Anggaran PSO PT KA Perlu Ditambah

NERACA

Jakarta---Anggaran Public Service Obligation (PSO) untuk PT Kereta Api (KA) pada 2012 sekitar Rp400 miliar perlu ditambah. Karena transportasi Kereta merupakan salah satu urat nadi pelayanan publik dalam mendukung perekonomian negara. "Saya kira PSO untuk Kereta Api perlu ditambah, karena ini pelayanan publik yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan," kata Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Masykur Musa bersama Kepala Stasiun Gambar, Edy Koeswoyo usai memberi bingkisan kepada calon penumpang Kereta Argo Angrek tujuan Jakarta-Surabaya di Stasiun Gambir,12/8.

Oleh karena itu, kata Ali lagi, pemerintah sudah seharusnya memberikan anggaran yang cukup kepada PT KA. Karena kereta menjadi salah transportasi massal bagi rakyat. “Sudah semestinya proyek infrastruktur seperti pembangunan rel ganda mendapat prioritas. Karena ini akan mendorong kinerja PT KA,” tambahnya.

Namun demikian Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) ini mengingatkan agar pemerintah tidak tergesa-gesa dalam mengerjakan prpyek infrastruktur, karena akan berpengaruh pada kualitas yang menjadi nomor dua. Karena itu pemerintah sebagai pengemban amanah neagra harus bisa mengatasi fenomena tahunan, khususnya mudik dengan baik. “Harusnya bisa melaksanakan pemeliharaan, rehabilitasi dan rekonstruksi pelayanan publiksecara terencana tanpa mengurangi kualitas. Jika tidak, fenomena ini bisa menjadi proyek abadi dan banyak anggaran terbuang percuma,” ungkapnya sambil didampingi Sekjen ISBU, Kholid Syeirazi dan pengurus ISNU lainya, Chairil Sholeh Rasyid.

Terkait dengan persiapan mudik lebaran, sambung Ali, pihaknya menyesalkan perbaikan jalan ataupun sarana infrastruktur dan transportasi yang lain selalu dikerjakan mendekati masa lebaran. Padahal sebenarnya fenomena rutin ini terjadi setiap tahun. “Seharusnya proyek-proyek terkait pelayanan public mendapat priroritas. Jangan baru dilaksanakan menjelang mudik,”tegasnya.

Menyinggung masalah santunan kecelakaan, Ali Masykur menyarankan agar pihak PT Jasa Raharja harus bertindak cepat dalam merespon berbagai kecelakaan lalu lintas. “Kalau perlu Jasa Raharja merespon 24 jam menjelang makin dekatnya Lebaran,” ucapnya.

Disisi lain, lanjut Ali yang meminta santunan kepada keluarga korban kecelakaan lalulintas harus diberikan secepatnya. Jangan sampai menunggu. “Berikan hak mereka yang sedang kena musibah, jangan sampai ditahan-tahan, apalagi dipersulit,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Gambir, Edy Koeswoyo mengakui mendekati H-8, hingga kini belum ada lonjakan penumpang yang significant. “Suasana masih sedikit normal, ada kenaikan tapi belum terlalu significant,” terangnya.

Ditanya mengenai harga tiket, Edy mengaku hari pemberlakukan harga tiket batas atas sudah dilakukan. “Ya, harga tiket batas sudah dilakukan,” tegasnya. **eko

BERITA TERKAIT

Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp 2,57 Triliun - Dukung Industri 4.0

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2019 kepada DPR RI sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut…

Polri Minta Dukungan DPR Terkait Anggaran 2019

Polri Minta Dukungan DPR Terkait Anggaran 2019 NERACA Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian meminta dukungan Komisi III DPR…

Pemborosan Anggaran?

Di tengah kondisi keuangan negara memprihatinkan saat ini, pemberian tunjangan hari raya (THR) pegawai negeri sipil (PNS), TNI, dan Polri…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Urbanisasi Bikin Produktivitas Pertanian Menurun

  NERACA   Jakarta - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan fenomena laju urbanisasi di Tanah Air mengakibatkan penurunan…

Bandara Soetta akan Bangun Terminal IV

    NERACA   Tangerang - Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, akan membangun terminal IV untuk menambah kapasitas penumpang. “Saya…

Masih Ada Perusahaan Yang Belum Bayar THR

      NERACA   Jakarta – Meski hari raya lebaran idul fitri telah usai, namun masih ada perusahaan yang…