OJK Segera Siapkan Aturan Terhadap MLM

NERACA

Jakarta—Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera menyiapkan aturan terkait sistem multi level marketing (MLM) yang dapat menimbulkan risiko. "Konglomerasi juga akan kita atur supaya tidak menimbulkan risiko adanya peluang-peluang (risiko) itu," kata Wakil ketua OJK, Rahmat Waluyanto, di Jakarta.

Lebih lanjut Rahmat menambahkan OJK akan mengatur semua industri jasa keuangan. Adapun kewenangan untuk pengawasannya akan berada di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dan Bank Indonesia (BI).

Rahmat menjelaskan pengaturan sistem MLM tersebut akan dimasukkan ke OJK. Nantinya, hanya tinggal mengatur bagaimana koordinasi pengawasannya. "Sangsi-sangsi sudah diatur dipasar modal, aturan-aturan pengawasan sudah diatur,” tambahnya.

Menurut Rahmat, OJK berusaha mendorong industri keuangan menjadi lebih sehat. Karena itu butuh dan perlu aturan yang jelas. “Kesehatan perusahaan dan industri-industri akan kita atur semua," tegasnya

Terkait Manajemen Krisis, Rahmat mengaku OJK akan mengambil dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dan Bank Indonesia (BI). "Nanti kita lihat, tapi sudah jelas Bapepam kan akan masuk ke OJK dan sudah punya Crisis Management Protocol (CMP). Setelah masuk ke OJK kita akan membuat yang lebih terintegrasi," paparnya

Dikatakan Rahmat, terintegrasi dalam artian digunakan untuk mengakses industri perbankan, lembaga keuangan nonbank, pasar modal, serta lebih luas lagi. "Apapun, CMP yang kita buat harus terintegrasi. Harus sinkron dengan BI juga. Dia (BI) kan punya CMP juga, pemerintah juga ada, mungkin kita akan MoU," terangnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengakui pemerintah akan memperbarui protokol manajemen krisis (CMP) agar Indonesia lebih siap mengatasi krisis bila global kian memburuk.

Lebih lanjut Mantan Dirut Bank Mandiri ini menambahkan CMP merupakan panduan untuk pengambilan tindakan jika negara dilanda krisis ekonomi. CMP disusun oleh Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. "Sebetulnya krisis manajemen protokol kita dengan Bank Indonesia sudah ada nota kesepahaman (MOU). Ini kita mau perbaharui saja," ujarnya

Agus melanjutkan, dalam waktu dekat nota kessepahaman CMP yang diperbarui ini akan segera ditandatangani. Namun sayangnya Agus enggan mengungkapkan lebih jauh poin mana saja yang diperbarui. "Jadi dalam waktu dekat ini kita akan tanda tangan," ujar Agus Marto. **cahyo

BERITA TERKAIT

ERP Segera Diterapkan Pada 2019

      NERACA   Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menargetkan sistem jalan berbayar elektronik (ERP) dapat diterapkan…

OJK Kaji Rencana Menaikkan MKBD Tahun Ini - Dukung Pertumbuhan Pasar Modal

NERACA Jakarta – Bergerak dinamisnya pertumbuhan industri pasar modal dan termasuk meningkatnya kapitalisasi di pasar modal, mendorong Otoritas Jasa Keuangan…

OJK Irit Bicara Soal Merger Bank BUMN Syariah

      NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso memilih bungkam saat ditanya rencana…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pulihkan Penyaluran Kredit, BI Andalkan Makroprudensial

      NERACA   Jakarta - Pelonggaran kebijakan makroprudensial pada 2018 menjadi tumpuan untuk memulihkan penyaluran kredit perbankan yang…

Luncurkan G-Pro, Asuransi Generali Gaet BTN

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

BNI Siapkan Corporate Card untuk Kemenkeu

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyiapkan BNI Corporate Card yang…