Garda Tujuh Buana Targetkan Produksi 3 Juta Ton Batubara - Outlook Semester II-2012

NERACA

Jakarta – Meskipun kinerjanya masuk dalam pengawasan Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten batu bara PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) tetap optimistis targetkan penjualan hingga 3 juta ton batu bara pada semester dua 2012 bakal tercapai melalui mekanisme transaksi baru perseroan.

Komisaris PT Garda Tujuh Buana Tbk Pardeep Dhir mengatakan, capaian target semester kedua tahun ini bisa tercapai dengan penjualan tambang batu bara mencapai 2,7 juta sampai 3 juta ton,”Penjualan semester satu atau per Juni 2012, GTBO berhasil meraih total penjualan 4,2 juta ton batu bara. Sebesar 3 juta ton penjualan didapat dari mekanisme pembelian langsung batu bara oleh para pembeli,”katanya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, melalui mekanisme pertama kali bagi buyer (pembeli) bisa melakukan transaksi pembayaran secara langsung untuk pembelian penambangan tahun berikutnya, sehingga penjualan bertambah.

Total penjualan tersebut meningkat karena diterapkannya mekanisme baru perusahaan dalam proses penjualan dalam penambangan batu bara,”Per Juni 2012 penjualan tambang batu bara GTBO mencapai 1,2 juta ton ditambah penjualan 3 juta ton yang merupakan hasil penjualan tambahan dimana batu baranya akan diambil oleh pembeli sendiri," ujarnya.

Realisasi Capex

Selain itu, perseroan juga akan merealisasikan anggaran belanja modal perusahaan (capex) semester dua tahun ini sebesar US$3 juta untuk kebutuhan peralatan pertambangan dan infrastruktur.

Dia menyebutkan, anggaran capex perusahaan sebesar US$3 juta digunakan untuk memenuhi kebutuhan inrastruktur dan peralatan pertambangan pada semester dua. Anggaran belanja modal tersebut seluruhnya berasal dari kas internal dan tidak mengandalkan pinjaman luar. "Salah satu keunggulan kita adalah no debt dalam perusahaan, ini karena kondisi keuangan perusahaan yang masih sehat," ujarnya.

Lanjut Pardeep Dhir, penjualan tambang batu bara perusahaannya masih tetap mempertahankan 95% ekspor ke luar negeri. Sedangkan untuk penjualan lokal tidak lebih dari 5%. "Penjualan lokal sangat kecil, tidak lebih dari 5%, selebihnya ekspor seperti Cina dan India. India saja 85% dari tambang kita (GTBO)," ujarnya.

Sebagai informasi, PT Garda Tujuh Buana Tbk telah mendirikan anak perusahaan di Uni Emirat Arab dengan nama GTB Internasional FZE. Pendirian perusahaan ini bertujuan untuk menjual batu bara, bijih logam dan bahan bakar pada perdagangan internasional dari Timur Tengah. Shael Oswal selaku Direktur Utama GTBO mengatakan, pendirian perusahaan tersebut terdaftar pada pendaftaran 10482 pada 26 Juni 2012 dengan nomor lisensi 9472.

Shael menjelaskan, untuk mendirikan perusahaan baru tersebut perseroan menyetor modal sebesar 25.000 dirham pada 30 Juni 2012. Kantor anak perusahaan terdaftar adalah di E-Lob Kantor No. E88F-14 Zona Bebas Hamriyah –Sharjah, Uni Emirat Arab. Saat ini perseroan telah menandatangani kontrak jual-beli di perdagangan batubara dengan satu agen internasional Timur Tengah sebanyak 10.000.000 MT berjangka waktu 3 tahun.

Kinerja Kuartal Kedua

Sebelumnya, perseroan di kuartal kedua 2012 mengalami peningkatan laba bersih menjadi Rp939,8 miliar dari Rp12,7 miliar pada periode yang sama tahun 2011. Kinerja tersebut didukung perolehan penjualan perseroan yang mencapai Rp1,1 triliun dari Rp36,2 miliar.

Dengan beban pokok penjualan mencapai Rp198,07 miliar maka laba kotor menjadi Rp949,9 miliar dari Rp18,05 miliar dengan beban pokok penjualan di kuartal kedua 2011 sebesar Rp18,1 miliar. Untuk beban usaha mencapai 11,7 miliar maka laba usaha mencapai Rp938,2 miliar. Pada periode yang sama 2011, beban usaha mencapai 8,1 miliar sehingga laba usaha hanya Rp9,8 miliar.

Dengan pendapatan lain-lain mencapai Rp1,5 miliar maka laba sebelum usaha mencapai Rp939,8 miliar. Pada periode yang sama 2011, jumlah pendapatan lain-lain sebesar Rp2,8 miliar sehingga laba sebelum pajak sebesar Rp12,7 miliar. Laba bersih perseroan mencapai Rp939,8 miliar dari R12,7 miliar.

Untuk laba bersih per saham mencapai Rp375,92 per lembar dari Rp5,08 per lembar. Untuk total aset perseroan per 30 Juni 2012 mencapai Rp1,4 triliun dari Rp464,3 miliar per 31 Desember 2011. (bani)

BERITA TERKAIT

Sriboga Raturaya Bidik Dana US$ 150 Juta - Gelar IPO di Semester Satu 2018

NERACA Jakarta - Minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal cukup besar, kali ini datang dari pengelola jaringan resto…

MNC Investama Bayar Utang US$ 215 Juta

Pangkas beban utang, PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana melunasi pinjaman berdenominasi dollar AS yang segera jatuh tempo. Perusahaan tercatat…

Dyandra Targetkan Laba Rp 43 Miliar di 2018 - Masih Mengandalkan Bisnis Organizer

NERACA Jakarta – Selalu mematok pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi dari tahun ke tahun, terus konsisten dilakukan PT Dyandra Media…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

MCAS Bukukan Penjualan Rp 1,1 Triliun

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) sepanjang sebelas bulan pertama tahun ini mengantongi angka penjualan sebesar Rp1,1 triliun atau meningkat…

Generali Meriahkan Insurance Festival 2017

Sebagai wujud dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inkluasi keuangan, Generali Indonesia turut meramaikan Insurance Festival 2017 yang…

WTON Targetkan Pendapatan Tumbuh 20%

Optimisme tahun depan akan jauh lebih baik kondisi perekonomian dalam negeri, memacu PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menargetkan pertumbuhan…