Pemerintah Ingatkan BBM Bersubsidi Terbatas

NERACA

Jakarta – Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan pasokan BBM untuk kegiataan lebaran dalam jumlah cukup. Namun Pertamina mengakui stok BBM subsidi terbatas dibandingkan BBM non bersubsidi. "Kan BBM bersubsidi itu terbatas, sebab dibatasi oleh APBN," kata Menteri ESDM, Jero Wacik di Jakarta,13/8

Lebih jauh Jero menjelaskan untuk BBM yang jenis premium, ketersediaanya cukup hingga 17,5 hari dan solar untuk 18 hari. Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Bali adalah daerah yang mengkonsumsi premium paling banyak. Sementara BBM non subsidi, yang tersedia jauh lebih banyak. Untuk pertamaks tersedia sampai 65 hari dan pertamaks plus pun hingga 67 hari. "Tapi untuk untuk avtur sampai 19 hari," tambahnya

Sedangkan pasokan gas LPG bagi keperluan rumah tangga, tersedia dalam jumlah yang aman yaitu 17,5 hari. Sedangkan untuk listrik, daya yang terpasang mampu sampai 19 ribu mW. Meski tidak ada beban maksimal dari kawasan industri, namun demikian warga dihimbau tetap berhemat. "Sedangkan antisipasi bencana geologi, kita sudah kirim edaran ke kepala daerah peta rawan gempa bumi," ungkapnya

Ditempat terpisah, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi telah menyetujui rencana pengembangan (plan of development/POD) sebanyak 12 lapangan minyak dan gas dengan estimasi investasi sekitar 830 juta dolar AS.

Deputi Perencanaan BP Migas, Widhyawan Prawiraatmadja di Jakarta, Senin mengatakan, sebagian proyek sudah mulai berproduksi pada 2012. "Sebagian lainnya pada 2013 sampai 2014," katanya.

Menurut Widhyawan, pada puncak produksinya, ke-12 lapangan bisa menghasilkan minyak dan kondensat sebesar 14.000 barel per hari dan gas 150 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Dikatakan Widhyawan, ke-12 POD itu disetujui antara awal 2012 hingga 10 Agustus 2012. "Kami berharap semua pihak bisa mendukung proyek-proyek ini sehingga bisa segera memberikan kontribusi bagi produksi migas nasional," ujarnya.

POD yang disetujui antara lain revisi Lapangan Kepodang di laut utara Jawa Tengah dengan operator Petronas Carigali Muriah Ltd dan Sapi Phase-2 dengan operator Chevron Indonesia Company. Kepodang yang masuk dalam Blok Muriah, diperkirakan akan mulai "onstream" pada kuartal kedua 2015 dengan estimasi laju produksi puncak mencapai 116 MMSCFD.

Pengembangan lapangan tersebut diperkirakan membutuhkan investasi 545 juta dolar yang terdiri dari 159,7 juta dolar untuk pemboran dan 385,3 juta dolar untuk fasilitas produksi dan konstruksi. Sedangkan, Lapangan Sapi merupakan bagian dari Blok East Kalimantan.

Pengembangan tahap kedua (Phase 2) dari lapangan ini diharapkan bisa "onstream" 2012 dengan estimasi laju produksi puncak mencapai 266 barel minyak dan kondensat per hari, gas 7,29 MMSCFD gas, dan elpiji 153 MMSCFD. "Proyek ini diperkirakan akan membutuhkan investasi sebesar 157,54 juta dolar," jelasnya

Secara total, BP Migas menerima 39 usulan POD yang 12 sudah disetujui, 5 usulan dikembalikan, dan 22 usulan sedang dalam proses. "Kami segera memprosesnya," pungkasnya. **bari/cahyo

BERITA TERKAIT

Infrastruktur jadi Senjata Pemerintah Atasi Middle Income Trap

      NERACA   Jakarta – Indonesia digadang-gadang akan keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah atau middle income trap.…

Sumbangan Devisa Pariwisata Masih Terbatas

      NERACA   Padang - Bank Indonesia (BI) menilai sumbangan sektor pariwisata terhadap cadangan devisa Indonesia, masih relatif…

Bank Dunia Ingatkan Soal Investasi SDM

  NERACA Jakarta - Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim mengingatkan pentingnya investasi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pengaruh Pilkada 2018 ke Ekonomi

  NERACA   Jakarta - Lembaga riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyoroti pengaruh pemilu kepala daerah…

Negara Berkembang Paling Pesat Pertumbuhan Belanja Online

    NERACA   Jakarta - Survei terbaru Mastercard menyebutkan, pertumbuhan aktivitas belanja melalui gawai (smartphone) atau "mobile shopping" berkembang…

Blended Finance Dikaji untuk Biayai Infrastruktur

  NEACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah tengah mengkaji skema "blended finance" agar…