UU PT - Berikan Masyarakat Kesempatan Mengenyam Pendidikan Tinggi

NERACA

Pemerintah berjanji menjamin tidak ada komersialisasi pendidikan tinggi. Dengan begitu, masyarakat Indonesia memiliki kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan tinggi.

Pendidikan tinggi memang tak murah. Inilah mengapa pemerintah perlu mengaturnya dalam Undang-Undang Perguruan Tinggi (UU PT).

Pengamat pendidikan Arif Rahman Hakim mengatakan, UU PT ini merupakan reaksi dari pemerintah yang sudah kewalahan menghadapi perguruan tinggi yang menggunakan otonominya melewati batas wajar. Oleh karena itu, Arif justru menilai UU PT ini dapat lebih mengendalikan dan mengatur otonomi setiap perguruan tinggi agar lebih terpantau.

Menanggapi reaksi beberapa BEM universitas yang menyatakan ketidaksetujuannya terkait UU baru ini, Arif mengatakan semestinya BEM tahu bahwa tidak semua perguruan tinggi bisa baik dan benar menjalankan perguruan tingginya. Untuk itu diperlukan UU yang mengatur hal tersebut.

Arif beranggapan, dengan adanya UU PT ini akan meminimalisir adanya praktik-praktik kecurangan yang banyak dilakukan oleh perguruan tinggi dalam menjalankan otonominya, seperti mutasi dosen atau penelitian fiktif.

UU PT mengatur hal terkait pengelolaan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) serta tanggung jawab pemerintah pusat maupun daerah termasuk pihak swasta dan asing dalam keberlangsungan perguruan tinggi.

Selain itu, peraturan ini juga memuat konsep akademi komunitas, dimana akademi ini dirancang pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sesuai dengan sumber daya dan potensi lokal di tiap daerah.

Selain UU PT, adapulaKerangka KualifikasiNasional Indonesia (KKNI). KKNI menjadi jembatan sektor pendidikan dan pelatihan untuk membentuk sumber daya manusia nasional yang berkualitas dan bersertifikat melalui skema pendidikan formal, non formal, informal, pelatihan kerja atau pengalaman kerja.

UU PT dan KKNI ini pula yang membuat pendidikan vokasi semakin diminati. Politeknik di Indonesia diberikan peluang untuk membuka jenjang Master dan Doktor terapan. Di politeknik, mahasiswa akan banyak dibekali keahlian terapan sehingga siap diterima dunia kerja.

BERITA TERKAIT

Pasar Murah Asa Masyarakat Kecil Sambut Lebaran - Menjangkau Daya Beli Masyarakat

Tingginya harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran, selalu menjadi momok menakutkan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan di hari raya. Apalagi, bagi…

Tokio Marine Berikan Ruang Untuk Berkarya - Peduli Anak-Anak Kanker

NERACA Jakarta – Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, Tokio Marine Life Insurance Indonesia ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap…

KPPOD: Pergeseran APBD untuk THR Berisiko Tinggi

KPPOD: Pergeseran APBD untuk THR Berisiko Tinggi  NERACA Jakarta - Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) menilai pergeseran pos anggaran…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Mahasiswa-Pemuda Deklarasi Anti-Terorisme

Belasan organisasi mahasiswa dan pemuda Indonesia yang tergabung dalam sebuah aliansi sepakat mendeklarasikan diri untuk bersatu melawan terorisme dan radikalisme…

Anak Jalanan akan Dilibatkan Dalam Asian Games

    Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) melibatkan anak jalanan dalam penyelenggaraan pesta multi-cabang olahraga tertinggi di Asia itu…

Moratorium Izin Perguruan Tinggi Baru Diperlukan - Orang Kaya Bikin Universitas

    Pertumbuhan orang kaya di Indonesia cukup besar. Dengan melimpahnya dana, tak ayal membuat mereka mencari penyaluran dana dengan…