Waspada Kuman Dikala Musim Mudik

NERACA

Tanpa disadari banyak sumber kuman selama aktivitas mudik dan merayakan Idul Fitri. Namun, banyak masyarakat tidak menyadari dengan kondisi lingkungan disekitarnya.

Tanpa kita pahami, kuman penyebab masalah kesehatan banyak terdapat di ruang publik. Seperti sarana transportasi dan fasilitas umum lainya, sehinga setiap orang perlu menjaga kebersihan dan kesehatan pribadinya dengan selalu melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sehingga kuman tidak masuk ke dalam tubuh.

Pakar kesehatan dr. R. Fera Ibrahim, Msc, Phd, SpMK mengatakan, saat mudik adalah salah satu moment dimana intensitas penggunaan fasilitas umum menjadi meningkat, dan tanpa kita sadari hal ini berdampak bahaya penyebaran rantai kuman.

Harus waspada terhadap kuman yang ada pada fasilitas umum, sehingga perayaan Hari Raya Idul Fitri dapat dilakukan dalam kondisi yang sehat.

“Disiplin diri dalam menerapkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti CTPS terutama sebelum makan sebaiknya tetap dilakukan sebagai upaya preventif dari berbagai jenis kuman yang dapat kita temui baik dari luar maupun di dalam rumah,” tuturnya.

Ahli mikrobiologi FKUI dr. T. Bahdar Johan, SpPD mengatakan, kuman yang paling umum yang menyebabkan penyakit diare adalah E.coli. Saat penderita diare memegang fasilitas umum dan transportasi umum, maka kuman E.coli dapat berpindah.

Jika orang yang sehat memegang fasilitas umum tersebut, maka kuman dapat berpindah ke orang yang bersangkutan. Sedangkan, ISPA disebabkan oleh virus influenza pada 15% dari kasusnya.

Jika sudah mengalami diari sebaiknya mendapat pertolongan pertama dengan dikasih oralit dan segera dibawa kedokter.

“Diare yang akut dapat menyebabkan bocornya usus dan menyebabkan kematian bagi penderita,” tuturnya.

Berbagai penelitian sudah membuktikan bahwa CTPS dapat menurunkan angka kematian diare dan ISPA yang cukup signifikan. Antara lain, studi penelitian oleh Curtis V. Cairncross menunjukan CTPS dapat menurunkan risiko diare hingga 47%.

Dr. Bahdar mengatakan, kuman dapat ditemui tidak hanya pada tranportasi seperti pengangan bus dan fasilitas umum seperti ATM, namun juga di rumah salah satunya adalah dapur.

Selama bulan puasa dan Idul Fitri para ibu akan lebih sibuk di dapur khusunya untuk menyiapkan makan sahur, berbuka dan satapan Hari Raya. Dalam hal ini selain karena faktor makanan dan lingkungan, faktor kebersihan tanggan baik yang mengkonsumsi makanan dan yang menyiapkan makanan juga menjadi penting.

Menjaga kebersihan dan kesehatan juga dianjurkan semua agama termasuk islam. Ustadz Cinta mengatakan, ajaran islam memerintahkan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan agar terhindar dari penyakit, yaitu antara lain dengan membersihkan dan mencuci tubuh dengan mandi.

BERITA TERKAIT

KABUPATEN CIREBON - Masuki Musim Hujan, Harga Garam Mulai Naik

KABUPATEN CIREBON Masuki Musim Hujan, Harga Garam Mulai Naik NERACA Cirebon - Petani garam Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mulai menikmati…

Waspada Krisis Bitcoin

    Oleh: Bhima Yudhistira Adhinegara Peneliti INDEF               Bitcoin merupakan mata uang digital baru yang cukup tersebar luas…

Musim Kering, 16 Waduk Utama Dalam Kondisi Normal

  NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengumumkan memasuki musim kemarau panjang 2017,…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Menkes Minta Perempuan Tingkatkan Pengetahuan Tentang Gizi

Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta para perempuan khususnya kepada para ibu untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi guna mencegah terjadinya kasus…

Masalah Kejiwaan di DKI Didominasi Tekanan Ekonomi

Penyebab timbulnya masalah kejiwaan atau gangguan kesehatan mental di DKI Jakarta didominasi oleh tekanan ekonomi dan situasi sosial keluarga."Penyebab paling…

Pentingnya Deteksi dini Tumor dan Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan penyakit yang ditandai dengan tumbuhnya sel abnormal, tidak terkontrol pada kelenjar dan jaringan payudara. Karenanya bagi wanita…