Pentingnya Pendidikan Karakter dengan Nilai Sosial

Dengan pendidikan karakter, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi berkarakter dan menjadipribadi unggulyang tidak mengabaikan nilai-nilai sosial

NERACA

Dengan pemahaman seperti itu, sebenarnya ada hal lain dari anak yang tak kalah penting yang tanpa orang tua sadari telah terabaikan. Apa itu? memberikan pendidikan karakter pada anak.

Dennis Coon dalam bukunyaIntroduction to Psychology : Exploration and Aplicationmendefinisikankaraktersebagai suatu penilaian subyektif terhadapkepribadianseseorang yang berkaitan dengan atributkepribadianyang dapat atau tidak dapat diterima oleh masyarakat.Karakteradalah jawaban mutlak untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik didalam masyarakat.

Pada dasarnya, pada perkembangan seorang anak adalah mengembangkan pemahaman yang benar tentang bagaimana dunia ini bekerja, mempelajari ”aturan main” segala aspek yang ada di dunia ini . Anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter apabila dapat tumbuh padalingkunganyang berkarakter

Inilah mengapa pendidikan kognitif harus diimbangi dengan pendidikan karakter. Beberapa kenyataan yang sering di jumpai, seorang politikus malah tidak peduli pada tetangganya yang kelaparan, ,seorang guru tidak prihatin melihat anak-anak jalanan yang tidak mendapatkan kesempatan belajar di sekolahatau seorang pengusaha yang kaya raya justru tidak dermawan. Itu adalah bukti tidak adanya keseimbangan antara pendidikan kognitif dan pendidikan karakter.

Ada sebuah kata bijak mengatakan, ilmu tanpa agama buta, dan agama tanpa ilmu adalah lumpuh. Sama juga artinya bahwa pendidikan kognitif tanpa pendidikan karakter adalah buta. Alhasil, karena buta tidak bisa berjalan, berjalan pun dengan asal tidak tentu arah.

Begitupun sebaliknya, pengetahuan karakter tanpa pengetahuan kognitif, maka akan lumpuh sehingga mudah dikendalikan atau dimanfaatkan dan dikendalikan orang lain. Untuk itu, penting artinya untuk tidak mengabaikan pendidikan karakter pada anak didik.

Oleh karena itu, pendidikan karakter penting bagi pendidikan di Indonesia. Pendidikan karakter akan menjadi basic atau dasar dalam pembentukan karakter berkualitas bangsa, yang tidak mengabaikan nilai-nilai sosial seperti toleransi, kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu dan mengormati dan sebagainya. Pendidikan karakter akan melahirkan pribadi unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan kognitif saja namun memiliki karakter yang mampu mewujudkan kesuksesan.

Ciri pendidikan karakter

Pendidikan karakter adalah pendidikan yang menekankan pada pembentukan nilai-nilai karakter pada anak didik. Setidaknya, ada empat ciri dasar pendidikan karakter yang dirumuskan oleh FW Foerster,seorang pencetus pendidikan karakter dari Jerman.

Pertama, pendidikan karakter menekankan setiap tindakan berpedoman terhadap nilai normatif. Anak didik menghormati norma-norma yang ada dan berpedoman pada norma tersebut. Kedua,adanya otonomi, yaitu anak didik menghayati dan mengamalkan aturan dari luar sampai menjadi nilai-nilai bagi pribadinya. Dengan begitu, anak didik mampu mengambil keputusan mandiri tanpa dipengaruhi oleh desakan dari pihak luar.

Ketiga, adanya koherensi atau membangun rasa percaya diri dan keberanian, dengan begitu anak didik akan menjadi pribadi yang teguh pendirian dan tidak mudah terombang-ambing dan tidak takut resiko setiap kali menghadapi situasi baru.Keempat, keteguhan dan kesetiaan. Keteguhan adalah daya tahan anak didik dalam mewujudkan apa yang dipandang baik. Dan kesetiaan marupakan dasar penghormatan atas komitmen yang dipilih.

Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat, ternyata kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh pengetahuan dan kemampuan teknis dan kognisinya(hard skill)saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain(soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 %hard skilldan sisanya 80 % olehsoft skill. Dan, kecakapansoft skillini terbentuk melalui pelaksanaan pendidikan karater pada anak didik.

Berpijak pada empat ciri dasar pendidikan karakter di atas, pendidikan karakter hendaknya dirumuskan dalam kurikulum, diterapkan metode pendidikan, dan dipraktekkan dalam pembelajaran. Selain itu, di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar juga sebaiknya diterapkan pola pendidikan karakter. Dengan begitu, generasi-generasi Indonesia nan unggul akan dilahirkan dari sistem pendidikan karakter.

BERITA TERKAIT

YPA-MDR Fokuskan Prestasi Akademik Tahun 2018 - Tingkatkan Mutu Pendidikan Prasejahtera

Sebagai bentuk komitmen tingkatkan mutu di daerah prasejahtera, PT. Astra International Tbk melalui Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim…

Sidang Dugaan Korupsi Pengadaan KTP-E - Jafar Hafsah Kembalikan Uang Dengan Pinjaman Bank

Sidang Dugaan Korupsi Pengadaan KTP-E Jafar Hafsah Kembalikan Uang Dengan Pinjaman Bank NERACA Jakarta - Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat…

Genjot KPR, BTN Jalin Kerjasama dengan Taspen

      NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bersama PT Taspen (Persero) siap bersinergi menyediakan…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Pengembangan Strat Up Dimulai dari Kampus

      Pengembangan perusahaan pemula atau "start-up company" harus dimulai dari kurikulum di perguruan tinggi, demikian disampaikan Rektor Universitas…

Berpacaran Dibawah Umur, Ini Dampak Negatifnya

      Pada saat ini, kita hidup di dalam generasi milenial, dimana orang-orang hidup berdampingan dengan teknologi. Teknologi komunikasi…

Kembalikan Lagu untuk Anak Indonesia

      Lagu merupakan suatu bentuk seni yang digemari setiap kalangan dan sebuah bentuk ekspresi yang dapat menembus banyak…