi itu…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Profitabilitas Bank Tahun Depan Diprediksi Sulit Meningkat

      NERACA   Jakarta - Rasio profitabilitas atau keuntungan dari aset bank dinilai sulit meningkat dalam setahun ke…

BTN Telah Kucurkan KPR Rp230,2 triliun

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 Kredit Pemilikan Rumah…

Kebijakan Suku Bunga Bakal Dipengaruhi Dolar

    NERACA   Jakarta - Kebijakan suku bunga nasional mendatang dinilai sangat dipengaruhi nilai penguatan mata uang dolar Amerika…