Pemerintah Berencana Impor Gula Mentah 250.000 Ton - Cukupi Kebutuhan Domestik

NERACA

Jakarta – Produksi gula di dalam negeri pada tahun ini sudah dapat mencukupi kebutuhan konsumsi langsung masyarakat. Namun, kebutuhan gula mentah (raw sugar) untuk industri, terutama industri makanan dan minuman belum mencukupi, maka Pemerintah kembali akan melakukan impor raw sugar sebanyak 250 ribu ton yang akan dilakukan pada tahun 2013 untuk mencukupi kebutuhan gula mentah nasional.

"Impor 250 ribu ton untuk mencukupi kebutuhan 2013, dilakukan pada akhir tahun 2012 supaya industri makanan dan minuman tidak mengejar gula eks pabrik gula dalam negeri," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, (13/8).

Dia menjelaskan, impor ini dilakukan sebagai imbas pemotongan jatah impor 400 ribu ton yang dilakukan akhir tahun lalu terhadap pabrik-pabrik gula yang dinilai melakukan perembesan. Akibatnya, kebutuhan gula mentah untuk industri makanan dan minuman menjadi kekurangan.

"Pada Desember 2011 pemerintah putuskan alokasi impor raw sugar 400 ribu ton, itu jadi berjalan dan industri makanan dan minuman pertumbuhannya lebih besar dari yang diperkirakan, akibatnya permintaan gula bertambah," jelasnya.

Selain impor 250 ribu ton untuk mencukupi kebutuhan industri makanan dan minuman, lanjut Bayu, Indonesia juga akan mengimpor 260 ribu ton gula sesuai permintaan dari menteri BUMN. "Permintaan menteri negara BUMN impor 260 ribu ton untuk idle capacity pabrik gula," tuturnya.

Tidak Dipasok

Bayu memahami terjadinya kelangkaan gula di beberapa daerah, karena tidak ada yang memasok mengakibatkan harga gula sangat mahal, mencapai Rp16.000 per kg. Oleh karena itu pihaknya telah memberi izin kepada Provinsi Kalimantan Barat untuk melakukan impor gula. Sementara, permintaan tambah pasokan tidak dapat dicukupi oleh pabrik dan asosiasi. Maka dari itu impor gula harus dilakukan.

Selain Kalimantan Barat, terdapat beberapa provinsi dan bupati lainnya yang telah mengajukan tambah pasokan gula ke Kementerian Perdagangan. Namun, pemberian izin untuk Kalimantan Barat dipandang paling perlu. "Ada beberapa provinsi, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Aceh, Sulawesi Selatan dan Maluku Utara, mereka minta pasokan gula. Ada beberapa Bupati juga minta. Kita sudah tawarkan ke pabrik dan asosiasi ternyata tidak dipasok. Kalimantan Barat diberi izin impor karena harga gula disana sudah mencapai Rp16 ribu per kg," jelas Bayu.

Adapun di Aceh impor gula dilakukan tiap tahun, meski jumlahnya terbatas. Hal tersebut lantaran kendala distribusi untuk pasokan gula di daerah-daerah ujung Aceh. Sehingga lebih murah jika dilakukan impor dari negara tetangga dibanding harus mendistribusikan dari dalam negeri. "Aceh sudah jadi bagian pemberian izin impor karena di Aceh mahal transportasinya, makanya selalu ada impor meski sangat terbatas. Masalah distribusi di daerah ini yang jadi masalah," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir mengatakan dalam rapat koordinasi terbatas bidang pangan belum lama ini, Pemerintah merekomendasikan impor raw sugar 260.000 ton kepada PTPN, PT Rajawali Nusantara Indonesia, dan pabrik gula milik swasta. “Rencana impor raw sugar ini untuk pengamanan stok gula tahun depan. Saat berada di luar musim giling tebu, yaitu Januari-Juli 2013,” ujarnya.

Pengamanan Stok

Gamal menegaskan produksi gula di dalam negeri pada tahun ini sudah dapat mencukupi kebutuhan konsumsi langsung masyarakat. Namun, impor raw sugar hanya untuk mengamankan kebutuhan gula pada tahun depan. Di Indonesia, gula dibagi menjadi dua yaitu gula krital putih dan gula kristal rafinasi. Gula kristal putih gula yang diproduksi oleh pabrik gula milik PTPN dan swasta yang berbahan baku tebu. Adapun, gula kristal rafinasi, gula yang berbahan baku raw sugar untuk kebutuhan industri.

“Kalau gula untuk konsumsi langsung masyarakat, kita sudah swasembada. Rencana impor raw sugar ini hanya untuk stok saja agar kebutuhan gula pada tahun depan sudah dipastikan cukup,” jelasnya. Dia menambahkan stok gula pada akhir tahun ini diprediksikan hanya sebanyak 861.000 ton, dengan adanya izin impor 260.000 ton maka stok gula pada akhir tahun ini 1,1 juta ton.

BERITA TERKAIT

Skema Lelang Gula Rafinasi Dinilai Tidak Efektif

  NERACA Jakarta – Lembaga Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan distribusi gula rafinasi melalui mekanisme lelang dinilai tidak…

Kemenperin Dorong PGN Amankan Kebutuhan Energi - Topang Pertumbuhan Industri 2018

Kemenperin Dorong PGN Amankan Kebutuhan Energi Topang Pertumbuhan Industri 2018 NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong badan usaha di…

Proyeksi Kebutuhan Gula Industri 3,6 Juta Ton di 2018

NERACA Jakarta - Direktur Jenderal Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto memperkirakan konsumsi gula mentah untuk kebutuhan industri mencapai 3,6 juta…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Indonesia-Tanzania Tingkatkan Relasi Perdagangan

NERACA Jakarta – Dubes RI untuk Tanzania Ratlan Pardede melakukan pertemuan dengan Presiden Zanzibar Ali Mohamed Shein pada Jumat (24/11)…

Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Terus Dijaga

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (Bapok) menghadapi Hari Besar Keagamaam Nasional…

Dunia Usaha - HIMKI Tentang Wacana Dibukanya Kran Ekspor Log dan Bahan Baku Rotan

NERACA Jakarta - Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Soenoto mengatakan sampai saat ini masih ada pihak-pihak yang…