Waspada Terjerat UU Perlindungan Anak - Memilih PRT :

NERACA

Berhati-hati dalam mencari pembatu rumah tangga, bukan mustahil faktor usia si anak akan membawa Anda terjerat UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan UU No.4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.

Rumusan perlindungan anak sebagai pekerja dalam UU ini, ditemukan dalam Pasal 68, yaitu; pengusaha dilarang mempekerjakan anak. Bagian lain dari undang-undang ini, yaitu pasal 185 yang memuat rumusan pidana bagi siapapun yang melanggar ketentuan Pasal 68 dengan ancaman pidana satu sampai empat tahun penjara atau denda Rp 100 sampai Rp 400 juta.

Sedangkan rumusan mengenai larangan eksploitasi anak diatur dalam Pasal 74 yang memuat larangan untuk mempekerjakan dan melibatkan anak pada pekerjaan-pekerjaan terburuk.

Pelanggaran terhadap ketentuan ini, seperti diatur dalam pasal 183 merupakan tindak pidana kejahatan dengan ancaman pidana penjara dua sampai lima tahun atau denda antara Rp 200 sampai Rp 500 juta.

Undang-undang ini juga mengatur perlindungan anak yang bekerja diluar hubungan kerja (Pasal 75), yang mewajibkan pemerintah untuk melakukan upaya penanggulangan terhadap anak-anak yang bekerja diluar hubungan kerja.

Pasal ini juga menetapkan bahwa upaya penanggulangan ini diatur lebih lanjut dalam peraturan pemerintah. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan jumlah pekerja yang berusia dibawah 15 tahun atau pekerja anak hingga saat ini masih cukup tinggi.

“Pekerja anak merupakan isu penting bagi kita semua. Karena dari perspektif pekerja anak, yakni pekerja yang berusia dibawah 15 tahun, hingga saat ini jumlahnya masih cukup tinggi,” kata Ibu Menteri dalam sebuah diskusi.

Ia menjelaskan, usia angkatan kerja di Indonesia adalah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas. Meskipun usia kerja 15 tahun ke atas, tetapi kita masih menjumpai banyak anak dibawah usia 15 tahun yang melakukan pekerjaan. “Jika pekerjaannya ringan tentu dapat dipahami, misalnya sekedar membantu orangtuanya, dan yang terpenting tidak mengganggu anak-anak bersekolah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, anak yang berumur 10-14 tahun yang bekerja, jumlahnya sekitar 878,1 ribu di tahun 2011, dan yang sedang mencari pekerjaan 174,5 ribu anak. Jumlah anak usia 10-14 tahun menurut Sensus Penduduk Tahun 2010 adalah sebesar 22,0 juta, “ni berarti hampir 5,0 persen anak Indonesia yang berusia 10-14 tahun yang bekerja dan sedang mencari pekerjaan, jumlah ini menurut saya adalah jumlah yang cukup tinggi,” tegasnya.

Ditambahkannya, untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah pada dasarnya sudah memiliki berbagai program yang terarah dan berkesinambungan. “Pada prinsipnya, anak-anak harus diberikan kesempatan seluas-luasnya mengenyam pendidikan agar semua anak dapat mengikuti program pendidikan dasar minimal sembilan tahun, sehingga jumlah pekerja anak mengalami penurunan,” ungkapnya.

BERITA TERKAIT

PTPP Catatkan Kontrak Baru Rp 2,3 Triliun - Ditopang Kontribusi Anak Usaha

NERACA Jakarta – PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia mengumumkan total perolehan kontrak baru…

KS Bawa Anak Usahanya IPO Kuartal Tiga

NERACA Cilegon – Mendung program Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar memanfaatkan pendanaan pasar modal sebagai sumber pembiayaan ekspansi…

Minat Anak Usaha BUMN IPO Cukup Besar

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku‎ banyak anak usaha BUMN yang sudah berkomunikasi dengan pihak bursa dan…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Cara Mudah Dapat Penghasilan Tambahan - Lewat Medsos

Internet telah berkembang secara pesat. Terbukti dari data Kominfo tentang pengguna internet di Indonesia yang saat ini sudah mencapai 63…

Intip Peluang Usaha Kemitraan Takoyaki

Takoyaki termasuk salah dari sekian banyak kudapan khas negeri Sakura yang populer di dalam negeri. Camilan ini digemari banyak orang…

Sruput Manisnya Usaha Minuman Nuguy Coklat

Ada begitu banyak waralaba minuman coklat yang ditawarkan di pasaran. Mulai dengan yang harganya di atas 10 juta hingga yang…