Biaya Eksplorasi Medco Capai US$ 12,6 Juta - Blok Rimau dan Blok Senoro Toili

NERACA

Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) harus menghabiskan dana sebesar US$ 12,6 juta untuk melakukan kegiatan eksplorasi pada 2012 di Blok Rimau PSC dan Blok Senoro Toili PSC.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya kepada Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (13/8). Disebutkan, kegiatan tersebut meliputi kegiatan pengeboran dan seismik. Sementara untuk lokasinya berada di Blok Rimau PSC yang terletak di Musi Banyu Asin, Sumatera Selatan. Kontrak untuk blok ini telah diperpanjang hingga 22 April 2023.

Selain itu, perseroan telah menyampaikan bahwa kegiatan eksplorasi tersebut mencakup pengeboran dan seismik. Untuk proyek Blok Rimau PSC, perseroan mengeluarkan dana pengeboran sebesar US$ 982.195. Sedangkan untuk kegiatan seismik perseroan mengeluarkan dana sebesar US$ 3,655 juta.

Selanjutnya untuk proyek Blok Senoro Toili PSC terletak di Provinsi Sulawesi Tengah. Untuk proyek tersebut, perseroan telah menghabiskan dana untuk kegiatan seismik sebesar US$ 8,003 juta.

Blok Minyak di Yaman

Sebelumnya, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melalui anak usahanya, PT Medco Yemen Malik Ltd mengakuisisi 21,25% kepemilikan Block 9 (Malik), Republik Yaman. Disebutkan, emiten pertambangan ini telah menandatangani perjanjian jual beli (SPA) dengan Reliance Exploration & Production DMCC (REPDMCC) untuk membeli 25% hak kepemilikannya di blok tersebut pada 5 Juli 2012 dengan tanggal keekonomian berlaku efektif pada 1 Januari 2012. "MedcoEnergi dan REPDMCC saat ini sedang dalam proses penyelesaian SPA (completion)," kata Direktur Utama MEDC Lukman Mahfordz.

Menurutnya, setelah persyaratan sudah disetejui oleh Kementerian Minyak dan Mineral Yaman, Medco secara efektif akan memiliki 21,25% hak kepemilikan, setelah memperhitungkan pembagian yang dilakukan secara proporsional dari kepemilikan di Yemen Oil and Gas Company (YOGC).

Dengan demikian, struktur kepemimlikan di dalam Block 9 adalah sebagai berikut, Calvelley Petroleum (Cyprus) Ltd sebanyak 42,5% (operator), Medco Yemen Malik Ltd 21,25%, Hood Oil Limited 21,25% dan YOGC 15%.

Taksiran cadangan kotor 2P di Block 9 adalah sekira 58,6 MMBO dan diperkirakan untuk berproduksi sampai dengan sekira 14,5 MBOPD. Penemuan di Block 9 termasuk di antaranya empat buah lapangan minyak.

Asal tahu saja, Medco meraup laba bersih pada kuartal-I 2012 sebesar US$12,1 juta, naik 22,9% dibandingkan periode 2011 yang sebesar US$ US$9,8 juta. Peningkatan terutama disebabkan antara lain, stabilnya jumlah produksi minyak dan penjualan gas pada kuartal-I 2012 dibandingkan periode yang sama 2011, sebesar 66,1 MBOEPD, naik 3,9%. (bani)

BERITA TERKAIT

Menaker Klaim Fasilitasi Penempatan Kerja 8 Juta Orang

    NERACA   Bekasi - Kementerian Ketenagakerjaan mengklaim telah memfasilitasi penempatan kerja kepada delapan juta lebih angkatan kerja dalam…

Kemenkop dan OASE Berdayakan Masyarakat di Malaka

Kemenkop dan OASE Berdayakan Masyarakat di Malaka NERACA  Malaka - Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE Kabinet Kerja) bersama…

BEI Pastikan Kondisi Pasar Aman dan Baik - Ditutup Berada di Zona Hijau

NERACA Jakarta – Kembali menyakinkan investor pasar modal untuk tidak melakukan aksi panik jual, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melihat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…