Harga Kebutuhan Pokok Dipastikan Stabil - Sambut Lebaran

NERACA

Jakarta - Memasuki minggu ke-4 bulan puasa, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi melihat harga beberapa bahan kebutuhan pokok di pasar masih cukup stabil, bahkan sebagian ada yang lebih rendah dari harga rata-rata nasional. Misalnya, harga minyak goreng curah di pasar Blora, Jawa Tengah berkisar Rp10.500 per kg dimana lebih rendah sekitar 8% dari harga rata-rata nasional yang berada di kisaran Rp11.400 per kg.

Hal tersebut diungkapkan Bayu saat melakukan kunjungan kerja ke pasar Blora, akhir pekan kemarin, untuk memastikan kelancaran pasokan dan stabilisasi harga bahan kebutuhan pokok menjelang lebaran. Selain minyak goreng, beberapa harga bahan kebutuhan pokok di pasar Blora secara umum tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan minggu lalu. Bahan kebutuhan pokok yang harganya masih relatif stabil, antara lain beras jenis medium, gula pasir, daging sapi, daging ayam broiler, telur ayam ras, tepung terigu, cabe merah dan bawang merah.

“Kestabilan harga di pasar Blora ini didukung oleh pasokan bahan pokok yang cukup tersedia. Kami akan upayakan pasokan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar hingga H-1 dan pasca Lebaran,” imbuh Bayu melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Senin (13/8).

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Gunaryo menjelaskan harga rata-rata bahan kebutuhan pokok di tingkat nasional. “Harga rata-rata minyak goreng curah di tingkat nasional pada Agustus 2012, misalnya, turun 0,60% menjadi Rp11.434/liter dibandingkan dengan harga rata-rata bulan sebelumnya. Kemudian, harga minyak goreng kemasan stabil pada kisaran harga Rp9.759 per 620ml,” katanya.

Pasar Murah

Selain memantau harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok di pasar Blora, Bayu beserta jajaran juga berkesempatan untuk membuka Pasar Murah khusus minyak goreng yang diadakan di Kantor Kodim 0721, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Penyelenggaraan pasar murah yang diprakarsai oleh PT. Sinar Mas dan GP Ansor ini menjual paket kemasan 2 literan produk minyak goreng Bintang 9 dengan harga Rp18.000 atau Rp9.000 per liter.

Produk minyak goreng Bintang 9 ini merupakan produk hasil kerjasama PT Sinar Mas dengan GP Ansor. Proses produksi minyak goreng tersebut dilakukan oleh PT Sinar Mas, namun pemasarannya terbatas hanya di kantong-kantong GP Ansor. Bayu mengapresiasi inisiatif PT Sinar Mas dan GP Ansor tersebut, terutama atas kontribusi PT Sinar Mas selama enam tahun terakhir dalam menyalurkan sekitar 27,1 juta liter minyak goreng untuk membantu masyarakat kurang mampu di berbagai kota di Indonesia.

Produk minyak goreng Bintang 9 pertama kali diluncurkan pada Februari 2012, dan per April 2012 mulai diperkenalkan ke masyarakat lewat kegiatan pasar rakyat. “Kami berharap kehadiran produk Bintang 9 ini dapat membantu menstabilkan harga minyak goreng di pasaran,” pungkas Bayu.

BERITA TERKAIT

Pengendalian Harga Mencegah PLN Bangkrut Akibat Harga Batubara

      NERACA   Jakarta - Sesuai prinsip berbagi keadilan Kabinet Kerja Joko Widodo, maka pengendalian harga batubara melalui…

Kebijakan Impor Belum Signifikan Turunkan Harga Beras

Oleh: Budi Santoso Pasokan beras impor secara bertahap mulai memasuki gudang Perum Bulog dan sampai saat ini tercatat 57.000 ton…

Musim Panen, Harga Beras Masih Mahal di Kabupaten Sukabumi

Musim Panen, Harga Beras Masih Mahal di Kabupaten Sukabumi NERACA Sukabumi - Harga beras di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Sukabumi…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Usaha Kecil - UMKM Diharapkan Punya Kreativitas E-commerce

NERACA Jakarta – Ketua Umum Indonesia E-Commerce Association (Idea) Aulia E Marinto mengatakan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) harus…

Ekspor Industri Alas Kaki Menapak Hingga US$4,7 Miliar

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memprioritaskan pengembangan industri alas kaki nasional agar semakin produktif dan berdaya saing, terlebih lagi karena…

Genjot Investasi dan Ekspor, IKTA Dipacu Perdalam Struktur

NERACA Jakarta – Industri Kimia, Tektsil, dan Aneka (IKTA) merupakan kelompok sektor manufaktur yang berkontribusi signfikan terhadap Produk Domestik Bruto…