Libur Lebaran, Investor Mulai Tinggal Aksi Beli

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 39,034 poin (0,95%) ke level 4.102,530. Sementara Indeks LQ45 ditutup anjlok 7,457 poin (1,05%) ke level 706,029.

Aksi ambil untung (profit taking) di saham-saham unggulan, nyaris saja tinggalkan level psikologis 4.100. Kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, indeks ditutup melemah didorong oleh data perdagangan dan pinjaman bank di China. “Kondisi itu menandakan kebijakan yang ada tidak cukup mendorong permintaan barang China," katanya di Jakarta, Senin (13/8).

Dia mengatakan bahwa investor memperkirakan China memerlukan kebijakan tambahan untuk menstabilkan ekonomi. Data ekspor China ke Eropa mengalami penurunan sebanyak 16% dibanding tahun lalu. Seperti diketahui China merupakan kekuatan ekonomi terbesar ke dua di dunia saat ini.

Selain faktor eksternal, kata dia, pasar juga relatif sepi transaksi menjelang libur panjang Lebaran akhir pekan ini. Terlihat transaksi hari ini jauh di bawah rata-rata nilai transaksi perdagangan di BEI. Berikutnya, indeks BEI diperkirakan akan bergerak di melemah seiring libur panjang Lebaran. Dimana indeks BEI, akan bergerak di kisaran 4.000.4.020.

Pada perdagangan kemarin, aksi jual banyak dilakukan investor lokal. Sedangkan asing masih semangat berburu saham. Transaksi investor asing hingga sore melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 162,247 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 91.782 kali pada volume 5,435 juta lot saham senilai Rp 3,161 triliun. Sebanyak 67 saham naik, sisanya 192 saham turun, dan 91 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya (MKPI) naik Rp 500 ke Rp 3.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 ke Rp 51.450, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 200 ke Rp 51.500, dan Mandom (TCID) naik Rp 150 ke Rp 8.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 850 ke Rp 20.600, Surya Toto (TOTO) turun Rp 500 ke Rp 6.850, Supreme Cable (SCCO) turun Rp 450 ke Rp 5.050, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 37.550.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI turun tipis 6,367 poin (0,15%) ke level 4.135,197. Sementara Indeks LQ45. Saham-saham unggulan menjadi yang paling banyak terkena tekanan jual. Tujuh sektor sukses melemah, sementara hanya tiga sektor yang mampu menguat, yaitu industri dasar, konsumer dan manufaktur.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 53.616 kali pada volume 2,798 juta lot saham senilai Rp 1,509 triliun. Sebanyak 73 saham naik, sisanya 150 saham turun, dan 87 saham stagnan.

Rata-rata bursa di Asia terjebak di teritori negatif akibat tekanan jual. Hanya pasar saham Singapura yang masih bertahan di zona hijau. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Unilever (UNVR) naik Rp 650 ke Rp 25.450, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 350 ke Rp 51.550, Indocement (INTP) naik Rp 300 ke Rp 20.300, dan Lippo (LPCK) naik Rp 100 ke Rp 3,650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Surya Toto (TOTO) turun Rp 350 ke Rp 7.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 250 ke Rp 22.200, Goodyear (GDYR) turun Rp 200 ke Rp 12.000, dan Harum Energy (HRUM) turun Rp 200 ke Rp 6.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 10 poin atau 0,25% ke posisi 4.151,14. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,51 poin (0,49%) ke level 716,49, “IHSG dibuka menguat, meski demikian pergerakannya diperkirakan bergerak 'sideways' dengan volume perdagangan yang relatif tipis seiring investor mulai mengantisipasi libur panjang lebaran mulai akhir pekan ini," kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Menurutnya, menguatnya bursa saham global juga menjadi salah satu katalis indeks BEI menguat. "Minimnya sentimen domestik baru akan membuat IHSG bergerak seiring pergerakan bursa global," katanya.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 2,16 poin (0,01%) ke level 20.133,96, indeks Nikkei-225 naik 1,17 poin (0,01%) ke level 8.892,61 dan Straits Times menguat 4,77 poin atau 0,16 persen ke level 3.059,67. (bani)

BERITA TERKAIT

Analis Bilang Koleksi Saham Sektor Konsumer - Daya Beli Masih Positif di Tahun Depan

NERACA Jakarta - Pelemahanan daya beli masyarakat hingga paruh pertama tahun ini yang di luar perkiraan banyak pihak, perlahan menunjukkan…

Tol Pandaan – Malang Ditargetkan Berfungsi Lebaran 2018

  NERACA Jakarta - PT Jasa Marga Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Pandaan Malang menargetkan proyek Jalan Tol Pandaan-Malang (37,62…

BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok - Bidik Lebih Banyak Investor Asing

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

ADHI Baru Serap Obligasi Rp 966,73 Miliar

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) baru menggunakan dana hasil penerbitan obligasi berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017 sebesar Rp966,73 miliar…

Lagi, CIMB Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan melakukan penawaran obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp2…

Tawarkan Hunian Terjangkau - APLN Rampungkan Tower Pertama PGV

NERACA Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melalui PT Graha Tunas Selaras merampungkan pembangunan tower pertama Podomoro Golf…