Kompetisi Bisnis Remitansi Sangat Ketat - Sambut Lebaran

NERACA

Jakarta—Perbankan nasional dan asing berkompetisi menggenjot bisnis layanan remintansi. Masalahnya bisnis musiman menjelang lebaran ini cukup untuk mendongkrak pendapatan industri keuangan.

Menurut Operations Manager Bank Mandiri Hong Kong Rachmat Widiyanto mengaku akan menyiapkan jaringan transaksi remittance pada saat Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. “Bank Mandiri Hong Kong mengaku sudah bersiap menghadapi lonjakan ini demi kenyamanan dan keamanan transaksi pengiriman uang,” terangnya

Berdasarkan catatan, Bank Mandiri Hong Kong mencatat total pengiriman uang TKI ke Tanah Air mencapai Rp 125 miliar pada 2011. Hingga per Juni ini, total pengiriman uang sudah mencapai Rp 65 miliar.

Lebih lanjut Rachmat menambahkan, Bank Mandiri juga mengedukasi para pekerja migran Indonesia di Hong Kong untuk menggunakan uang secara bijak selama Ramadhan dan merayakan Idul Fitri. ”Sehingga pendapatan yang telah dihasilkan selama bekerja di Hong Kong dapat digunakan secara bijak,” ujarnya

Sementara itu, Head of Financial Institutions PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), Vonny Irawan mengungkapkan bisnis remitansi menjelang lebaran mengalami peningkatan hingga 29,86%. Alasannya, para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri seolah berlomba mengirimkan dananya untuk keluarga. “Untuk layanan remittance TKI, kami bekerja sama dengan institusi perbankan di luar negeri dan perusahaan jasa pengiriman uang global,” ujarnya

Menurut Vonny, transaksi remitani ini meningkat cukup signifikan. Namun demikian manajemen mengakui, peningkatan tajam ini berlangsung secara musiman.

Vonny mengaku, CIMB Niaga bersemangat meningkatkan bisnis ini. “Mengingat, potensi bisnis transfer valas di Indonesia masih menarik. Kondisi perekonomian Indonesia yang stabil, meski dibayangi ancaman krisis Eropa, menjadikan cukup banyak pemain yang melirik bisnis ini,” jelasnya.

Ditempat terpisah, sejak Januari hingga Juni 2012, remitansi atau jumlah kiriman uang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Timur sebesar Rp1,98 triliun, kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (UPT P3TKI) Surabaya Hariyadi Budihardjo.

Informasi yang diperoleh dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) di Jakarta, Senin, menyebutkan bahwa remitansi yang disampaikan Hariyadi itu berasal dari para TKI asal Jatim yang bekerja di berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, Amerika, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Australia.

Menurut Hariyadi, jumlah remitansi sebesar itu hanya yang tercatat di Bank Indonesia dan belum termasuk remitansi TKI yang dikirim melalui wesel pos, Western Union, jasa pengiriman lain, atau yang dibawa langsung oleh TKI yang pulang ke daerahnya.

Hariyadi menyebutkan jumlah remitansi TKI terbanyak berasal dari mereka yang bekerja di kawasan Asia Pasifik sebesar Rp1,81 triliun dari 29.813 TKI. Ada 13 perekonomian di kawasan Asia Pasifik yang jadi tujuan kerja TKI Jatim yaitu Malaysia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Brunei Darussalam, Makau, Korea, Jepang, Maladewa, Mongolia, China, India, dan Myanmar.

Dikatakan Hariyadi, remitansi TKI juga banyak dihasilkan dari TKI Jatim yang bekerja di negara-negara kawasan Timur Tengah yakni Rp133,56 miliar dari Amerika dan Eropa sebesar Rp29,82 miliar dari Afrika sebesar Rp8,60 miliar, dari Australia sebesar Rp1,21 miliar, dan Rp189,84 juta dari TKI yang berada di negara lain.

Sementara itu BNP2TKI secara keseluruhan mencatat remitansi atau jumlah pengiriman uang dari TKI pada tahun ini hingga Juni mencapai 3,39 juta dolar AS atau setara Rp32,4 triliun dengan nilai kurs Rp9.480 per dolar AS.

Deputi Perlindungan BNP2TKI Lisna Y Poeloengan di Jakarta, Rabu, menyebutkan remitansi sebesar 3,39 miliar dolar AS atau setara Rp32,43 triliun dengan nilai kurs Rp9.480 per dolar AS itu merupakan jumlah total dari empat kawasan negara penempatan TKI yaitu Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika, Amerika, dan Eropa serta Australia, yang tercatat di Bank Indonesia.

Ia merinci remitansi TKI dari kawasan Asia Pasifik mencapai 2,02 miliar dolar AS, dari Timur Tengah dan Afrika sebesar 1,22 miliar dolar AS, dari Amerika sebanyak 135,32 juta dolar AS, dari Eropa dan Australia sebanyak 20,22 juta dolar AS.

Lisna menyebutkan jumlah remitansi bisa lebih besar lagi bila ditambah dengan uang yang dibawa langsung oleh TKI yang pulang atau cuti atau yang dititipkan ke sesama TKI yang pulang ke kampung halaman. **ria/cahyo

BERITA TERKAIT

Perusahaan Bisa Manfaatkan Pasar Modal - Danai Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - Besarnya likuiditas di pasar modal, tentunya bisa dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk mendanai ekspansi bisnisnya jangka panjang…

ADB Dukung Bisnis Inklusif Di Indonesia

  NERACA   Jakarta - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) mendukung bisnis inklusif di Indonesia melalui investasi untuk sektor…

Akselerasi Bisnis Gratis Demi Menelurkan Pengusaha

  NERACA   Jakarta - Menjadi pengusaha sukses adalah impian banyak orang. Tetapi tidak banyak orang mampu mencapai kesuksesan dalam…

BERITA LAINNYA DI BERITA FOTO

WAPRES MENGHADIRI HUT IAI

Wapres Jusuf Kalla berbicara pada acara peringatan HUT Ke-60 Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/12). Dalam…

APRESIASI SINARMAS MSIG LIFE

General Manager Head of Marketing Business Development & Strategy Sinarmas MSIG Life, Ruth Nainggolan (kiri) secara simbolis menyerahkan asuransi Personal…

SIMPOSIUM NASIONAL

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto (kanan) berbincang dengan CEO Markplus Inc Hermawan Kartajaya (tengah) dan Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan…