Tingkatkan Kualitas Hidup dan Kepercayaan Diri - Bedah Estetika & Rekontruksi :

Untuk meningkatkan kepercayaan dirinya dan meningkatkan kualitas hidupnya. Bedah plastik secara tidak langsung akan mempengaruhi rasa kepercayaan rasa percaya diri seseorang karena merasa penampilannya lebih menarik.

NERACA

Saat ini persepsi masyarakat tentang bedah plastik hanya seputar bedah kecantikan untuk mendapatkan penampilan fisik yang menawan. Namun, persepsi tersebut tidak sepenuhnya benar karena bedah plastik tidak hanya sekedar bedah untuk kecantikan, tetapi juga untuk memperbaiki fungsi anggota tubuh.

Dr. Gentur Sudjatmiko. SpB. SpBp mengatakan, “Secara garis besar, bedah plastik rekontruksi bertujuan untuk mengembalikan fungsi serta memperbaiki bentuk atau penampilan yang diakibatkan oleh cacat bawaan lahir, kecelakaan atau penyakit menjadi lebih baik atau setidaknya mendekati normal,” tuturnya.

Sedangkan bedah plastik estetika atau kosmetika dilakukan pada pasien normal dan sehat untuk membenahi anggota tubuh yang dirasa kurang ideal agar menjadi ideal dan mendekati sempurna.

“Bedah rekontruksi diharapkan dapat membantu pasien yang sebelumnya merasa rendah diri akibat kecacatan yang dimilikinya,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan kepercayaan dirinya dan meningkatkan kualitas hidupnya. “Bedah plastik secara tidak langsung akan mempengaruhi rasa kepercayaan rasa percaya diri seseorang karena merasa penampilannya lebih baik,” tuturnya.

Guntur mengatakan, untuk tindakan bedah plastik estetika dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu tanpa operasi dan tindakan dengan operasi. Untuk tindakan tanpa operasi biasanya dikenal dengan botox, yaitu penyuntikan botulinum toxin untuk mengurangi atau menghilangkan kerutan di dahi, sudut mata, dan pangkal hidung.

Toksin akan menghambat hantaran syaraf dan melumpuhkan sementara otot-otot yang menimbulkan kerutan, sehingga kulit tampak lebih licin dan penampilan menjadi lebih segar.

Selain botox, tindakan tanpa operasi lain adalah injectable Fillers yang bertujuan untuk menambah volume pada bagian wajah tertentu seperti bibir atau hidung pada kasus tertentu, serta memperbaiki bekas luka yang cekung. Bahan yang dipakai antara lain kolagen, asam hyaluronic, dan lemak tubuh.

Sedangkan beragam tindakan bedah plastik dengan operasi mencakup facelift, facial implant, dan nose surgery. Namun, demikian beberapa operasi bedah plastik yang sering dilakukan diantaranya.

Rhinoplasty bertujuan untuk memperbaiki bentuk hidung agar lebih proporsional atau mancung, memperkecil tampilan hidung yang berkesan lebar, serta membentuk ujung puncak hidung lebih kecil.

“Kebanyakan orang Asia biasanya ingin meninggikan hidung. Untuk memancungkan hidung, kita dapat melakukan dua prosedur dengan menggunakan implant silicon padat atau tulang rawan,” tutur dr. Teuku Adi Fitrian Sp.BP atau yang biasa di panggil dokter Tompi.

Untuk koreksi hidung dapat juga dilakukan dengan cara non surgery seperti penggunaan filler dan jahitan. Namun, penerapannya masi sangat terbatas, tuturnya.

Blepharoplasty bertujuan memperbaiki penampilan mata atas, bawah, atau keduanya. Sehingga, wajah terlihat lebih segar dan tidak tampak seperti megantuk.

“Di Indonesia, biasanya pasien datang dengan keluhan seperti penuaan, kelopak mata atas turun, mata bawah berkantung dan lipatan mata yang tidak kelihatan. Tindakan bedah plastik juga berbeda untuk masing-masing pasien tergantung perbaikan yang diinginkan oleh pasien,” ujar dr. Elida Sari Siburian Sp.BP.

Sedangkan, liposuction biasa dikenal dengan sedot lemak, merupakan suatu tindakan bedah plastik yang bertujuan membentuk tubuh dengan menyedot lemak pada area tertentu dari tubuh yang tidak dapat dihilangkan dengan melakukan olah raga.

Teknik ini dapat dilakukan pada area paha, pinggul, pantat, perut, pinggang, lengan atas, punggung, dada, dagu dan leher.

