Sidang Perkara Suap Cek Pelawat Pemilihan DGS BI - Suyitno Akui Tidak Diarahkan Miranda Dalam Uji Kepatutan Di DPR

NERACA

Jakarta - Anggota Fraksi TNI-Polri DPR RI, Suyitno mengakui tidak pernah diarahkan oleh Miranda terkait dalam tes uji kepatutan pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) tahun 2004 yang lalu untuk tidak menanyakan urusan pribadi Miranda.

“Tidak ada arahan mengenai pertanyaan seputar keluarga,” katanya saat bersaksi dalam sidang perkara suap cek pelawat pemilihan DGS BI tahun 2004 dengan terdakwa Miranda Swaray Gultom di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Senin (13/08)

Menurut kesaksian Suyitno, melalui penjelasan Miranda saat uji kepatutan di DPR, Miranda telah menjelaskan visi serta misinya sebagai calon DGS BI tahun 2004. Dalam paparan visi dan misinya itu, Miranda juga menjelaskan mengenai kondisi rumah tangganya. “Ibu Miranda tidak pernah mengatakan, tolong jangan ditanyakan lagi masalah keluarga. Tetapi kan dengan beliau menyatakan itu, ini artinya beliau tidak nyaman dengan pertanyaan itu,” ujarnya.

Miranda sendiri menangapi kesaksian Suyitno dengan menilai bahwa arahan untuk tidak menanyakan persoalan atau masalah keluarga kepada dirinya saat di uji kepatutan DGS BI di DPR hanya merupakan asumsi para saksi di persidangan. “Bahwa saya tidak pernah meminta untuk tidak menanyakan mengenai keluarga dalam fit and proper test. Apabila hal itu ditanyakan, saya tidak memperdulikan. Apa yang saya samapaikan pada saat itu sama seperti yang saksi katakan,” katanya.

Miranda juga menjelaskan bahwa semua orang sudah mengetahui persoalan rumah tangganya yang pernah gagal. Untuk saat ini, dirinya juga sudah menikah lagi secara resmi dan sudah tercatat di catatan sipil. Sehingga tidak ada alasan bagi anggota DPR RI untuk tidak menanyakan hal tersebut dalam uji kepatutan pemilihan DGS BI di DPR. “Saya membantah bahwa saya tidak pernah meminta saksi tidak menanyakan masalah ataupun persoalan keluarga,” tegasnya.

Perlu diketahui, dalam perkara ini Miranda diduga turut serta membantu terpidana Nunun Nurbaeti untuk melakukan tindak pidana korupsi dengan memberikan cek pelawat ke puluhan anggota anggota DPR Periode 1999-2004 dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004. Penyebaran sekitar 480 lembar cek itu terbukti untuk pemenangan Miranda sebagai Deputi Gubernur Senior BI saat itu.

Kemudian dalam surat dakwaan Miranda, surat dakwaan telah disusun secara alternatif dan diterangkan dalam surat dakwaan ini bahwa Miranda telah memberikan hadiah berupa traveller's cheque sebesar Rp 24 miliar kepada Hamka Yandhu, Dudhie Makmun Murod, Endin Soefihara, dan Udju Djuhaeri tentang rencana fit and proper test atas pemilihan DGS BI tahun 2004.

Bahkan dalam persidangan Nunun dalam beberapa waktu yang lalu, terungkap bahwa sebelum pelaksanaan pemilihan DGS BI, Miranda menemui Nunun untuk meminta dukungan serta dikenalkan kepada Anggota Komisi IX DPR RI. Dalam perkara Nunun, dia sudah divonis hukuman sebanyak 2,5 tahun penjara dan kemudian sejumlah anggota DPR RI juga telah mendekam di penjara serta ada yang masih berada di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba dan Lembaga Permasyarakatan (LP) Cipinang.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Tidak Terbuka Dengan Utang - Oleh : Edy Mulyadi Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Ngutang lagi. Kali ini berjumlah US$4 miliar dalam bentuk penerbitan global bond. Ada tiga seri global bond yang diterbitkan, masing-masing bertenor…

Dianggap Rugikan Pihak Ketiga yang Bukan Debitur dalam Eksekusi - Dirut BRI dan Kurator Dipolisikan

Dianggap Rugikan Pihak Ketiga yang Bukan Debitur dalam Eksekusi Dirut BRI dan Kurator Dipolisikan NERACA Jakarta - Direktur Utama Bank…

Skema Lelang Gula Rafinasi Dinilai Tidak Efektif

  NERACA Jakarta – Lembaga Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan distribusi gula rafinasi melalui mekanisme lelang dinilai tidak…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Wakil Ketua MPR - Generasi Muda Jangan Memilih Karena Primordialisme

Mahyudin  Wakil Ketua MPR Generasi Muda Jangan Memilih Karena Primordialisme Samarinda - Wakil Ketua MPR Mahyudin mengingatkan kaum muda yang…

KPK Monev Implementasi Pemberantasan Korupsi di Gowa

KPK Monev Implementasi Pemberantasan Korupsi di Gowa NERACA Gowa - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) Implementasi…

MA Tolak Kasasi WNA Terdakwa Penipuan Investasi

MA Tolak Kasasi WNA Terdakwa Penipuan Investasi NERACA Jakarta - Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) menolak permohanan kasasi Gordon Gilbert…