Pasar Positif, Emisi Obligasi Tembus Rp 42,47 Triliun - Kinerja Semester I-2012

NERACA

Jakarta – Potensi pasar obligasi kembali marak di semester kedua 2012, sudah mulai dirasakan di pasar modal. Hal ini terlihat dari data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengungkapkan Per Juli 2012, penerbitan surat utang obligasi serta sukuk korporasi baru mencapai Rp 42,47 triliun.

Berdasarkan data BEI surat utang yang sudah ditawarkan kepada investor terdiri dari 38 emisi baru. 33 emiten diataranya tercatat di Bursa. Nilai obligasi per Juli 2012 Rp 42,47 triliun ini, telah meningkat 19% (year to year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu, atau sedikit lagi menyamai total nilai obligasi di 2011, Rp 45 triliun.

Informasi tersebut dicantumkan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (13/8). Disebutkan, 34 emisi obligasi konvensional bernilai Rp 40,99 triliun. Sedangkan sisana empat emisi sukuk Rp 1,47 triliun. Instrumen sukuk tahun 2012 juga meningkat 100% dari jumlah emisi dan meningkat 638% dari sisi nilai dibandingkan 2011.

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen pernah bilang, saat ini dalam ‘pipeline’ bursa ada sebanyak delapan perusahaan yang berencana untuk menerbitkan obligasi di semester kedua dengan nilai Rp5 triliun, “Penerbitan obligasi masih cukup diminati perusahaan dalam mencari dana untuk ekspansi,”ujarnya.

Menurutnya, emiten di sektor keuangan masih mendominasi untuk penerbitan obligasi pada semester kedua 2012. Pihaknya pun optimis penerbitan obligasi dapat mencapai Rp50 triliun-Rp55 triliun.

Dia menambahkan, pertumbuhan penerbitan obligasi di dalam negeri itu juga didorong oleh perekonomian Indonesia yang terus berkembang. Oleh karena itu, perekonomian Indonesia yang terus tumbuh, tentunya hal ini akan mendorong aksi korporasi emiten dan memenuhi kebutuhan dananya melalui penerbitan obligasi.

Sebagaimana diketahui, dari banyak perusahaan yang menerbitkan obligasi, tiga diantaranya baru pertama kali masuk pasar modal, yakni PT Bank Pembangunan Daerah Maluku, PT BII Finance Finance Center dan PT Indomobil Wahana Trada.

Sementara total keseluruhan emisi surat berharga, obligasi, sukuk, EBA mencapai Rp 170,03 triliun per Juli, yang terdiri dari 196 emisi dan 320 seri. Emisi obligasi sekitar Rp 162,54 triliun dan US$ 80 juta. Kemudian emisi Sukuk Rp 6,27 triliun, serta empat emisi KIK EBA RP 1,208 triliun.

Jumlah emisi tercatat meningkat 12% dan nilai emisi tercatat meningkat 26% dari tahun 2011," paparnya. Sedangkan, instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI 2012 mencapai Rp 137,23 triliun, yang terdiri dari 89 seri. Pencatatan SBN tahun 2012 terdiri dari 25 seri pencatatan baru Rp 35,82 triliun, 63 seri pencatatan reopening Rp 95,95 triliun, dan satu pencatatan hasil debswitch Rp 5,45 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Pasar Obligasi Diproyeksikan Bergerak Sideways - Menanti Sentimen The Fed

NERACA Jakarta - Pekan ini pasar obligasi domestik diperkirakan bergerak sideways. Pasalnya, para pelaku pasar masih akan menunggu pengaruh sentimen-sentimen…

Lagi, CIMB Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan melakukan penawaran obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp2…

FREN Rilis Obligasi WK III Rp 15 Triliun

PT Smartfren Tbk (FREN) akan melakukan penawaran terbatas obligasi wajib konversi III sebanyak-banyaknya Rp15 triliun melalui mekanisme penempatan terbatas secara…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot - Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

Tingkatkan Layanan Digital - Taspen Kerjasama Sinergis Dengan Telkom

NERACA Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Taspen (Persero) bersinergi mengembangkan dan mengimplementasikan digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun…

XL Hadirkan Asisten Virtual MAYA

Dinamisnya era digital mengharuskan perusahaan untuk terus melakukan inovasi teknologi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Tidak sebatas produk, layanan pelanggan…