“Kebanyakan orang berpikir dengan melakukan liposuction mereka mendapat berat badan yang ideal sesuai dengan keinginan mereka. Namun, sayangnya paradigma tersebut keliru, tujuan utama liposuction adalah membentuk tubuh bukan berfokus pada penurunan bobot tubuh dalam kilogram, tutur dr. Tompi.

Sedangkan, Tummy Tuck merupakan tindakan kosmetik pada perut yang bertujuan untuk mengencangkan dan membuat perut lebih rata. Tindakan ini biasa dikenal dengan tarik perut dengan prosedur membuang kelebihan lemak, kulit, dan pada beberapa kasus dibutuhkan pengencangan otot perut.

Pada kasus tertentu, kelebihan kulit tidak begitu besar dan dapat dilakukan mini tummy tuck dibantu dengan sedot lemak. Indikasi tindakan tummy tuck biasanya diambil apabila kondisi lemak menumpuk dan diperparah dengan otot dinding perut yang kendor dan kendor dan merengan.

Biasanya kasus ini banyak terjadi pada wanita pasca melahirkan, dimana kulit bagian perut menggelambir setelah melahirkan.

Sedangkan, breast augmentation bertujuan untuk memperbesar payudara dengan menggunakan implan payudara. Bisa juga untuk memperbaiki payudara setelah menyusui, maupun pada wanita yang mengalami penurunan berat badan yang banyak.

Breast reduction merupakan kebalikan dari breast augmentation, dimana bedah plastik dilakukan untuk mengecilkan payudara yang besar dengan membuang jaringan lemak, kelenjar payudara, dan kulit berlebih.

Sedangkan, breast lift merupakan tindakan operasi bedah plastik yang bertujuan untuk mengangkat dan mengencangkan payudara dengan membuang kelebihan kulit.

“Kasus bedah plastik bisa dilakukan dengan bertujuan rekrontruksi maupun estetika. Misalnya pada kasus operasi rekontruksi payudara, di mana pasien datang dengan keluhan nyeri punggung akibat ukuran payudara yang terlalu besar sehingga memberi beban berat pada punggung,” ujar dr. Elida.

Begitu pula dengan tindakan rhinoplasty atau nose surgery, beberapa tindakan bedah plastik dilakukan bukan hanya untuk tujuan rekontruksi. Bedah rekontruksi bisa dilakukan untuk mengkoreksi tulang hidung bengkok. Namun, dengan mempertimbangkan segi estetika.

Banyak kasus silikonoma hidung yaitu suntik silikon cair ke bagian hidung dengan maksud untuk memancungkan hidung dan biasanya banyak dilakukan oleh salon kecantikan yang tidak memiliki dasar medis.

Silikonoma dapat menyebabkan permukaan kulit hidung menjadi bengkak, kemerahan dan meradang. Perubahan juga terjadi pada puncak hidung di mana ujung hidung menjadi besar, panjang dan menggantung.

BERITA TERKAIT

Direktur Ciputra Hospital Citra Garden City - Cegah Ancaman Serangan Jantung Dengan Gaya Hidup Sehat

Dr. Kusmiati, MARS  Direktur Ciputra Hospital Citra Garden City Cegah Ancaman Serangan Jantung Dengan Gaya Hidup Sehat Jakarta - Gaya…

Direktur Ciputra Hospital Citra Garden City - Cegah Ancaman Serangan Jantung Dengan Gaya Hidup Sehat

Dr. Kusmiati, MARS  Direktur Ciputra Hospital Citra Garden City Cegah Ancaman Serangan Jantung Dengan Gaya Hidup Sehat Jakarta - Gaya…

Bike for Unity’ Ajak Masyarakat Hidup Sehat - Semarak Gowes Akhir Pekan

NERACA Jakarta –  Agar tubuh bugar dan sehat kita harus aktif secara fisik dengan berolah raga. Salah satunya, yaitu dengan…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Seberapa Cepat Dehidrasi Akan Membunuh Seseorang?

Tidak ada prediktor yang dapat memastikan seberapa cepat dehidrasi akan membunuh seseorang. Kesehatan, cuaca dan tingkat aktivitas fisik individu bisa…

Kayu Manis Bantu Pembakaran Kalori

Kayu manis bisa disertakan dalam daftar senjata melawan obesitas menurut hasil studi yang dilakukan para peneliti University of Michigan di…

Mengenal Penyakit Endometriosis dan Fibroid

Zaskia Sungkar baru saja menjalani operasi endometriosis dan fibroid di Kuala Lumpur, Malaysia. Sebenarnya apa itu endometriosis dan fibroid? Endometriosis…