Konsep Sekolah Berkualitas Perlu Dirumuskan

NERACA

Konsep sekolah berkualitas perlu dirumuskan secara lebih operasional, agar indikator-indikatornya bisa dilihat bahkan bisa diukur secara jelas.

Belakangan banyak bermunculan sekolah-sekolah yang berlabel unggulan, sebagai manifestasi dari harapan untuk mewujudkan UU sisdiknas tahun 2003. Baik sekolah negeri maupun sekolah swasta berlomba – lomba untuk mewujudkan sekolah yang dinyatakan berkualitas.

Menyelenggarakan Pendidikan berkualitas merupakan amanah Undang-undang yang tertuang dalam Undang-undang Sisdiknas tahun 2003. Pada pasal 3 disebutkan bahwa, Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Agar dinyatakan berkualitas, berbagai pencitraan pun dibentuk mulai dari Sekolah Internasional (Internasional School), Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), Sekolah Nasional Plus dan lain – lain.

Sehingga peluang persaingan antar instansi pendidikan punsemakin terbuka lebar. Tidak hanya terjadi di sekolah swasta, namun juga terjadi di sekolah negeri.

Dengan label tersebut banyak orang tua yang tertarik untuk menyekolahkan putra – putrinya di sekolah tersebut. Orang tua siswa juga kadang tidak peduli berapapun biayanya akan mereka usahakan yang penting anak mereka bisa bersekolah di sekolah tersebut.

Sebagai contoh, sekolah negeri A, mengklaim dirinya sebagai Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Sekolah tersebut menjanjikan bahwa kualitas pendidikannya akan setara dengan sekolah yang bertaraf internasional.Contoh lain adalah sekolah swasta B, yang dengan statusnya yang Nasional Plus, menjanjikan pendidikan berkualitas dengan didukung oleh fasilitas yang lengkap.

Dalam hal ini, pandangan masyarakat tentang sekolah berkualitas sangat bervariatif. Umumnya, masyarakat mengartikan sekolah berkualitas, dengan sekolah yang lulusannya pintar, nilai bagus, indikatornya banyak dari lulusan sekolah tersebut diterima di perguruan tinggi bergengsi di negeri ini.

Secara pasti, tidak ada batasan yang definitif tentang sekolah berkualitas, karena konsepnya yang bersifatkondisional, terikat oleh waktu dan tempat, sesuai kecenderungan apa yang tengah menjadi kebutuhan masyarakat, dan tergantung dengan kondisi sekolah bandingannya.

Oleh sebab itu, apa pun definisi yang beredar di kalangan masyarakat tentang sekolah berkualitas adalah sah-sah saja. Tetapi, bagi para pengelola pendidikan, konsep sekolah berkualitas ini perlu dirumuskan secara lebih operasional, agar indikator-indikatornya bisa dilihat bahkan bisa diukur secara jelas.

BERITA TERKAIT

Tak Hanya Masyarakat Miskin, Rentan Miskin Juga Perlu Diperhatikan

      NERACA   Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan, selain masyarakat miskin dan sangat miskin, masyarakat…

Bappenas Tekankan Pentingnya Perencanaan dan Penganggaran Berkualitas

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menekankan pentingnya perencanaan dan penganggaran berkualitas…

Ini yang Perlu Anda tahu Sebelum Beli Tiket Murah

Berburu tiket murah sebelum bepergian memang menarik demi menghemat biaya perjalanan, tapi bagaimana agar semua bejalan lancar dan menyenangkan. Perusahaan…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Sekolah Umum Tempat Tumbuhkan Radikalisme?

    Kementerian Agama menyebut radikalisme di dunia pendidikan justru tumbuh di sekolah umum dengan salah satu pemicunya waktu ajar…

15 Kepala Daerah Terima Penghargaan Kihajar

  15 Kepala Daerah di Indonesia menerima penghargaan Anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar) 2017. Para kepala daerah ini terdiri dari…

237 SMK Terima Sertifikasi LSP-P1

      Sebanyak 237 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menerima Sertifikat Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak 1 (LSP-P1) dari Badan…