Ciri Sekolah Berkualitas

NERACA

Animo yang berkembang di masyarakat mengindikasikan adanya kecenderungan orang tua untuk memasukkan anak-anaknya ke sekolah yang bermutu sebagai upaya untuk membangun masa depan anak yang prospektif. Berbagai upaya mereka lakukan agar harapan tersebut bisa terealisasi bahkan sejumlah biaya mereka siapkan manakala mereka harus memenuhi persyaratan finansial.

Profil sekolah yang bagaimanakah yang mendapat label sekolah bermutu? Merujuk pada pemikiran Edward Sallis, Prof. Dr. Sudarwan Danim mengidentifikasi ciri-ciri sekolah berkualitas sebagai berikut :

Sekolah berfokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal.

Sekolah berfokus pada upaya untuk mencegah masalah yang muncul, dengan komitmen untuk bekerja secara benar dari awal.

Sekolah memiliki investasi pada sumber daya manusianya, sehingga terhindar dari berbagai “kerusakan psikologis” yang sangat sulit memperbaikinya.

Sekolah memiliki strategi untuk mencapai kualitas, baik di tingkat pimpinan, tenaga akademik, maupun tenaga administratif.

Sekolah mengelola atau memperlakukan keluhan sebagai umpan balik untuk mencapai kualitas dan memposisikan kesalahan sebagai instrumen untuk berbuat benar pada masa berikutnya.

Sekolah memiliki kebijakan dalam perencanaan untuk mencapai kualitas, baik untuk jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.

Sekolah mengupayakan proses perbaikan dengan melibatkan semua orang sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawabnya.

Sekolah mendorong orang dipandang memiliki kreativitas, mampu menciptakan kualitas dan merangsang yang lainnya agar dapat bekerja secara berkualitas.

Sekolah memperjelas peran dan tanggung jawab setiap orang, termasuk kejelasan arah kerja secara vertikal dan horozontal.

Sekolah memiliki strategi dan kriteria evaluasi yang jelas.

Sekolah memnadang atau menempatkan kualitas yang telah dicapai sebagai jalan untuk untuk memperbaiki kualitas layanan lebih lanjut.

Sekolah memandang kualitas sebagai bagian integral dari budaya kerja.

Sekolah menempatkan peningkatan kualitas secara terus menerus sebagai suatu keharusan

BERITA TERKAIT

Alfamart Mengajar di Sekolah - 39 Siswa SMKN 2 Kota Sukabumi Langsung Bekerja Setelah Lulus

Alfamart Mengajar di Sekolah 39 Siswa SMKN 2 Kota Sukabumi Langsung Bekerja Setelah Lulus NERACA Sukabumi - Sebanyak 39 siswa…

Alfamart Mengajar di Sekolah - 39 Siswa SMKN 2 Kota Sukabumi Langsung Bekerja Setelah Lulus

Alfamart Mengajar di Sekolah 39 Siswa SMKN 2 Kota Sukabumi Langsung Bekerja Setelah Lulus NERACA Sukabumi - Sebanyak 39 siswa…

Anak Sekolah Paling Rentan Terkena DBD

Anak-anak sekolah menjadi kelompok yang paling rentan terkena penyakit demam berdarah dengue."Anak-anak dari pagi dan siang duduk dalam ruang kelas…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Kebohongan dalam Dunia Pendidikan

      Skandal kebohongan Dwi Hartanto mengejutkan Indonesia. Namun perilaku menyimpang itu bukan tidak lazim di dunia sains. Tapi…

Penguatan Karakter Tak Melulu Soal Akademis

      Usai ujian akhir semester, Martin seorang guru mata pelajaran sibuk menyiapkan nilai para siswanya. Selain nilai akademis,…

2020, Tak Ada Lagi Mata Pelajaran Matematika Di Negara Ini

      Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang menakutkan bagi siswa di Indonesia. Tinta merah acap kali tersemat…